Filed under Prosa

Tentang Hari-hari

Tentang mendengarkan berita pagi ini, mendengarkan berita pagi rasanya seperti menyiapkan harimu untuk sesuatu yang lebih kacau. Pikiranmu menjadi ruwet bercampur dengan berita-berita sampah dalam seharian itu. Apakah kita sudah menjadi tak peka, tentu tidak, berita-berita itu memang sampah yang harus kau jauh-jauhkan  dari kepalamu. Saat seperti itu aku membayangkan ada yang menggantikan saluran tv … Continue reading

Entah Judulnya apa

Perempuanmu pergi beriringan dengan sebuah sinar yang tenggelam Ia tergesa-gesa menuju ke arah yang sama Ia ingin pergi jauh, mencari hal yang tak pernah kaudengar Seperti dikejar bayangannya, seperti dikejar usianya ia tak berhenti sedetikpun, ingin tiba sebelum langit layu kenyataannya langit layu sebelum saatnya ia tak pernah tahu, orang-orang merubah sesuatu sesuai keinginan mereka … Continue reading

Isja untuk Pavel

Aku melintasi sekali lagi jalanan menuju perkampungan itu Kali ini sengaja kupakai sarung tangan rajutan ibunda Warnanya pucat, dibeberapa bagian sudah tampak mengendur Tapi hatiku yang telah jatuh pada perempuan tua itu tak akan menjadi pucat dan kendur Musim dingin kali ini tak mampu lagi membekukanku Aku telah membekukan hatiku jauh hari sejak kita mengrikrarkan … Continue reading

Dik Aya : Kabar dari Kotamu

Untuk dik Aya, Dik, saat aku menulis surat ini, purnama sasih kanem kurang seminggu lagi. kamu bisa bayangkan dik, malam ini bulan telah lebih dari separuh, tapi langit mendung. Apa kabar kiranya dik Aya pada bulan yang basah begini? Masih mendampingi teman-teman tak biasa itu? Aku memutuskan membeli buku catatan tebal. Lalu menulis surat ini … Continue reading