Tetiba Ikut GHTL (Global Health True Leaders)

Saya ingin mengatakan bahwa beberapa kali saya mengalami keberuntungan, termasuk mengikuti training GHTL (Global Health True Leader) ini.

GHTL merupakan program training leadership yang berkaitan dengan kesehatan. Fokus kesehatannya tentang zoonosis (Penyebaran penyakit dari hewan kepada manusia), mereka punya prinsip One Health, yaitu tidak hanya memutus rantai penularan pada host (human) dan agent (penyebab) saja, tetapi juga dari lingkungan. Sebenarnya epidemiologi banget ruang lingkup one health ini. Dan, lalalala Epidku dulu ada yang remidi lho, hikz.

Balik lagi, kenapa beruntung? jadi, sebenarnya beberapa senior di Pencerah Nusantara sudah banyak yang ikut program ini, kakak tingkat juga ada yang pernah ikut juga. Suatu hari, senior PN, Fairuz membagikan informasi tentang program ini. Dari jauh-jauh hari sudah menyimpan link nya dong dan pengen banget bisa ikut yang di Kupang atau Sumatra Barat gitu. Jengjengjeng, ketika akhir bulan Mei baru ingat dan sudah pengumuman. Tapi rezeki ternyata gak kemana, sebulan sebelum event ini, seorang teman menginformasikan ada kuota untuk beberapa health practicioner di Bali buat ikut training yang di Bali. Terima Kasih Kadek Doi informasinya dan bantu mensubmitkan CV saya.

Dari awal sudah semangat banget ikut program ini, kebetulan ada dua alumni pencerah nusantara juga yang hadir jadi tambah semangat. Baru tiba sudah hahahihi dengan para peserta dan jalan-jalan ke tanah lot. Penginapan sekaligus tempat trainingnya ini di resort yang tepat banget diatas Tanah Lot, mau ke pantai tinggal ngesot dikit aja. *udah cukup noraknya hee. H-1 acara semua peserta sudah kumpul, malam jam 8.00 pm kami di briefing tentang kegiatan keesokan harinya.

Hari pertama kami harus olahraga pagi jam 05.20 am sudah kumpul, dan hari pertama itu sudah telat. Kami dihukum buat push up 10 kali, hikz, yang mimpin olahraga paginya militer gitu. Olahraganya sih gak berat-berat amat, cuma lari sebenarnya tapi cukup jauh juga sampai pintu masuk resort. Tapi ternyata olahraga ini bermanfaat banget buat sesi kelas, lumayan darahnya udah ngalir lancar jadi gak pegel-pegel kelamaan dalam kelas.

Hari pertama itu cuma sedikit materi pengenalan One Health nya indonesia ini, yang markasnya di UI. Kami juga dibentuk kelompok, kelompokku cuma 5 orang lainnya enam orang. Nama-nama kelompok berdasarkan nila-nilai kepemimpinan, yah gitu namanya juga training kepemimpinan. kelompokku dapat nama team Respond, anggotanya ada Fajar (veterinerian, Lecturer Vet Brawijaya, Surabaya), Tenri (Med. Doctor, Phd Student di Nagoya Univ mulai Oktober nanti, Yogyakarta), NTH Dang (Master Population Health, Phd Student Culangkorn Univ, Vietnam), Rima (Med. Doc, Master Student Imperial Colleg mulai September ini, Solo) dan aku (Public Health, butiran debu) hehehe. Hari itu selain berkenalan, kami juga ada games membangun team gitu. Hari pertama kami sudah langsung akrab, dan karena kelompok kami ada yang non-Indonesia jadi diskusi full english. Tapi memang trainingnya ini model internasional training sih, jadi semua presentasi dan diskusi pakai bahasa inggris.

Materi-materi training banyak yang masih baru, jadi excited banget. Trainernya juga keren-keren, ada Prof. Wiku (empunya One Health UI) sangat menginspirasi dan memberikan banyak pencerahan dan semangat, Prof. Adik Wibowo selain menyemangati juga memberikan contoh public speaking yang bagus sampai bikin orang ngantuk bangun semua, Prof. Hair Bejo dari Malaysia, Lumayan asik, Dr. Jeff Marinner dosen di Tuff University (Dr. Jeff ngajarin epidomiologi gitu), pas sesi Dr. Jeff sering ketinggalan, susah dengerin Native ngajar ternyata, belom siaaap, lainnya sih bahasa inggrisnya masih mudah didengar dan Dr. Alex hmm, agak kurang asik sih. Materi-materi sangat berguna, bagiku terutama. Di training ini aku menemukan benang merah tujuan study ku kedepan, elaahh. Kemarin pengen banget ambil jurusan Global Health dan sekarang baru tahu beda-bedanya apa itu One Health, Global Health, dan Internasional Health. Pendek Kata, kalau Global Health itu hubungannya dengan agenda-agenda negara adidaya buat melindungi kesehatan di negaranya, misal, Malaria dan Flu Burung adanya di Asia, kemudian negara-negara besar tersebut harus “membantu” mencegah penyakit-penyakit di negara-negara lain tersebut. kok pakai tanda petik, sudahlah cukup tahu saja. Nah kalau internasional Health, kalau tidak salah sih tentang prosesnya negara-negara memberikan bantuan untuk kesehatan negara lain, dan One Health apa, itu cuma secuil bagian dari Global Health. Asik ya belajar perpolitikan kesehatan dunia kayaknya. Tapi jadi gak minat lagi dengn Global Health sih.

Materi-materi yang diberikan didesain pendek-pendek, rata-rata cuma 1.5 jam sudah sama diskusi. Jadi hari 1-4 itu materi pada sekali, dan malamnya masih ada beberapa tugas. Tugas-tugas itu digunakan buat roleplay dan melatih public speaking. Aku kebagian presentasi sekali, gagap dong bahasa inggrisku, tapi lumayan lah sudah berani mencoba. :-D. oh ya, pada saat training class selama tiga hari itu ceritanya pelatihan semi-semi militer gitu, pada saat makan siang kami makan ala militer. Makan cuma 5 menit itu dan ambilnya juga lima menit, di tengah makan siang ada main-main bomboman harus sembunyi dibawah meja, lucu sih. Teman kelompok yang dari Vietnam protes, “kenapa disuruh makan cepat sekali, kan gak bagus buat kesehatan,” katanya. Suatu waktu dia juga protes saat kami disuruh menghabiskan lauk duluan dan nasinya belakangan, “Kenapa kalian makan lauk duluan, dan makan nasi belakangan.” Tapi yah lucu sih, abis makan ketawa juga. Dan makan siang cuma bisa sedikit jadinya, mayan kan gak jadi lemak, hee.

Hari kelima kami ada observasi tentang cultural belief dan lingkungan high risk zoonosis. Sebenarnya sambil jalan-jalan sih, dan kami harus buat refleksi. hari ke enam ada field trip, baksos dan promosi kesehatan saja. Ini yang bikin boboknya malem-malem, kami ada tugas bikin poster promkes juga. Jadi yaa, mahal sih tempat menginapnya, tapi gak terlalu dipakai bobok :-D. Hari ke-tujuh adalah hari terakhir, dan kami ada materi outbond, jalan-jalan dan malamnya ada Cultural Night dan Gala Dinner. Overall, asik banget, punya jejaring baru, kalau mau mengajukan riset nanti ada kesempatan kok (Tapi kan aku gak punya lembaga yang berhubungan dengan penelitian semacam itu chui), dan materinya lumayan buat bekal kalau jadi master nanti 😀

Oh, ya, di training ini semua team dalam kelompok bergantian jadi leader. Jadi selain merefleksikan kegiatan juga mesti belajar merefleksikan terkait kerjasama team. Dan yang paling penting, saya merasa training ini sebagai bentuk refreshing yang lebih memotivasi untuk lebih bersemangat dalam banyak hal.

 

Terima Kasih Indohun.

 

 

Ps. Ngefens banget dengan Prof. Adik Wibowo, tapi ga berani ngajak fotoan, saya nanti kalau tua mau seperti beliau nya, udah 60 an masih energic, rajin olahrga dan nonton film, seimbang sepertinya hidupnya

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Tetiba Ikut GHTL (Global Health True Leaders)

  1. Iya kak, kemarin gak dibahas terlalu dalam sih, cuma bahas Klo ada wabah zika kira2 respon cepatnya seperti apa. Setelah training eh beritanya heboh di media

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s