Posted in October 2014

Stoviamu, Tirto

Tirto… Tirto… Tirto.. Aku disini, di Salemba UI, kampus Stovia. Seperti De Javu, seperti pernah berada disini dan hanyut disini. Aku teringat dokter Jawa yang ceramah, aku belum tahu siapa sesungguhnya dokter Jawa itu. aku membayangkan dokter Jawa itu memberikan ceramah untuk para calon dokter disini, engkau dan Ang San Mei mu yang entah ada … Continue reading

Kepergian

Suatu hari pada sebuah pertemuan : kemana kita akan pergi setelah meninggal? Jika kamu percaya bahwa hidup ini sebuah siklus lahir-tumbuh-tua-mati dan terlahir kembali, aku akan mudah menjawabnya untukmu. Tetapi pertanyaanmu adalah kecemasan. Malam telah tiba, di sebuah pantai yang kita kunjungi beberapa hari sebelumnya. Angin pantai meniupkan kecemasan itu padamu tanpa berarti sebuah pertanda. … Continue reading

Tunjukkan Aksi, Mulai Bakti

Halooo, baru bisa menulis lagi tentang kelanjutan cerita Pencerah Nusantara. Saat ini sudah resmi menjadi bagian dari Pencerah Nusantara lho, Horaay. Saat mengikuti Direct Assesment setelah lolos seleksi tahap I sih optimis bakal lolos ke tahap berikutnya. Tidak ada alasan khusus sih, Cuma modal pede banget aja. Padahal persaingan ketat banget, dari sekitar 90an peserta … Continue reading

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas : Perihal burung yang tak bangun-bangun

  “Kehidupan manusia ini hanyalah impian kemaluan kita. Manusia hanya menjalaninya saja.”     Ini adalah novel pertama Eka Kurniawan yang kubaca hingga selesai. Novel pertamanya Cantik itu Luka yang diterbitkan ulang tahun 2012 lalu tak sampai setengah isi buku kubaca, sedangkan novel Lelaki Harimau saya belum pernah menemukan. Alasan gak selesai karena plot-plotnya njelimet, … Continue reading