Lebaran Kali Ini

Setelah sekian lama akhirnya lebaran di kampung lagi

Aku terakhir lebaran di kampung tiga tahun yang lalu, itupun lamanya disesuaikan dengan jumlah tanggal merah. Pulang saat lebaran memang jarang, awalnya sih karena selalu mepet dengan upacara peringatan meninggalnya Kakek, lama-lama kebiasaan.

Umat Islam di daerahku awalnya keturunan para abangan, para orang Jawa yang dimuslimkan jaman-jaman Islam baru berpengaruh. Daerahku termasuk dihuni para pendatang dari berbagai macam daerah yang dulu terusir karena di tempat asal mereka tak memiliki hak atas tanah lagi. Sila cek sistem agraria jaman Belanda, aku juga tak paham. Ketika daerah ini baru dibuka, orang-orang yang terusir ini datang. Baru-baru sih baca informasi, katanya yang mempelopori pembukaan daerah ini adalah para Veteran yang dipensiunkan. Mereka datang dari segala penjuru, keluargaku pendatang dari Blitar dan Jogja.

Ketika mereka datang semua menganut agama Islam, tetapi mereka tetap melaksanakan ritual-ritual kejawen, kemudian sebutannya Islam abangan. Hingga terjadi peristiwa ’65. Menurut nenekku peristiwa ini sangat membekas pada orang-orang, mereka benar-benar dibuat ketakutan dengan peristiwa ini. Suatu ketika pada tahun ’67 ada aturan untuk memilih salah satu agama di Indonesia, dan keluargaku memimilih agama Buddha seperti pilihan sebagian orang lainnya di daerah tersebut. Pilihan ini didasarkan bahwa apabila mereka tetap menganut Islam KTP tapi tidak melaksanakan seperti seharusnya umat Islam mereka takut di cap PKI oleh tetangga mereka. Ya, kira-kira sesederhana itu orang memilih agama. Satu lagi, karena dalam agama Buddha tidak ada aturan-aturan mengenai tradisi, jadi mereka lebih memilih Buddha ini.

Nah, akhirnya sebagian orang disini masih tetap sama Muslim dan Buddhis bersanding. Ketika lebaran seperti ini kami para umat Buddha mengunjungi tetangga kami yang muslim begitupula sebaliknya.

Tapi lebaran-lebaran ketika sudah merantau ini jadi terasa biasa. Kalau dulu jaman kecil selalu menunggu momen seperti ini. Mungkin karena masa sekolah banyak acara menyambut lebaran atau bahkan diliburkan, jaman SMP malah ketika teman-teman ada pendalaman khusus bulan Ramadhan, kami umat lain juga dibuatkan acara serupa menurut keyakinan kami.

Udah jadi kaum urban momen seperti ini tinggal jadi momen pertemuan dengan sanak keluarga besar yang sangat jarang bertemu. Tapi belum main ke rumah teman-teman, malas kalau dibilang “mana anakmu, ini anakku,” kemarin lewat telepon aja sudah dibilang “ini rumah mertuaku, mana rumah mertuamu?.”

#33HariBagiCerita #19

PS: maaf ya bolong-bolong inih, rebutan henpon sama sepupu cyyn

Advertisements

One thought on “Lebaran Kali Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s