Tunjukkan Aksi, Mulai Bakti

Halooo, baru bisa menulis lagi tentang kelanjutan cerita Pencerah Nusantara.

Saat ini sudah resmi menjadi bagian dari Pencerah Nusantara lho, Horaay. Saat mengikuti Direct Assesment setelah lolos seleksi tahap I sih optimis bakal lolos ke tahap berikutnya. Tidak ada alasan khusus sih, Cuma modal pede banget aja. Padahal persaingan ketat banget, dari sekitar 90an peserta seleksi tahap 2 yang akan lolos hanya 35 orang. Apalagi waktu itu yang barenganku tes itu pemuda-pemuda kece, lebih muda dari aku dan lebih hebat tentunya. Enggak minder sih, tapi waktu itu ngerasa berada di tahap itu sudah merupakan suatu kebanggaan tersendiri, berada pada tahap berikutnya akan menjadi sesuatu yang lebih.

Setelah tes tahap II itu tentu aku semakin rajin online dan cek akun twitter pencerah nusantara, beberapa hari berikutnya juga mendapat email bahwa pengumuman maksimal akhir Juli 2014. Tapi sayangnya aku tidak baca kata “maksimal” nya. Nah, pada hari pengumuman itu tumben banget aku gak cek twitter @PencerahNusa sejak malam sebelumnya, baru siang-siang habis kelar kerjaan kantor cek, dan ternyata sudah pengumuman. Rasanya seperti kecolongan, seperti mendapatkan sesuatu tanpa aba-aba gitu, karena namaku ternyata tidak ada dalam daftar 35 orang itu.

Beberapa teman yang ikut tes bareng juga tidak muncul namanya, tapi lebih banyak yang muncul sih. Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kecewa, sedih, malu juga karena terlalu pede dan gak tahu harus bikin apa setelah itu. yah meskipun bukan berarti dunia telah berakhir sih. Pokoknya hari-hari berjalan melambat dan tidak bersemangat. Sampai rumah hanya kepikiran telepon Pacar dan nangis, malamnya masih nangis juga di depan sepupu, habis itu harus ketemu saudara yang baru datang menginap dengan kondisi mata sembab. Malamnya ibu sampai gak berani tanya kenapa. Tetapi untungnya waktu itu segera disusul liburan Idul fitri.

 

Sebuah Kejutan

Untuk menghibur diri, saat liburan Idul Fitri melarikan diri ke rumah sepupu, menenggelamkan diri bersama kanak-kanaknya yang masih lucu. Di sana juga ngobrol-ngobrol untuk rencana berikutnya dengan paman dan bibi. Paman dan bibi cukup prihatin dengan kondisiku yang tampak frustasi hari itu. Liburan itu rencananya untuk pemulihan gitu. Tetapi hal yang tak terduga datang tiba-tiba, Pagi 28 Juli ketika baru bangun tidur aku mendapatkan email kelulusan sebagai Pencerah Nusantara dan bersama itu pula dilampiran beberapa file kesepakatan dan diminta menyiapkan berkas-berkas untuk mengikuti training di Jakarta. Setelah minta konfirmasi ke salah satu pemegang program di Pencerah Nusantara ternyata informasi itu benar, aku masuk daftar cadangan. Karena ada beberapa yang mengundurkan diri, namaku jadi yang naik gitu, seorang teman satu kamar waktu tes juga mengalami hal yang sama. Rasanya seperti mimpi, episode nangis-nangisan hari sebelumnya rasanya sesuatu yang gak penting banget.

Setelah itu, episode menyelesaikan semua urusan yang belum rampung menjadi bagian yang cukup menguras energi sebelum keberangkatan. Aku hanya punya waktu efektif untuk melakukan semuanya sekitar seminggu dari mulai persiapan berkas hingga resign dan mencari pengganti serta sedikit melakukan training pada penggantiku, agak keteteran juga. Dan yang menjadi korban tentu saja Asti, sahabat sekaligus admin di tempat kerjaku yang lama (maaf ya ciin). Dua hari sebelum keberangkatan, saat urusan kantor selesai baru bisa mengurus keperluan pribadi dan pamitan-pamitan ke keluarga, sayangnya gak bisa pulang kampung dan nyekar ke makam bapak karena mepet banget. Dan petualangan dimulai.

 

Training dan Penempatan

Membawa bekal yang pas-pasan dan berhutang tiket pada ibu (sampe sekarang belum dibalikin, hehe anak nakal) akhirnya tiba di Jakarta untuk mengikuti training sebelum dikukuhkan menjadi bagian dari Pencerah Nusantara. Trainingnya sekitar lima minggu. Dan training ini merupakan awal dari hari-hari melelahkan. Pelatihan ini diawali dengan pelatihan akmil, kami berangkat ke tempat pelatihan di Magelang pada hari kedua training. Kami berangkat kesana menggunakan kereta api, dan itu adalah pertama kalinya aku naik kereta. Kami mendapatkan pelatihan kepemimpinan, wawasan kebangsaan hingga survival disana. Pelatihan berlangsung seminggu, dan kembalilah kami ke Jakarta. Kami menginap di wisma Listrik dan energi Baru Taman Mini Indonesia Indah, tetapi tempat training kami berpindah-pindah, mulai dari Ilmu Kesehatan Komunitas UI, RSCM, bagian Ilmu Kesehatan Anak UI dan kadang di Taman Mini juga.

Saat harus pelatihan di luar TMII kami harus bangun pukul 04.00 dan sudah siap pukul 05. 30 agar tidak kena macet jalanan Jakarta, sorenya kadang tiba di penginapan hampir maghrib kalau kena macet. Malamnya kami masih ada sesi diskusi tamu atau diskusi Fasilitator, kadang masih ada penugasan dari training dan maam kami maksima harus tidur pukul 23.00. paling menyenangkan kalau trainingnya di TMII saja, terbebas dari kemacetan yang cukup melelahkan mata. cukup melelahkan, dan kami tidak punya hiburan selain masing-masing peserta yang saling menguatkan *halah. Ponsel dan modem kami dikumpulkan, setiap akhir pekan baru bisa digunakan. Hingga saat akhir-akhir training kami semua sudah mendekati gila, saat istirahat kadang sok pura-pura teleponan, saat melintasi kaca-kaca besar kami pura-pura bergaya seperti foto. Gitulah.

Seperti itulah kami ditempa, materi training yang kami terima memang cukup padat dan itu semua sangat kami perlukan di lapangan. Materi training beragam mulai dari kesehatan komunitas, gizi dan kesehatan anak, kegawatdaruratan, advokasi, manajemen lapangan, keragaman budaya, penelitian kualitatif maupun kuantitatif dan masih banyak lagi. tapi yang lebih bermanfaat dari itu semua, kami bertemu orang-orang keren dan pemateri-pemateri training yang keren. Kami berdiskusi banyak dari mulai hal-hal gak penting sampai hal-hal yang memang krusial. Dan memang kami semua sebagai pencerah nusantara angkatan ke III mempunyai tugas yang berat, kami akan meninggalkan daerah penempatan setahun yang akan datang, harapannya kami bisa menutup itu dengan elegan dan orang-orang di daerah penempatan masing-masing bisa melanjutkan program kami. Hingga akhirnya tiba hari pelantikan, bagiku hari yang mengharukan, pada waktu pelatihan ada desas-desus diantara kami ada yang tidak akan diberangkatkan alias gugur, tapi hari itu kami semua berdiri disana. Kami disalami satu persatu oleh Prof. Nila Moeloek sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGS dan Mbak Diah Saminarsih sebagai asistennya yang mengambil bagian paling banyak dalam Pencerah Nusantara. Setelah itu kami semua menerbangkan balon harapan untuk setahun kedepan.

Bersama Fasil menjelang keberangkatan

Bersama Fasil menjelang keberangkatan

Dua hari setelah itu, kami semua siap menuju penempatan masing-masing, diawali dengan Tim Mentawai yang mengejar kapal menuju pulau kecil itu. kemudian disusul tim kami, Karawang, dan kesokannya lima tim yang lain berangkat bersama-sama menuju bandara.

Dan, saat ini, posisiku sudah ada di daerah penempatan di Karawang. Kami sudah tiga minggu disini. Sudah mulai bisa menyesuaikan dengan kondisi seminimal mungkin, mulai dari air bersih, kendaraan, berbagi ruangan, kondisi jalanan, akses yang jauh dengan segala kemewahan yang biasa kudapatkan di Denpasar, berjibaku dengan orang-orang yang kolot, pesimis, dan ada pula yang terlalu besemangat tetapi minim action, berbenturan dengan program-program yang mentok di dana maupun karena emang pemegang programnya males, ketemu dengan segala realita yang sulit diterima dengan akal sehat, dan banyak hal. Tetapi kami yakin, di tengah cahaya yang redup masih ada pemantik yang bisa kami nyalakan.

Menjadi bagian sebagai pencerah nusantara adalah menjadi bagian dari gerakan sosial, kami dikiri ke tujuh penjuru bukan untuk menjadi superhero yang bisa merapikan benang kusut permasalahan kesehatan. meskipun begitu, semoga hal-hal yang akan kami lakukan setahun kedepan tidak hanya bermanfaat untuk kami, tapi juga orang-orang di sekitar kami.

 

 

Karawang, 12 Oktober 2014

Hore, weekend J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s