berefleksi setelah Menonton My Stupid Boss

Hari Selasa minggu lalu tumben nonton film lagi dengan dua orang kawan baik saya

 

Ini bulan keenam setelah terakhir kali nonton. Pada saat terakhir itu kami nonton The Hunger Games : Mockingjay part 2, film yang sangat asing bagi saya. *bukan gak gaul, tapi gak mainstream* :-P. jadi, sepertinya bulan Desember lalu itu teman saya sedang terlalu stress dengan kerjaan kantornya. Ketika saya mengajak bertemu, karena waktu saya luang banget waktu itu, dia langsung mengajak saya nonton. Padahal waktu itu akhir pekan, dan saya tidak punya budget buat nonton. Tapi ternyata ditraktir, asikk.

Nah, minggu kemarin ini yang mengajak teman saya satu lagi. Dia mengajak dari jauhjauh hari sejak awal film ini tayang di bioskop Bali. Waktu itu masih Park 23 yang memutar filmnya, lalu aku menyarankan untuk nonton setelah ada di Bioskop di Denpasar saja. Menonton film ini memang tanpa ekspektasi, jadi tidak terbebani kalau pada akhirnya memang hanya seperti itu.

Film ini sebagian besar bersetting Malaysia. Diceritakan Bunga Citra Lestari yang berperan sebagai Diana mengikuti suaminya bertugas di Malaysia. Karena ingin memiliki kesibukan Diana lebih memilih bekerja daripada bergosip dengan ibu-ibu di apartemen tempat tinggalnya. Diana memutuskan mengambil kesempatan wawancara pada perusahaan teman suaminya, sebuah perusahaan mekanik juga melayani ekspor-impor. Perusahaan milik orang Indonesia yang berbasis di Kualalumpur.

Singkat cerita Diana diterima bekerja sebagai kerani alias kepala administrasi. Dia diterima setelah dua kandidat yang wawancara mengundurkan diri karena kegilaan Bossman, bosnya saat mewawancarai kandidat lainnya. Hari pertama bekerja Diana sudah dihadapkan pada ketidakberesan, ternyata para pekerja mekanik di perusahaan itu imigran gelap. Tidak berhenti sampai disitu, ternyata Bossman yang diperankan oleh Reza Rahardian ternyata suka menyuap pekerja beacukai, meskipun tidak berhasil. Bossman juga tidak membayar tepat waktu tagihan administrasi maupun tagihan yang berhubungan dengan bahan produksi perusahaannya. Pendek kata, Bossman adalah pengusaha, mungkin seperti sebagian besar pengusaha beneran yang mangkir dari banyak hal tetapi ingin untung sebanyak-banyaknya.

Diana merasa terbebani dengan sikap Bossman yang semena-mena, ditambah tidak adanya system yang baku dalam perusahaan tersebut membuat Diana seringkali menjadi korban. Setiap yang dikatakan Bossman harus segera dikerjakan sesibuk apapun karyawannya. Sementara pekerjaan lain yang membutuhkan rekomendasi darinya mesti menunggu dia hingga berlama-lama, padahal seringkali Bossman hanya sibuk menonton gossip artis Indonesia.

Diana harus tetap bertahan, karena di pekerja asing. Sebagai pekerja asing apabila ia bekerja tidak sesuai kontrak maka harus membayar uang penalty, begitu juga sebaliknya. Apabila perusahaan memecat Diana, perusahaan akan membayar sisa bulan Diana bekerja. Seperti itulah, akhirnya perang psikologis antara Diana dan Bossman pun dimulai. Diana melakukan hal yang sama menjengkelkannya kepada Bossman. Perang itu tidak dimenangkan oleh siapapun. Diana akhirnya menyerah dan memutuskan berhenti bekerja. Tetapi Bossman juga tidak menyerah, melalui Dika, suami Diana, ia merayu agar Diana mau bekerja kembali. Pada suatu ketika, Dianapun luluh. Diana kembali bekerja, dan Bossman tetaplah menyebalkan.

Jika kata teman film ini sangat payah, memang iya. Tapi menurutku ini seperti satire, versi lucu untuk menyindir para pengusaha. Mengeksploitasi karyawan dan tak memberikan kenyamanan dalam bekerja sama sekali. Yang aneh sih, kenapa karyawannya tidak berhenti saja, bahkan seperti Mr. Koo sampai betah bertahun-tahun gitu. Dipikiranku sih, mungkin perusahaan tidak memberikan banyak pilihan, pensiunan misalnya.

Yahh, acting Bunga Citra Lestari dan Reza Rahardian memang tampak payah dan dibuat-buat disini. Dengan menonjolkan logat Jawa Timuran Bossman, meskipun beberapa scene bikin ketawa tapi benar-benar tidak menjadi daya tarik lebih dari film ini. Tapi setidaknya film My Stupid Boss bisa menjadi refleksi. Kalau kamu bekerja pada tempat yang tidak bersistem dan kamu merasa dirugikan. Jika boss mu tidak mau memecatmu, maka pecatlah dirimu sendiri. Atau mulailah perang psikologis. HAHAHA

 

#33HariBerbagiCerita #5

Advertisements

3 thoughts on “berefleksi setelah Menonton My Stupid Boss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s