Ngobrol Dimana Saja

Sehari ini ikutan ngobrol dua hal yang sama sekali bertolak belakang

 

Kemarin tiba-tiba Mbok Luhde, bosku *jieehh* ngajak ke PKB mau ngobrol trend berbusana Bali bersama seorang perancang busana ternama di Denpasar. Namanya Agung Istri Sari Dewi, aku belum pernah dengar sebelumnya. “Agung Istri itu ternyata yang desain baju wisudanya Doi itu lho,” katanya. What, emang penting buat guwe? *Doi kalau baca gak usah pakai tersinggung yaa, Maaf*

Sebenarnya datang ke diskusi ini juga gak ada urgensinya. Tapi karena mbok Luhde bilang bakal ada beberapa orang yang ikut, aku jadi merasa sepertinya penting juga ngobrol trend-trend semcam itu. Disamping mengajak otak buat berlatih peka jaman, juga bisa jadi bahan ngeblog juga kan :-P.  Jadi, tadi jam 10.00 pagi janjian bertemu Mbok Luhde di dekat tangga gedung Ardha Candra. Suasana PKB masih sepi, tapi tukang parkir pinggir jalan sudah sibuk mengajak pengunjung parkir di lapaknya.

Tidak lama menunggu Gung Is sang designer itu datang berbalut cardigan cokelat dengan bawahan celana panjang memakai bahan tenun ikat modifikasi. Tanpa basa-basi, kamipun segera memasuki gedung di bawah Ardha Candra yang menjadi base para pedagang kain dan pakaian jadi adat Bali. Tulisan tentang ngobrol tadi rencananya akan dipost di Balebengong, so tunggu ya. Semoga saya tidak malas nulis.

Intinya menarik, tentang trend mengikuti mode berpakaian tradisional ternyata sudah jadi kebutuhan masyarakat Bali. Alasannya mulai dari gengsi dan daya beli masyarakat memang tinggi untuk mengikuti tren. Tapi yang ironis Bali ternyata belum mampu memenuhi  kebutuhan pasar ini. Para wirausaha muda kain tradisional sedang memikirkan ini.

Kedua, sore tadi mesti gabung dengan diskusi soal JKN. Kalau ini perihal pekerjaan, hehe. JKN ini soal yang serius, terlalu berat memikirkan ini. Tapi diskusi hari ini juga menarik. Salah satu yang hadir adalah ketua JKN watch. Serem ya. Emang iya, banyak orang gak paham haknya sebagai pengguna JKN, akhirnya ketika layanan kesehatan tidak melayani dengan maksimal mereka yang dirugikan. Seperti sebelum diskusi, aku ngobrol dengan salah satu wartawan yang ayahnya sudah pernah menggunakan JKN, tapi jaminan kesehatannya tidak bisa diklaim karena ada komunikasi yang tidak nyambung dalam prosedur rujukan. Akhirnya ia enggan lagi menggunakan JKN.

BPJS watch ini salah satu upayanya membantu pasien menggunakan haknya dan mendorong BPJS kesehatan mempunyai sisi yang bisa mengikat fasilitas kesehatan, memang kalau tergantung pemegang regulasi sepertinya gak selesa-selesai.

Oh ya, diskusi ini dilaksanakan di Kubu Kopi, camilannya lumayan lho. Tapi sayang, mas mas wartawannya gak ada yang ganteng. Hahaha *kemudian batal dilamar*

Benar-benar hari yang melelahkan

 

 

#33HariBagiCerita #6

Advertisements

3 thoughts on “Ngobrol Dimana Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s