Saat Nilai Uang terus Menurun

Beberapa hari yang lalu ketika aku belum benar-benar bangun mendengar ibu mengeluh, “jaman sekarang ini rasanya kayak jaman tahun ’98, uang kayak gak ada artinya” katanya.

Ibu baru saja belanja sayuran pagi itu, aku tidak menyambung pembicaraan pagi itu. Ibu hanya terus mengeluhkan harga-harga sayuran dan kebutuhan pokok yang terus merangkak.
Aku belum ingat betul tahun-tahun ’98 itu, baru mau naik kelas 3 SD. Uang sakuku waktu itu masih 200 rupiah, tetapi memang tahun-tahun berikutnya uang 200 rupiah sudah tak ada artinya sama sekali. Tahun-tahun itu aku juga ingat orang-orang di kampung mulai pergi ke luar negeri, termasuk ibuku.

Tapi soal uang yang tak bernilai besar lagi hari ini sepertinya kurasakan juga. Bulan Juni kemarin, beberapa kali pulang kerja lalu aku mampir ke pedagang gorengan. Sengaja berganti-ganti pedagang gorengan. Kalau dulu beli gorengan 10 ribu aja sudah bisa dimakan bersama-sama saat rapat di Akademika, dapat 20-30 an buah. Sekarang beli 10 ribu itu cuma dapat  14 buah, itupun pisangnya setengah atau kalau tahu isi, isinya gak ada bisa disebut tahu tepung.

Tadi sepulang kerja aku mampir lagi ke pedagang gorengan. Nama merk gorengan nya gorengan Singaraja. Gorengan Singaraja ini memang enak, khasnya menjual pisang goreng, pisang kepok. Penjualnya memang sepertinya memilih Pisang terbaik atau dikasih pemanis buatan ya, entahlah. Rupanya gorengan Singaraja juga sudah naik, harganya seribu per gorengan.

Rasa-rasanya nilai mata uang ini juga berlaku untuk buku-buku. Setahun terakhir kurasakan harga buku-buku penerbit ternama juga jarang seharga 50 ribuan. Rata-rata 70 ribuan hingga diatas 100 ribu untuk sekadar novel, alhasil setengah tahun ini tahan gak beli buku cyynn 😥 ya mungkin kalau buku ada nilai investasi, tapi tetap saja mahal. Tapi yang aneh harga produk pakaian jadi kok terasa murah ya.

Nilai rupiah kian hari memang kian melemah, per Juli ini harga beli dollar 13.200 an. Mungkin ini yang membuat harga bahan-bahan produksi juga terus merangkak. Kalau rupiah terus melemah entahlaahh jadi apa harga-harga ini. Tumben harga pasar jelang hari raya belum heboh seperti biasanya. Apakah harga pasar memang stabil, atau Jokowi yang pintar mempengaruhi media?

Semoga rupiah segera menguat kembali

#33HariBagiCerita #15

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s