Jangan Berakhir dulu Juni

Halo Juni yang hampir berakhir.

Lama tidak nyampah di blog yang ternyata telah berumur lima tahun ini. Dari segi isi, blog ini tidak ada kemajuan yang berarti. Pengen nulis serius, kadang terlalu serius, mau nulis guyonan bermutu ternyata saya susah tertawa sejak dalam pikiran. Mau nulis perjalanan-perjalanan kemarin, keburu lupa karena kesibukan-kesibukan yang seharusnya tak disibuki * halaahh.

Catatan-catatan yang tersimpan di dekstop serba nanggung untuk diselesaikan atau di post di blog. mulai dari akhir tahun lalu maunya nulis tentang keputusan menteri kesehatan terkait HIV dan AIDS  yang kemudian salah satunya dituangkan dalam program SUFA (Strategi for Use ARV), terus ternyata sekarang setelah enam bulan program SUFA terhambat karena pasien Odha juga belum bisa cek CD4 atau cek viral load. kemarin sih Dinkes Prov. Bali membantu pendanaan tes CD4 tapi katanya belakangan belum bisa digunakan lagi. Terus tes viral load belum ada kabar.

Kemudian awal tahun lalu berencana menulis cerpen sama Ria Medisina, tapi si Ria keburu diangkat sebagai pegawai BPJS *halaahh. Tapi serius, tahun ini mau bikin beberapa cerpen dan di PDF kan lalu dibagikan gratis, hahaha. Kemudian setelah setahun setengah lebih rasanya sudah kehabisan hal-hal yang pengen disampaikan kepada dampingan. Ternyata setelah workshop akhir bulan Mei lalu terindikasi gejala burnout. bukan gejala lagi sih, udah burnout tingkat empat. Onyii, aku gantian pengen didampingi sama kamu dong 😛

Tentang ego-ego yang runtuh. Belakangan ngobrol dengan dr. Virsa, kebanyakan tentang beasiswa sih. Nah, ternyata gak semua orang opportunis kok, buktinya ada yang menolak beasiswa karena ia merasa kurang cukup diri, terutama untuk penguasaan bahasa. Ada yang ga jadi ambil beasiswa karena masih berpikir kedepannya ia akan menjadi apa dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya itu. Gitulah kira-kira

Tentang perjalanan ke Sumbawa yang tidak direncanakan. Ayah kak Dedy meninggal akhir bulan lalu. Kehilangan seringkali meninggalkan kepedihan dan kadang bikin merasa bersalah juga karena belum bisa melakukan banyak hal. Tapi kehilangan sekaligus menguatkan dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih berkualitas karena kita ingin menjadi lebih dari seseorang yang hilang itu. *halaah. seperti katamu, ia tetap hidup dalam dirimu honey. eaa

Dan, belakangan juga nulis tentang Dolly kok, cuma gak heboh soal pemilu. soal Dolly, mungkin kalo ikutan gaya Sudjiwo Tedjo begini, Mungkin kebutuhan-kebutuhanmu yang biasa dikirim dari jawa akan terlambat datang Cuk, sopirnya betah di Pantura #bukanstigmauntuksopircukkkk

Baiklah, mungkin saya emang butuh piknik pertengahan tahun ini agar bisa menulis sedikit lebih berkualitas. Dan saya sedang menunggu kabar baik awal Juli ini

 

 

#kantor, menjelang pulang. Asti udah nunggu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s