Hal-hal Menyenangkan Tahun 2016

Januari belum berakhir, masih boleh lah refleksi selama 2016 kemarin.

 

Selama bulan Januari ini saya sibuk menyiapkan masa depan (bukan nikah, bukan) haha. Selama tahun baru ini belum sempat refleksi tentang hal-hal yang sudah saya lakukan selama 2016. Ini berawal sejak pertengahan Desember lalu sebenarnya, saat prediksi hasil ielts saya keluar, hasilnya menggalaukan. Butuh ekstra kerja keras ekstra banget buat dapatkan skor minimal buat melamar kampus dan beasiswa. Kebetulan beasiswa dan pendaftaran kampus deadline pertengahan bulan Januari lalu. Kampus mana ya, rahasia.

Karena itu, saya harus mengambil IELTS bulan Januari, karena untuk pendaftaran kampus memerlukan ini. Singkat cerita saya sudah daftar beasiswanya dan 24 Januari kemarin pengumuman, saya lolos tahap 1. Tetapi berhubung pendaftaran kampus memerlukan dokumen IELTS, maka saya harus menunggu hasilnya keluar dulu. Kalau berdasarkan prediksi, seharusnya skornya masih cukup buat kampus pilihan pertama. Tapi ternyata hasilnya lebih rendah, dan writingnya itu lhoo bikin nyesek. Jadi yasudah, mimpinya dipending tahun depan lagi.

Okeh, tidak ada yang perlu disedihkan, mari lihat saja apa-apa yang sudah dilakukan selama setahun kemarin.

  1. Program AJAKAN

Sudah hampir setahun sejak pertama kali saya menerima tawaran untuk jadi project officer dalam program ini. Awalnya saya bertemu dengan senior yang menawari program ini di suatu acara temu alumni. Saya masih ragu, tapi akhirnya mengiyakan karena waktu itu minat saya terhadap layanan kesehatan primer masih menggebu-gebu. Jadi dalam program ini saya juga bertugas bertemu dengan pasien pengguna JKN di layanan kesehatan. mempromosikan program kami, dan mengajak mereka bersama-sama menghimpun keluhan ataupun apresiasi tentang JKN. Pernah lihat LAPOR presiden? Ya kira-kira program kami mau buat seperti itu, hanya saja khusus tentang JKN.

Hanya saja dalam perjalanan, jalan tak terlalu mulus. Hambatan tentu saja banyak. Dan beberapa bulan kedepan program sudah akan berakhir.

 

Saya pribadi sebenarnya memang punya ketertarikan terhadap JKN. Suatu ketika saat JKN diharamkan oleh MuI saya agak terusik. Saat itu saya masih penempatan di Karawang, kami selalu menyosialisasikan program tersebut. Seringkali juga kami mendengar keluh kesah tenaga kesehatan tentang JKN ini. Tapi waktu itu karena focus program kesehatan primer saya merasa abai dengan perkembangan JKN ini. Akhirnya suatu ketika saya berjanji pada diri saya sendiri (waktu itu ditulis di path sih), untuk banyak nulis dan belajar lebih banyak tentang system JKN. Dan tentu saja ini semua saya lakukan selama 2016 kemarin

 

  1. Merayakan Waisak bersama adik saja

Waisak tahun kemarin kami rayakan di Banyuwangi. Jadi gak bener juga kan ya kalau saya bilang merayakan bersama adik saja. Terlalu mellow yellow bukan judulnya, hehe. Sudah cukup menghukum diri saya sendiri dengan merayakan waisak sendiri di kota saya. Jadi tahun-tahun kedepan saya akan merayakan waisak bersama orang-orang tercinta. J

 

  1. Ikut GHTL

Ini sih sudah ada ceritanya kan disini. Jadi hasil dari kegiatan ini, semua alumni dari GHTL pertama hingga terakhir yang dari Bali dihimpun dalam forum komunikasi oleh Udayana OHCC (One Health Colaboration Center). Dalam forum ini biasanya dilaksanakan pertemuan dua kali setiap bulan. Kegiatannya adalah sharing buat proposal scientific. Jadi ada kelas-kelas gitu, lumayan asyik. Semoga banyak project yang menyenangkan kedepan.

 

  1. Ke Sabang, 0 Kilometer Indonesia

Bulan Oktober lalu direkomendasikan oleh kantor buat ikut acara Youth Camp anti-korupsi di Sabang. Acaranya menyenangkan, banyak sesi sharing dan live in di desa. Dan tempatnya itu lho, Indah banget. Suasananya bikin bahagia, dan yang ada di bayangan saya tiap hari Cuma ketemu jodoh disitu, ala-ala FTV gitu.

Jadi acara kami diselenggarakan di salah satu resort di pinggir Gapang Beach. Jangan bayangkan sebuah resort mewah ala-ala di Bali. Kami tinggal di rumah-rumah kayu kecil khas Aceh, setiap kamar berisi sekitar empat orang. Agak berdesak-desakan sih, tapi setelah selesai acara kami jadi bersahabat baik karena berbagi ruang, ngerumpi dan curhat setiap hari. Ruang makan dan aula pertemuannya cukup jauh dari kamar. Letaknya dipinggir pantai, jadi kalau sudah hilang konsentrasi pandangi laut aja. Begitujuga kalau sesi istirahat, banyak spot menggalau sambil memandangi pantai di tempat ini. Tapi percayalah, kegiatan kami lebih padat daripada kesempatan buat menggalau.

Setelah tiga hari non-stop acara kami full sharing, dari pagi jam 09.00- 11.00 malam, kami ada acara live in di desa. Jumlah kami sekitar 60 an orang dibagi menjadi empat desa. Kebetulan saya dapat desa di dekat pulau Rubiah. Silakan cari di google seperti apa indahnya pulau Rubiah. Kalau yang lain tinggal di rumah pemuka desa, kebetulan kami tinggal di penginapannya kepala desa. Tiap hari pemandangan kami adalah pantai yang indah dan pulau Rubiah di depan mata. Tapi percayalah, pada saat kami disana hampir tiap hari cuaca cukup buruk. Hujan turun sejak sore hari pertama kali kami menginjakkan kaki di desa tersebut. Bahkan selama dua hari berikutnya mati listrik di desa, dan kami hampir tidak bisa melakukan kegiatan selain untuk anak-anak di sekolah. Kami hanya dapat kesempatan sekali saja berenang dan snorkeling sebelum kegiatan kami selesai disana. Di desa kami ini juga merupakan desa dimana O kilometer berada. Kami juga melakukan kegiatan disana. Tapi hari terakhir kami semua kebagian ikut Snorkling dan foto-foto di 0 kilometer kok.

Oh iya, di Sabang ini desanya beragam, jadi empat desa yang menjadi tempat kami live in itu ada yang wilayah pantai, dataran tinggi, daerah danau dan daerah Urban. Padahal Sabang itu Cuma kecil lho. Jadi kebayang kan waktu tsunami 2004 dulu itu tidak ada yang jadi korban jiwa di Sabang, meskipun pinggiran pantai mereka bisa dengan sigap lari ke dataran yang tinggi. Tetapi pasca kegiatan ini, saya kurang lebih hampir dua bulan harus adaptasi lagi dengan aktivitas saya. Terlalu nyaman berada hampir dua minggu di Sabang

 

  1. Ngurus acara HAKI (Hari Antikorupsi Internasional)

Habis ikut acara namanya gak tahu diri kan kalau tidak ikut berkontribusi. Secara perdana, saya kembali mengurus kegiatan komunitas pasca lulus kuliah. Yayaaiii. Agak rempong sih, mulai dari ngumpulin orang-orang dan mengajak orang berkolaborasi. Tapi bagi saya cukup sukses lah. Menyenangkan bisa ngurus acara dan mengumpulkan orang bekerja bersama-sama. Yang gak asik Cuma bikin laporannya, haha.

 

  1. Menutup Tahun dengan Liburan

Sesungguhnya saya jarang sengaja bikin agenda liburan. Mbolang sih sebenarnya suka, Cuma jiwa saya masih kurang mbolang. Saya itu besar di keluarga tradisional, yang mikir daripada uang dibuang-buang untuk liburan mending disimpan buat beli emas (bukan beli mas Dedy, mas …. Dan mas-mas lainnya). Tapi, ya saya, boro-boro uangnya cukup buat beli emas, buat hengout sebulan dua kali aja gak cukup. *perih. Jadi sesekali curi-curi liburan gitu ya gak apa-apa, meskipun akhirnya buat bayar kursus dan jajan cekak. Hahaha. Tapi pilihan liburan akhir tahun di Bali Timur kemarin sangat menyenangkan buat menghimpun energy di tahun yang baru. Dan bulan kedua nanti saya akan mbolang lagi ke Banyuwangi.

 

Lebih banyak alasan buat berbahagia dan menyambut kejutan-kejutan 2017 kan. Jadi gak perlu sedih lagi. J

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s