Kekuatan Remaja

Jatuh cinta itu biasa saja hanya berlaku untuk hal-hal tertentu

Saya sedang jatuh cinta dengan anak-anak ‘Bintang Pencerah,’ sekumpulan pendidik sebaya untuk anak- anak remaja yang dibentuk di Kecamatan Pakisjaya. Minggu lalu kami tidak mengadakan pertemuan dengan mereka, dan minggu sebelumnya saya tidak bisa hadir.

Sore ini seperti biasa kami melakukan pertemuan di kantor Kecamatan Pakisjaya. Sejak pelatihan Bintang Pencerah yang kedua, bulan Januari lalu, kami memang belum pindah tempat pertemuan sama sekali. Kami datang bertiga aku, dr. dian dan Mustafidz, sebelum dua orang lainnya menyusul.Anak-anak remaja ini sudah banyak yang berkumpul ketika kami datang. Ketika aku dan mbak Dian duduk di teras perumahan dinas camat, dua orang anak remaja menghampiri kami, namanya Laila dan Ani. Pertemuan sebelumnya mereka tidak datang, dari raut mukanya banyak yang ingin mereka tanyakan. tapi Karena kami harus pindah lokasi dan segera memulai pertemuan, kami tidak bisa memuaskan mereka.

Hari ini mbak Dian membawakan materi visi dan misi Bintang Pencerah dan aku membawakan materi tentang responsibility untuk sisa waktu yang ada. Karena audiens kami adalah remaja, kami mengakali dengan banyak permainan setiap memberikan materi. Mbak Dian mengawali dengan permainan mengidentifikasi diri, dua kertas berwarna pink dibagikan. Anak-anak diminta menuliskan baik dan buruk dalam tiap lembar, kemudian anak-anak diberi instruksi untuk meminta teman mereka mengisi kertas bertuliskan baik dan buruk mereka. Hari ini hanya 14 anak yang hadir, dari 40 an orang yang diberikan pelatihan. Kemudian ditanyakan hal-hal terkait organisasi yang mereka ikuti, hanya karena metode pembelajaran interaktif jarang sekali mereka dapatkan mereka sangat susah ketika diajak diskusi. Akhirnya mereka diajak melakukan permainan lagi, kali ini permainan angin bertiup. Setelah itu baru mereka mau merespon setiap diskusi.

Kemudian di akhir materi pertama waktu tersisa sangat sempit, akhirnya saya hanya memberikan games pengawal materi yang akan disampaikan pertemuan selanjutnya. Saya membagi mereka menjadi empat kelompok dan membagikan beberapa perlengkapan seperti koran, kardus, lidi dan telur. Jadi mereka saya instruksikan untuk membuat media untuk telur yang dijatuhkan dari ketinggian kurang lebih 80 cm agar tidak retak. Keempat kelompok juga saya instruksikan untuk membagi tugas antar anggota team. Pada giliran pertama kelompok empat membuat media dan tidak berhasil, berikutnya, kelompok dua mengalami hal yang sama dengan media yang tidak jauh berbeda. Selanjutnya dengan sedikit modifikasi kelompok 1 dan 3 berhasil membuat telur tidak retak.

Inside dari permainan ini sebenarnya ada beberapa hal yaitu terkait kreativitas, team work, leadership dan tanggung jawab, nah saya ingin menitikberatkan pada tanggung jawab tersebut.

Perjalanan Panjang

Remaja bintang pencerah yang kedua ini merupakan perjalanan panjang. Dari mulai kami hanya meraba-raba memberikan materi alakadarnya pada bintang pencerah yang pertama hingga saat ini kami punya silabus. Awalnya setiap pertemuan seringkali improvisasi dari pengetahuan kesehatan umum terhadap para remaja ini.

koordinator program mula-mula juga belum punya konsep yang matang terhadap diklat dan materi keseluruhan yang akan disampaikan. Ia hanya memberikan masukan terkait materi-materi kesehatan remaja, akhirnya setelah diskusi panjang kami sepakat memberikan materi kepemimpinan dan juga motivasi-motivasi, karena kami berharap ketika kami sudah selesai bertugas nanti anak-anak remaja ini tetap melakukan tugasnya sebagai pendidik sebaya mereka. Begitujuga setelah selesai diklat dan kami sedang merencanakan materi yang akan dimasukkan kedalam silabus, dan kami tetap sepakat pemberian full materi kesehatan umum akan membuat mereka kebosanan dan terseleksi oleh alam lebih cepat.

Anakanak Satap

Anak-anak yang sering hadir di pertemuan ini merupakan anak-anak yang kami seleksi dari semua SMP yang ada di Kecamatan ini, ada lima sekolah menengah yang mengikuti yaitu dari SMPN 1, SMPN 2, mts anwarul hidayah, mts matlaul anwar dan SMP satu Atap. Alasanya sederhana, kami tidak bisa memberikan secara langsung informasi kepada semua anak-anak sekolah disini, jadi kami perlu perpanjangan tangan.

Kelompok pendidik sebaya ini dibentuk karena kasus kehamilan remaja di daerah ini sangat banyak, anak-anak yang ketahuan pacaran akan segera dinikahkan. Sementara kasus kematian ibu dan bayi juga masih sangat tinggi. Anak-anak remaja ini sah menikah dibawah tangan, sementara itu saat mereka harus melahirkan di usia muda mereka tidak bisa mengakses jaminan kesehatan karena belum memiliki kartu identitas. Melalui bintang pencerah selain memberikan kegiatan yang bermanfaat juga memberikan pengetahuan kesehatan reproduksi pada mereka dan menyebarkan kembali informasi kepada teman-temanya yang lain.

Dalam proses seleksi ini kami datang ke semua sekolah menengah, kami memberikan sosialisasi kepada siswa kelas satu dan dua. Kelas tiga tidak ikut karena mereka akan segera ujian. Animo dari guru dan siswa sendiri juga beragam, di satu SMP kami benar-benar menemukan sekolah yang cuek dengan kegiatan extra seperti kegiatan kami, anak-anaknya pun kurang simpatik terhadap kami. Tapi di satu sekolah kami benar-benar menjadi bersemangat sekali disambut oleh para siswa mereka dengan banyak pertanyaan yaitu di SMP satu atap.

Sebelum kami melakukan sosialisasi di kelas kami diingatkan oleh para guru terkait betapa bandelnya siswa-siswa mereka. Bahkan salah satu guru bercerita ia pernah dibuat menangis oleh para siswanya saat awal-awal mengajar. Siswa dan masyarakat lain pun mengatakan hal yang sama, sekolah satap itu sekolahnya anak-anak nakal. Diluar dugaan kami, ternyata anak-anak itu hanyalah anak-anak yang tak puas dengan metode pembelajaran umum, mereka adalah anak-anak yang harus dipuaskan dengan jawaban dan diskusi. Setelah sosialisasi kami melakukan seleksi melalui fgd terkait tema-tema yang telah kami tentukan. Di SMP ini kami melakukan seleksi paling ketat antar pesertanya dan kami meloloskan siswa dengan proporsi paling banyak.

Saat diklatpun mereka juga tidak mengecewakan, memang tidak datang semua, tapi dari sekolah ini tetap yang paling banyak hadir dibanding sekolah lainnya. Saat diskusi kelompokpun mereka juga mendominasi sekolah lainnya, dan saat harus presentasi anak-anak ini mengajukan diri sukarela dan tidak malu-malu. Meskipun presentasi mereka jauh dari sempurna, paling tidak mereka sudah belajar lebih maju dibanding teman-teman sebayanya yang lain.

Terkait SMP satap ini, sesungguhnya memang tidak boleh dipandang sebelah mata. SMP Satap ini dibentuk oleh mantan Presiden SBY untuk wilayah-wilayah yang untuk mengakses pendidikan menengah yang cukup jauh. Untuk mengurangi angka putus sekolah dibentuklah sekolah Satap di beberapa daerah di Indonesia. Di Pakisjaya sendiri, Satap dibangun di satu desa, namanya desa Tanjung Pakis. Desa ini merupakan daerah pesisir yang cukup jauh untuk mengakses sekolah menengah, anak-anak di daerah tersebut dulunya akan mengikuti orang tuanya menjadi nelayan selepas sekolah dasar. Sampai sekarang hal yang sama juga masih terjadi meskipun tidak sebanyak sebelumnya.

Yaa, anak-anak Satap ataupun yang lainnya ini memang tidak boleh diremehkan, apalagi kekuatan jika mereka maju bersama-sama. Kami menaruh harapan besar pada mereka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s