Filed under Essai dan opini

Sosial Media, Keberagaman dan Suara-suara Dangkal

“When you know you can do something, and you feel good about yourself, you do not have to devalue others.” ― John Patrick Hickey-   Saat ini kita hidup dimana sosial media perkembangannya sudah tak terbendung. Media yang dulu hanya memungkinkan orang sebagai pembaca kini dengan mudah orang bisa membagikan informasi, berkontribusi memproduksi informasi dan juga … Continue reading

Selamat Bekerja Prof. Nila

  Hampir satu minggu yang lalu Jokowi-JK mengumumkan dengan resmi 34 menteri yang masuk dalam kabinet kerja. Sore itu group Whatsapp pencerah nusantara 3 rame karena salah satu nama yang kami tunggu-tunggu benar-benar masuk dalam daftar menteri yang diumumkan, yaitu Prof. Nila F. Moeloek yang menduduki posisi menteri kesehatan. Aku sendiri ikut heboh sejak tahu … Continue reading

Cengkeh, Tabungan Masa Depan

“Cengkeh adalah tabungan masa depan mereka.” Setidaknya itu yang terjadi di desa Kompang, salah satu daerah dataran tinggi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi selatan. Meskipun cengkeh mereka yang pertama datang sejak tahun 1972, tidak banyak yang memberi perhatian pada tanaman ini. Hingga terdengar kabar harga cengkeh yang menjanjikan barulah mereka menanam Cengkeh pada tahun 1974 dan … Continue reading

Akhir Perjalanan sang Pemula

Mengaji tetralogi #12 adalah catatan mengaji Rumah Kaca bab 12-14. Catatan ini tertunda karena perjalanan ke Lombok dan kunjungan keluarga serta alasan-alasan lainnya. Bab-bab terakhir ini mengisahkan tentang perjalanan terakhir Minke. Minke tak mau tunduk pada Gubermen untuk tidak mencampuri politik dan organisasi melalui syarikat. Dan akhirnya ia hanya menyerahkan akhir hidupnya pada penyakit yang … Continue reading

Jejak Minke dalam Sayap Muda Syarikat

Catatan mengaji #11 adalah bagian dari catatatan mengaji Rumah Kaca dari bab 8-11. Bagian saya ini merupakan bab-bab terakhir dari buku keempat tetralogi Pram. Dalam mengaji rumah kaca ini kami (sekali lagi) mengubah beberapa aturan-aturan yang telah kami buat dalam mengaji sebelumnya. Ini karena tenggat waktu yang kami rencanakan tidak berjalan sesuai rencana. Catatan ini … Continue reading

Nadi Perekonomian Eropa di Pelabuhan Belanda

“Sebagai eksportir barang terbesar kelima di dunia, Belanda menempati posisi penting dalam perdagangan dunia.” Lalu apa hubungannya dengan pelabuhan? Iya, benar sekali. Karena Belanda memiliki salah satu pelabuhan penting untuk perdagangan di Eropa dan seluruh Dunia. Pelabuhan utama Belanda saat ini, yaitu Rotterdam memiliki posisi strategis dalam perdagangan eropa terletak di mulut sungai-sungai yang mencapai … Continue reading

Organisasi Modern, sebuah Permulaan

“ berorganisasi sebagai permulaan, belajar berorganisasi secara modern, melalui praktek langsung.” Tulisan mengaji tetralogi #7 ini dimulai dari bab lima hingga bab delapan. Ini adalah tulisan yang melalui perjuangan panjang. Setelah menghindari draft selama bermingu-minggu dengan perasaan yang diliputi kekesalan. Ditengah aktivitas harian yang membunuh kreativitas, disertai bumbu-bumbu puncak kebosanan. Ditambah dengan kesibukan Onyi yang … Continue reading

Minke dan Syarat Menjadi Modern

Catatan Mengaji Tetralogi #6 “Dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu, dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya.” Semua bab dalam Anak Semua Bangsa telah selesai, tanpa ada yang terlewatkan. Kini kami mulai Bab baru Jejak Langkah. Dalam buku ketiga tetralogi ini, aku … Continue reading

Ibu Kehidupan

Air sebagai kebutuhan vital layak disebut sebagai ibu kehidupan Akhir bulan Juli 2010 seharusnya menjadi sangat menggembirakan karena majelis umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah mendeklarasikan akses terhadap air bersih dan sanitasi sebagai hak asasi manusia. Seharusnya memang tak perlu menunggu selama berabad-abad untuk pengakuan ini, toh selama ini semua menyadari bahwa air telah menjadi bagian … Continue reading

Bercitra Melalui Jazz

Ujung selatan jawa timur itu sepi, jauh dari hingar-bingar kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau terutama yang paling dekat Denpasar dan Surabaya. Kota kecil yang ada disana, Banyuwangi memiliki posisi strategis sebagai penghubung jawa dengan daerah timur pulau. Meskipun sering menarsiskan diri dengan Gandrung dan bahasa Using, sesungguhnya kebudayaan ini hasil dari berbagai persilangan budaya. … Continue reading