Hari Baik Pertanda Reuni

Sembilan November kemarin merupakan dewasa ayu (hari baik) untuk upacara-upacara di Bali

Sebenarnya saya tidak begitu paham tentang penghitungan hari-hari baik di Bali ini.Tapi berhubung saya punya banyak hutang tulisan, saya ingin mencicil mulai dari hari pergi kondangan bersama-sama ini. Perhitungan hari baik di Bali didasarkan pada penanggalan-penanggalan dan jatuhnya bulan tertentu dan hari baiknya berlaku untuk semua yang mempercayai perhitungan itu. Berbeda dengan penentuan hari baik Jawa, yang biasanya didasarkan pada hari lahir pasangan disesuaikan dengan hitungan neptu. Jadi tiap orang punya hari keberuntungan masing-masing. Jadi penentuan hari baik di Bali lebih meminimalisir batalnya rencana melangsungkan pernikahan seseorang.

Sebagai orang yang belum lama tinggal di Bali, lingkup undangan saya hanya dari teman-teman SMA, kuliah dan rekan kerja. Kebetulan teman-teman sekolah sepertinya sudah sebagian besar menikah dan teman-teman kerja/ pernah kerja bareng rata-rata sudah menikah jadi undangan hanya dari teman kuliah. Kebetulan minggu ini ada empat teman yang menikah maupun resepsi tanggal 9-10 ini. ini termasuk sedikit dibanding kawan saya mendapat 14 undangan dalam dua hari bersamaan.

Sebenarnya dalam dua hari tersebut akhirnya saya hanya menghadiri dua undangan. Satu tetangga kantor dan satu lagi seorang teman kuliah. Tentunya setiap orang punya kesibukan masing-masing, sehingga waktu untuk pergi pun tidak jarang terbentur dengan jadwal kerja. Kalau orang Bali asli rata-rata bisa pergi ke 3-4 undangan dalam satu hari baik tersebut.

Tetapi jangan bayangkan kondangan di Bali dengan gaun-gaun baru dan make up ala salon, kami bukan ke pesta-pesta seperti itu. Pergi ke undangan di Bali berarti kamu sudah turut berbahagia atas kebahagiaan kawan-kawan atau saudaramu, Sederhananya seperti itu. Jadi tidak akan ada yang terlalu memperhatikan gaun yang kamu gunakan atau berapa harga tas dan sepatumu. Pergi ke undangan perayaan manusa yadnya, seperti pernikahan atau potong gigi juga hanya perlu menyumbang sepantasnya. Bukan menyumbang sebanyak-banyaknya untuk dikembalikan seperti di Jawa. Banyak uang yang dikeluarkan dalam pesta-pesta Bali tentunya, tapi pesta ini dimaknai sederhana.

Tapi memang sih sebenarnya banyak hal yang perlu dikritisi juga dalam    hajatan-hajatan ini. Yaitu pesta itu sendiri sebenarnya tak sederhana. Seiring waktu dekorasi pesta dan tetek bengek pra-pesta seperti prewedding atau gaun-gaun dan perlengkapan dokumentasi menjadi trend baru yang tak bisa dianggap sederhana juga. Tapi saya sedang tidak membahas ini.

Pada hari-hari baik ini tentunya juga mempertemukan kawan-kawan yang sudah lama tak bertemu. Iya, beberapa kali teman-teman kuliah mesti janjian dulu untuk pergi ke undangan kawan-kawan kami. Seperti pada pernikahan teman bulan Oktober lalu, kebetulan hari baiknya setelah libur hari raya Galungan maka reuni pun terjadi. Pun terakhir pergi kondangan semalam, kami yang biasanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing bisa dipertemukan. 

Tapi sayangnya, ternyata personil undangan kami adalah orang yang sama itu-itu saja. Pada umumnya yang rajin kondangan ke teman-teman ini pada umumnya geng-geng single, kawan dekat atau saudara si empunya hajatan. Dan geng kondangan ini belum tampak akan mengundang orang lain dalam perayaan-perayaan kebahagiaan kami dalam waktu dekat. Maka, pada hari-hari baik berikutnya, doa kami semoga sudah ada yang pecah telor paling tidak satu orang. =))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s