Kualitas Pertemanan tahun 2016

Tahun 2016 saya cukup banyak berinteraksi dengan orang baru, karena beberapa kali mengikuti kegiatan yang berbeda.

Biasanya setiap jenis kegiatan akan membuat satu grup komunikasi baru. Seharusnya grup komunikasi membagi hal-hal yang bermanfaat, tetapi ada juga yang ingin membagikan virus-virus jahat. Salah satu grup ini isinya dari berbagai usia kisaran 18-28 tahun, saya mengerti kalau mungkin isi kepala kami berbeda. Tapi permasalahannya bukan disitu. Saya memang salah berekspektasi lebih dengan grup-grup alumni suatu kegiatan yang sama-sama kami ikuti. Saya selalu antusias dengan diskusi-diskusi, meskipun kadang bisa jadi argument saya kadang gak nyambung atau melenceng. Saya suka dikritik, karena saya suka langsung mengkritik orang didepan mereka langsung. Saya selalu yakin orang yang membagikan link informasi tertentu selalu terbuka dengan diskusi-diskusi.

Diskusi ini memang seringkali hanya berakhir dengan teori-teori atau cuap-cuap berdasarkan potongan informasi yang kita terima sana-sini. Tapi ya pertukaran informasi itu yang diperlukan seseorang. Mereka boleh tidak setuju dengan informasi tersebut, tetapi setidaknya mereka tahu ada satu sisi yang lain dari pendapat mereka. Tapi tidak untuk grup ini, setidaknya untuk beberapa orang. Beberapa kali seseorang menyebarkan informasi yang bersifat SARA. Ya seperti kita ketahui arus berita Jakarta lebih cepat menyebarnya daripada hal-hal kecil di sekitar kita. Begitujuga isu SARA yang dikemas sebagai panggung politik Jakarta.

Kedua adalah perihal PKI. Meskipun sebagian masa sekolah saya lalui pada era orde baru, saya meyakini peristiwa ’65 bukan tentang benar-salah. Tapi tentang perebutan pengaruh negara-negara adidaya  terhadap negara yang punya potensi pada masa itu. sebagian besar memori generasi kami dibentuk untuk menyalahkan sepenuhnya peritiwa ’65 pada PKI. Di jaman informasi yang tersebar luas begini, ternyata saya masih juga bergumul dengan orang-orang mendapat informasi-informasi dangkal tentang hal ini. Mereka beberapa kali menyebarkan berita-berita tentang PKI ini, tanpa memiliki rasa keinginan untuk mendiskusikan.

Ketiga adalah, saya tidak dapat memahami jenis pertemanan apa ini. Ini sebenarnya hanya terjadi pada beberapa orang sih. Beberapa teman di kelompok saya cenderung suka membenturkan segala sesuatu dengan keyakinan mereka, ya agama. Saya senang kalau memiliki teman yang tingkat religiusnya tinggi, karena semakin religious mereka akan semakin tenang dan bijaksana. Itu pandangan saya sih, tapi kenyataannya lain. Semakin mereka pengen menunjukkan kereligiusanya mereka semakin reaktif dan mudah tersinggung. Hal-hal yang bersifat diskusi kalau tidak berhubungan agama tidak mereka senangi. Sesekali pernah seorang teman membagikan berita tentang orang-orang indonesia yang semakin hari semakin sering bermain-main dengan hukum. Orang salah berbicara saja dilaporkan, dituduh menodai suatu keyakinan. Ini bukan berita tentang Ahok sih. Dengan respon cepat teman ini nyeletuk, “makanya kalau tidak tahu, mending diam.” Duhduhduh, saya gak bisa komentar lagi.

Kira-kira pertemanan saya akhir tahun 2016 kemarin seperti itu. tetapi cukup menggembirakan, ternyata hal-hal diatas Cuma terjadi dalam grup whatsapp. Grup sosial media saya masih aman dari penyebar berita hoax yang seringkali kurang kroscek dengan kebenaranya, masih aman dari para penebar kebencian. Ada sih satu dua orang yang masih sering membuat status-status SARA, berusaha menunjukkan kualitas keimanan mereka dengan menganggap keyakinan orang lain sebagai hal tidak patut.

Saya ingin menuliskan quote Zen Rs berikut, tapi kok ya jadi gak nyambung. ”Sebab, sering kali kita merasa sudah berpikir. Padahal, yang bekerja sebenarnya hanyalah favoritisme, subjektivisme, dan pikiran-pikiran ideologis yang dogmatis dan membeku.” –Zen RS, Wabah Anti-intelektualisme-

Ya gitu, banyak teman yang sudah terjangkiti virus wabah anti-intelektualisme ini. Coba kita berkaca dulu, apakah kita jadi bagian dari ini juga?

 

Ps. saya sih sebenarnya kalau di grup juga nyampah sih, ngomongin jodoh doang, tapi kalau mau ngobrol lainnya hayuk aja :-))

Advertisements

3 thoughts on “Kualitas Pertemanan tahun 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s