Jalanan yang Sempit dan Langkah yang Luas

Pulang kampung itu tentang ingatan-ingatan

Mengingat jalanan kampung adalah mengingat langkah-langkah. Langkah yang terus berjalan hingga sejauh ini. Langkah-langkah yang dimulai dari jalan yang becek, setiap musim hujan diperlukan mengangkat sepatu hingga sampai di jalan aspal. Jalan aspal peninggalan orde baru kisaran 1996. Langkah-langkah yang dipenuhi semangat kalau awal musim tiba. Musim penghujan pertanda musim para kanak-kanak berburu belalang dan kepompong. Sekolah hanya beberapa jam di Musim penghujan dan libur pada saat banjir. Musim kemarau adalah musim bermain sepanjang hari.

Langkah-langkah semakin panjang. Diperlukan menempuh 8 km untuk sebuah masa baru. Masa remaja yang menyenangkan sekaligus membosankan, ahh hidup memang harus berimbang. Kelas pagi yang membosankan. Dua hari terakhir di akhir Minggu yang menyenangkan bisa menempuh berkilo-kilo itu bersama teman-teman sekolah yang lain, kelas pagi hanya sampai hari Kamis. Artinya kamu bisa tahu mana-mana saja kawan seumuran yang mulai berpenampilan menarik.

Tahun-tahun berlalu, langkah semakin panjang hingga sampai pada tempat yang tidak pernah terbayangkan. Kehidupan baru yang menakjubkan sekaligus masa depan yang terus menjadi misteri. Langkah-langkah terus bertambah panjang, dan semesta memberi banyak kejutan-kejutan.

Dan pulang kampung membangkitkan kembali ingatan-ingatan ini. jalanan yang kini dicor di sisi kiri dan kanannya, tak khawatir becek kalau musim hujan. mungkin hanya akan sedikit terpeleset jika tak pas menumpu. Jalanan aspal yang kini tampak sempit saat hati sudah begitu luasnya. Jalanan yang ramai kalau musim liburan tiba, jalan munuju sebuah tempat wisata.

Sore kemarin aku berdiri di jalanan kecil sebesar dua kali pematang diantara ladang depan rumah. jalanan biasa dulu berlari-lari, jalanan yang dulu biasa kulalui pagi-pagi atau sore-sore untuk pergi mandi. Jalanan dulu tempatku dan teman-teman kecil yang kuundang bermain petak umpet. Jalanan yang menyaksikan aku tumbuh. Tiba-tiba aku begitu bersyukur atas langkah-langkah yang terlampau luas ini.

#33HariBagiCerita #23

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s