Terlalu Berpikiran Positif

Hari ini baca Kompasiana, kabarnya Jokowi menolak penandatanganan FCTC (Frameowrk Convention on Tobacco Control)

Kalau tulisan saya dibaca kawan-kawan yang satu aliran kesehatan masyarakat, mungkin akan mencibir saya. Tapi berbeda pendapat adalah soal yang biasa kan. Bahkan saat mahasiswa saya juga masih ikutan aksi damai pada saat hari tanpa tembakau sedunia kok. Tetapi, saat ini, tanpa dibayar pabrik rokokpun saya memiliki suara tidak mendukungFCTC.

Beberapa waktu lalu saat hari tanpa tembakau ada yang share video documenter tentang pekerja anak dalam industry tembakau. Aku belum memiliki data soal itu anak-anak yang dipekerjakan itu. Tapi bagiku agak sedikit berlebihan, dan kurang berlogika. Kalau misalnya anak-anak membantu keluarganya yang menjadi petani tembakau, apakah itu termasuk kategori memperkerjakan anak? Silakan jawab sendiri.

Apa sih sebenarnya FCTC? FCTC adalah sebuah system yang disetujui oleh berbagai Negara untuk mengendalikan tembakau. Bahaya tembakau ini memang sudah terbukti, sudah banyak kan ya penelitian terkait. Silakan cari sendiri. Tentu, saya setuju dengan poin-poin penting berkaitan dengan kesehatan dalam konvensi itu, misalnya harus ada lingkungan bebas asap rokok, edukasi, komunikasi, pelatihan dan kesadaran masyarakat dan lain-lain yang berhubungan kesehatan. Dan pada saat ini kita yang ada di kota-kota besar utamanya menikmati hasil perjuangan kawan-kawan pemerhati bahaya asap tembakau ini.

Saya tidak ingin menyurutkan perjuangan kawan-kawan pemerhati mengenai hal ini. Dan tentu saya juga tidak ada artinya untuk hal ini. Tapi satu hal, cobalah menanyakan pada nurani “mengapa sih banyak donatur yang ingin menyumbangkan dana mereka untuk mendukung ini?” apa sekadar ini memang penting diupayakan untuk menciptakan kesehatan dunia, tidak semata-mata seperti itu. Utamanya para donatur gerakan ini individu atau kelompok yang mendukung pasar bebas tentu saja. Lalu apa salahnya pasar bebas? Tidak ada memang. Salahnya adalah kita lahir di Indonesia yang kalah saing dalam banyak hal. Kalau kita tidak melindungi banyak hal yang direbutkan banyak Negara, ya kita Cuma akan menjadi pasar. Oleh karena itu berpositif thinking itu memang tidak harus pada semua hal. Dengan adanya perjanjian yang mengikat banyak Negara, seolah-olah sebagai perjanjian dunia yang sebenarnya menguntungkan segelintir orang.

Regulasi mengenai penanganan bahaya tembakau di Indonesia memang belum konsisten. Tapi yakin kok bisa dilakukan kalau para pejuang ini tanpa menandatangani FCTC pun. Perjuangan kalian tidak akan berhenti kan meskipun para funding mencabut grant mereka?

Karena Presiden masih menimbang mengenai hal ini, dalam artikel kompasiana dikatakan demikian “Prinsip FCTC ini Presiden memberikan arahan, empat prinsip utama dilakukan. Pertama, diminta seluruh jajaran menteri untuk meneken impor tembakau. Kedua menaikkan cukai tembakau impor, ketiga menaikkan cukai rokok, dan keempat mempersempit ruang bagi perokok,” ujar Pramono Anung. Sindonews.com 14/6/2016). Apakah tujuan para pemerhati kesehatan masyarakat masih jauh dari harapan kalau Presiden memang konsisten ingin melakukan arahan-arahan itu?

 

 

#33 Hari Berbagi Cerita #2

Advertisements

3 thoughts on “Terlalu Berpikiran Positif

  1. “Salahnya adalah kita lahir di Indonesia yang kalah saing dalam banyak hal.”

    Lahir di Indonesia gak salah kok, Mbak :). Namun, Indonesia kalah saing dalam banyak hal memanglah suatu masalah yang kita harus benahi bersama.

    Oh ya, empat prinsip utamanya bagi saya sudah sesuai: negara dapat pemasukan lebih banyak dari tembakau dan peluang menjadi perokok pasif semakin diperkecil.

    Semoga implementasinya bisa nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s