Membaca Buku Perjalanan

Membaca buku-buku perjalanan itu seperti sedang keliling dunia dalam kumpulan kata-kata #apasihh

Saya suka membaca kumpulan-kumpulan perjalanan. Mulai membaca kumpulan perjalanan milik Sigit Susanto, Menyusuri lorong-lorong Dunia 3. Mengapa tidak membaca yang pertama dan kedua? Karena waktu itu yang terbit terbaru buku Sigit yang ketiga, baru kemudian Insistpress menerbitkan kembali yang pertama dan kedua. Saya memiliki ketiga serinya lengkap di rumah, tentu saja ini berdasarkan rekomendasi mamasee.

Alih-alih berisi budget, itinerary perjalanan dan penginapan, Sigit malah menceritakan tentang orang-orang kecil yang dia temui dan sisi lain dari kota itu dari penampakan yang dia lihat. Sebagian besar perjalanan Sigit dilakukan bersama istrinya yang berkebangsaan Swiss. Awalnya Sigit memang hanya menuliskan deskripsi perjalanannya, tapi di buku-buku berikutnya Sigit seperti juga melakukan riset-riset kecil untuk memperkaya perjalanan ataupun tulisannya. Perjalanan Sigit dilakukan di banyak negara, sebagian besar wilayah Eropa, tapi ada juga tentang perjalanan ke Kuba, dan banyak lagi lainnya.

Pada saat buku-buku Sigit baru dicetak ulang waktu itu, hampir bersamaan dengan buku Agustinus Wibowo mas mas Ganteng itu. Saya sudah lama naksir bukunya, 3 seri juga kalau tidak salah. Tapi hingga sekarang belum mampu beli, ehh kadang lebih memprioritaskan buku lain sih. Agustinus Wibowo juga menarik cara bertuturnya, tapi dia lebih banyak menonjolkan sisi kemanusiaan dari kehidupan sosial yang dia temui. Beberapa kali baca blognya, sisi-sisi yang diceritakan sangat mengesankan, meskipun begitu belum mengalahkan buku Sigit, tapi ini hanya soal selera.

Buku perjalanan lain, belum ada yang menarik saya lagi. Buku-buku seperti The Naked Traveler mungkin juga menarik, tapi tulisan serupa banyak bisa ditemukan di blog-blog. Belakangan sih malah beli buku tentang backpaker ke Vietnam, isinya umum banget. Mungkin sebenarnya informasinya bisa ditemukan di mesin pencari Google.

Tapi intinya sih buku-buku perjalanan seperti ini selalu bisa menguatkan keinginan untuk banyak perjalanan

Sekarang malah baca novel tentang perjalanan dua orang asing, judulnya In a Stranger Room, mungkin menarik perjalanan semacam itu.

#33HariBagiCerita #22

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s