Angka Kematian Bayi di Jawa Timur Menurun

//datawrapper.dwcdn.net/yOVa1/1/

Angka kematian bayi di Provinsi Jawa Timur menurun dalam kurun waktu 2010-2012. Menurut data Badan Pusat Statistik, tahun 2012 lalu masih terjadi kematian 28,31 per 1000 kelahiran hidup. Jumlah ini menurun dari tahun 2010 dan 2011 yaitu 29.9 dan 29.24 per 1000 kelahiran hidup.

Jumlah kematian bayi tertinggi pada tahun 2012 terjadi di Kabupaten/ kota Probolinggo sebesar 63.51 per 1000 kelahiran hidup. Sementara jumlah kematian bayi terkecil terjadi di Kota Blitar.

Turunnya kasus AKB, belum bisa menjadi indikator keberhasilan menekan AKB secara signifikan, karena belum bisa menekan resiko hingga mencapai nol kasus. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kasus kematian bayi masih terjadi di Jawa Timur. Selain karena faktor pernikahan dibawah umur dan kemiskinan, jumlah sebaran tenaga medis juga ditengarai mempengaruhi banyaknya angka kematian ibu dan bayi.

Jumlah sebaran tenaga medis berdasarkan spesialisasi di Dinas Kesehatan di Jawa Timur pada tahun 2012 hanya 148. jumlah ini menurun dari dua tahun sebelumnya pada tahun 2010 dan 2011 yaitu 150 orang.
Jumlah sebaran tenaga medis paling tinggi yaitu di kota Surabaya, yaitu 17 orang pada kurun waktu tiga tahun tersebut. Jika dilihat dari luas daerah, kota Surabaya hanya memiliki luas 350,54 km2. Sementara daerah yang memiliki daerah terluas, yaitu Banyuwangi hanya memiliki 2 tenaga medis.
Dari penurunan Angka Kematian Bayi, ditemukan jumlah tenaga medis bidan 16.652 di Jawa Timur.
Adanya kasus AKI bisa terjadi akibat minimnya jumlah tenaga medis, pengawasan dan pengetahuan tentang ibu hamil beresiko tinggi.

Grafik: https://www.datawrapper.de/chart/yOVa1/publish

Advertisements

One thought on “Angka Kematian Bayi di Jawa Timur Menurun

Comments are closed.