Filed under Saya

Bye Quarter Live (crisis)

Ceritanya tanggal 17 lalu saya ulang tahun, wah sudah lewat seminggu saja. Tidak ada yang istimewa, saya malah mengisinya dengan mengambil kerjaan sampingan. Mungkin kerjaan itu pertanda juga sih, pertanda harus memperluas pergaulan. Gaul dengan para periset kalau mau konsen di riset, gaul di komunitas kalau mau membangun komunitas lagi atau gaul sama kokoh kokoh … Continue reading

Enam Tahun

Tepat enam tahun yang lalu bapak saya meninggal dunia Enam tahun terakhir rasanya susah diungkapkan ketika rangkaian Mei-Juni tiba. Mei atau Juni adalah biasa bulan Waisak tiba, sering bergantian diantara dua bulan itu. Bulan yang dulu selalu kutunggu, karena kami sekeluarga akan merayakannya bersama. Atau kami akan bersukacita menunggu hari pulang kampung, bertemu keluarga besar. … Continue reading

(Mencoba) Semangat Lagi Belajar

Cuma satu sebenarnya kuncinya, konsisten Ini perihal belajar bahasa inggris. Belakangan merasa “dedel” deh, belajar kok gak mudeng-mudeng. Sepertinya belajarnya masih berbanding lurus dengan komitmen. Lha diet aja butuh komitmen, apalagi belajar ya. Jadi sebenarnya dorongan buat belajar bahasa inggris ini berhubungan dengan keinginan buat lanjut kuliah lagi. Terserah deh, kuliah dalam negeri ataupun luar negeri, … Continue reading

Sebuah Upaya Promosi : Pekan Imunisasi Nasional

Pekan Imunisasi Nasional Polio dilaksanakan 8-15 Maret pada tahun ini   Tidak perlu penjelasan lagi kan apa itu PIN (Pekan Imunisasi Nasional), ya PIN ini sejak jaman aku masih Balita juga sudah ada. Tahun ini PIN khusus polio dilaksanakan lagi, ya tahun lalu tidak ada sih hanya bulan vitamin A saja yang dilaksanakan di Puskesmas-Puskesmas, … Continue reading

Kepergian

Suatu hari pada sebuah pertemuan : kemana kita akan pergi setelah meninggal? Jika kamu percaya bahwa hidup ini sebuah siklus lahir-tumbuh-tua-mati dan terlahir kembali, aku akan mudah menjawabnya untukmu. Tetapi pertanyaanmu adalah kecemasan. Malam telah tiba, di sebuah pantai yang kita kunjungi beberapa hari sebelumnya. Angin pantai meniupkan kecemasan itu padamu tanpa berarti sebuah pertanda. … Continue reading

Jangan Berakhir dulu Juni

Halo Juni yang hampir berakhir. Lama tidak nyampah di blog yang ternyata telah berumur lima tahun ini. Dari segi isi, blog ini tidak ada kemajuan yang berarti. Pengen nulis serius, kadang terlalu serius, mau nulis guyonan bermutu ternyata saya susah tertawa sejak dalam pikiran. Mau nulis perjalanan-perjalanan kemarin, keburu lupa karena kesibukan-kesibukan yang seharusnya tak … Continue reading

Memberi hadiah untuk diri sendiri

Seminggu yang lalu saya berulang tahun yang ke-23. Biasanya setiap ulang tahun selalu mengatakan dalam hati “sudah umur segini belum tahu apa maumu,” kali ini sedikit berganti, “belum tahu jalan menuju ‘kemauan’ itu.” Apa yang ada di depan mata hanya mimpi absurd yang kemudian menjadi perasaan utopis. Berbenturan dengan berbagai kenyataan di depan mata membuat … Continue reading

Memunguti kata-kata Sakti Pram

Pada mulanya nama Pram hanyalah serupa dongengan yang menjelma menjadi kekuatan melalui kata-kata yang sering dikutip oleh kawan-kawan saya. Kata-kata itu mengandung kekuatan yang ampuh menjadi penyemangat kami untuk (terpaksa) belajar menulis, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk … Continue reading

Dini Hari

Ini Kamis biasa, hanya kamis yang kita awali dengan percakapan dini hari Kamis yang beku orang-orang baru mulai terlelap, dan kita mulai mengendap-endap mula-mula kau bagi aku secuil, kupikir coklat hanya kalimat-kalimat, kadang terpotong-potong dan tidak utuh Selalu begini, aku dan kamu mengulang-ulang beberapa percakapan berkali-kali Dini hari ini tak banyak yang bisa dibagi, Beberapa … Continue reading

Citra Sampah

Baru kali ini aku kehilangan kata-kata, bukan hanya sehari  dua hari ataupun seminggu, hampir dua bulanan. Bayangkan betapa tersiksanya menahan kata-kata yang siap dimuntahkan. Betapa tersiksanya jika pada akhirnya kita harus kalah dengan diri sendiri. Aktivitas yang seharusnya menciptakan banyak kata hanya tertuang pada ruang berbatas 140 karakter. Itupun hanya sebatas nyinyir gak jelas, dan … Continue reading