Bye Quarter Live (crisis)

Ceritanya tanggal 17 lalu saya ulang tahun, wah sudah lewat seminggu saja. Tidak ada yang istimewa, saya malah mengisinya dengan mengambil kerjaan sampingan. Mungkin kerjaan itu pertanda juga sih, pertanda harus memperluas pergaulan. Gaul dengan para periset kalau mau konsen di riset, gaul di komunitas kalau mau membangun komunitas lagi atau gaul sama kokoh kokoh Tanah Abang biar dapat jodoh seiman (kemudian kelar masa depanmu buat jaga toko). 😛

Semakin umur bertambah memang tidak lagi memperhatikan hal-hal kecil, bahkan pacar gak ngucapin tepat waktupun kayaknya gak ada alasan ngambek. Tapi ya keterlaluan aja sih, kalau diduluin orang sampai dilamarnya nanti getun (baca: menyesal) lho. Tapi semakin tua memang gak penting lagi diperhatikan orang-orang terdekat, maunya diperhatikan publik dengan karya. *ehh tapi sesemangat-semangatnya tetep butuh sandaran dan hiburan kan. Kecuali udah bener-bener gak ada yang pikirin kamoohhh.

Jadi udah lewat seperempat abad apa yang berubah darimu? jiehh. Terinspirasi dengan status kak Pocut, ilustrator kebanggan bang Idrus dan Aceh tadi, saya jadi kepengen juga bikin list seperti berikut.

Year I was given: 2010
Age: 20
Now: 26 
Relationship status: Galau habis putus dengan pacara gara-gara LDR dan beda keyakinan
Now: In relathionsip, LDR, dan masih sama
Living in: Denpasar
Now: Denpasar, ga berubah juga, tapi sempat setahun di Karawang kok
Pets: kucing
Now: Masih kucing, ada ayam juga sih cuma ga ikut ngerawat malah musuhin
Was I happy: Kuliah masih setengah jalan, galau menghadapi kenyataan, kehilangan panutan hidup (ayah), sedang mencari bentuk-bentuk, mikir-mikir kerjaan part time yang cocok, Akademika jadi pelarian
Now: Udah kerja, masih galau, sudah menemukan keyakinan diri tentang hidup, masih mengumpulkan puzle-puzle kehidupan, masih part time juga :)), kursus bahasa inggris adalah modus pelarian yang tepat
Kids: Hello…
Now: Ih, Unyunyaa, kapan punyaa? lihat baju anak-anak baper, lihat anak lucu baliknya mbrebes mili (baca: nangis)
Status: Mahasiswa nanggung
Now: parttimer (berbahagia), sedang mengejar beasiswa master

 

Pada dasarnya, gak banyak yang berubah selama enam tahun. Eh, bukan, setelah enam tahun merasa kembali ke titik awal. Apakah saya tidak banyak belajar? apakah saya salah gaul? haha tidak juga sih. Tahun ke-26 benar-benar tahun yang menguji dan akhirnya saya menang banyak kok. Semoga krisis seperempat abadnya juga lewaaattt.

Wishlist saya diusia yang bertambah ini sederhana, master di salah satu negara Skandinavia, sudah ada yang bisa nemenin saya jalan kemanapun setiap saat setiap waktu, ada yang selalu nemenin makan malam dan dengarkan cerita-cerita saya hahaha. Untuk karir goal mungkin dimulai dari bisa berkontribusi dalam satu project atau riset aja. Kalau kata sis FR “Wishlist loe sederhana sis, mewujudkannya itu lho gak sederhana.”

Dan, backsong nya nulis ini adalah Silampukau, Berbenah, pas banget.

“Ujung perjalanan/ terkumpul banyak cerita/

pemberhentian/susash diramalkan//

Jangan sampai terlewaaatt…

Tawan jangan terpencar/

Ingatlah untuk bersandar/

Pemberhentian/susah diramalkan/

Jangan sampai terlewat….

Sudah saatnya bebernah/ sampaikalah doa/

Kuatkan kaki kencang bertahan/

Titipkan semangat/ ada yang telah lelah/

Tegakkan kaki yg telah tertekuk//

lalalalala, lalalala (kembali)

Jika terpaksa/ pisah ditengah-tengah langkah/

Selamat tinggal/ semoga bahagia//

 

Selamat berbahagia Happy.

whatsapp-image-2016-11-20-at-20-20-10

Ini foto terbaru setelah melewati 26 tahun

 

Advertisements

2 thoughts on “Bye Quarter Live (crisis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s