Mendadak Mudik

Mudik ini tidak direncanakan, karena bulan Mei lalu baru pulang hari raya.

Tadi sengaja berangkat pagi-pagi, tak tahunya antre di kapal 2.5 jam. Sudah lama sekali tidak mudik jelang idul Fitri, terakhir sudah bertahun-tahun lalu saat bapak masih ada. Pernah sih beberapa kali pulang idul Fitri tapi menunggu sepi biasanya pas hari H.

Sampai di seberang badan sudah lemas, lunglai dan kelaparan. Akhirnya bertemu rujak soto kekhasan itu. Lanjut perjalanan hingga jelang malam. Kami, saya berdua dengan sepupu tidak langsung ke rumah melainkan ke rumah sakit Al-Huda di Genteng.

Kakekku, mbah Di, baru saja selesai makan malam. Pipinya tambah tirus. Lama-lama kulihat mirip sekali dengan kakekku yang sudah meninggal (kakaknya Mbah Di ini). Mbah Di kesadarannya sama sekali tak menurun, ia mengenali aku, hanya saja waktu tidur tampak gelisah. Kaku-kaku diseluruh badannya tinggal di beberapa bagian saja. Sekarang sudah tidur nyenyak, dokter bilang jika perkembangan terus membaik kami bisa pulang bersama.

Cepat sembuh Mbah.

#33HariBagiCerita #16

Advertisements

3 thoughts on “Mendadak Mudik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s