Membaca Tan Malaka

Apa bacaan pertama mu tentang Tan Malaka? Madilog? Hahaha. Bacaan yang susah dimengerti untuk pembaca pemula. Setelah membaca pacar merah, mungkin akan sedikit memberikan pencerahan tentang Tan Malaka, bapak bangsa yang terlupakan.

Tentang pacar merah 1 belum pernah membaca, baru yang kedua. Dari buku ini kita akan membaca sepak terjang anak bangsa dalam kancah internasional. Membayangkan Pacar merah Cs, Pacar merah, Alimin, Musso, Darsono, Cyprus dan Semaun. Mereka adalah kaum terpelajar yang jauh melampui orang-orang yang ada di negerinya saat itu. Bayangkan, saat orang-orang kelaparan dan sibuk mengurusi diri masing-masing, mereka sudah memikirkan untuk membantu perjuangan dunia. Orang-orang menyebut mereka berjihad, tetapi mereka tidak buta dalam berjihad. Keyakinan sama rata sama rasa menyatukan cita-cita mereka.

Membaca pacar merah, seperti membaca petualangan, antara percaya dan tidak. Ada orang-orang yang bisa menyamar menjadi banyak wajah, bahkan bisa lolos saat terjepit sekalipun. Seperti cerita-cerita dongeng. Matu mona mempercantik cerita dengan kehadiran Agnes paloma dan Marchelle. Jika benar mereka ada, sungguh besar hati para perempuan-perempuan itu. Agnes yang masih dua puluh dua tahun itu terjebak dalam cinta tanpa batas dengan pacar merah. Mungkin Agnes Paloma adalah nona Carmene, perempuan Filipina yang dekat dengan Tan Malaka seperti yang diceritakan pada buku seri Bapak Bangsa Tempo. Pacar merah yang katanya susah memiliki kekasih setelah ditolak cinta pertama nya itu tidak mengakui sikap dinginnya teradap perempuan. Ia mengambarkan hatinya adalah api, ia tak ingin terbakar dengan perasaannya. “tidak, hatiku bukan terbuat dari batu-melainkan api! Jangan sampai ada angin berhembus sekecil aapun, jika ada maka ia akan menyala besar. Dalam api itu terpendam kesetiaan, keksatriaan, kejantanan, kecintaan dan tanggung jawab! Agnes pilih salah satu diantara dua!” Hati perempuan mana yang tidak akan terharu mendengar hal demikian?

Bagi generasi baru Pacar Merah mungkin hanya dongeng. Ia tidak pernah diceritakan dalam sejarah-sejarah umum. Ia yang terlalu banyak mengambil peran dalam sejarah dunia saat itu, membuat ia terus diburu. Meskipun begitu Matu Mona menuliskan Pacar Merah Indonesia tidak seserius yang anda bayangkan. Ia bahkan menuliskan kekonyolan tentang Pacar Merah Cs yang memiliki ilmu gaib. Meskipun apabila kenyataannya memang demikian, tetaplah lucu. orang-orang yang digambarkan memiliki pemikiran logis yang jauh kedepan dekat dengan hal-hal yang berbau mistik. Seperti membaca dongeng bukan? Tapi ini sejarah.

 

 

 

Denpasar, 1 April 2014

Semoga bulan yang mengawali segalanya 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Membaca Tan Malaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s