Before Midnight, Tetap Romantis

“Jangan buang terlalu Banyak waktumu untuk Cinta yang Romantis, persahabatan dan kerja lah yang membuat kita paling Bahagia.”

Juni 2013 ini before midnight selesai dirilis. Film ini merupakan kelanjutan dua sekuel film sebelumnya, Before Sunrise dan Before Sunset. Jika dua sekuel sebelumnya menceritakan tentang perpisahan Celline dengan Jesse. Film ini menceritakan tentang posisi mereka yang justru menjadi sangat sulit ketika telah bersatu. Tetapi flm ini tetap bercerita tentang perpisahan, perpisahan Jesse dengan putra dari hasil pernikahan pertamanya. Diawali dengan mengambil latar airport Jesse berbincang dengan putranya Henry, yang akan kembali ke Chicago setelah liburan musim panasnya. Hampir mirip suasana akhir film before sunrise yang mengambil latar stasiun. Sepertinya tidak dapat dielakkan Airport atau stasiun memang ruang-ruang yang menimbulkan jarak dan perasaan sentimentil antara kedua orang yang akan terpisah.

Jesse berpisah dengan Henry setelah sebelumnya Henry mengungkapkan itu liburan musim panas terbaiknya. Dalam perpisahan itu Jesse memotivasi Henry untuk dapat bermain musik dan menyukai olahraga. Ia akan datang dalam pertunjukan pertama dan pertandingan sepak bolanya nanti. tetapi dari situ malah ia mencium ketidakharmonisan hubungan Henry dengan ibunya. Henry tidak ingin Jesse datang pada saat hari-hari khusus, karena ibunya sangat membenci Jesse. Henry takut itu akan membuatnya menjadi tegang

Celline dan kedua putri kembar mereka yang sedang tertidur menunggu di mobil. Celline tampak sibuk menerima telepon terkait pekerjaannya, ia menjadi aktivis. Keluarga kecil itu kemudian melanjutkan perjalanan untuk liburan musim panas mereka. Di perjalanan Celline mengungkapkan pada Jesse bahwa ia akan mengambil pekerjaan yang menurutnya penting untuk ia tangani. Jesse mengingatkan kalau pekerjaan itu akan berkaitan dengan pemerintah, berkaitan dengan orang-orang yang selama ini sistem kerjanya tidak mereka suka. Mereka juga membicarakan percakapan-percakapan kecil seolah mereka memang keluarga harmonis. Membicarakan tentang liburan itu dan masa kecil Celline. Hingga Jesse mengatakan rasa bersalahnya karena tidak mendampingi Henry saat ia memasuki usia remaja, ia merasa menjadi ayah yang buruk. Celline membesarkan hati Jesse, bahwa ia ayah yang baik untuk anak-anak mereka. Ia juga menawarkan untuk menggunakan kekuatan hukum lagi untuk mengambil hak asuh Henry. Jesse tidak setuju tentang hal itu, dan Celline merasa posisinya terancam. Menurut Celline secara tersirat suaminya mengajak pindah ke Chicago. Ini menjadi awal konflik dalam film ini.

Dalam dua sekuel sebelumnya sepanjang durasi film hanya diisi percakapan dua orang, tetapi dalam before midnight ada warna lain. Ada percakapan antara kedua pasangan ini dengan beberapa pasangan lain saat mereka diundang untuk liburan musim panas. Undangan itu dari Patrick, seorang penulis. Percakapan mereka tidak kalah cerdas dari sekuel film sebelumnya. Percakapan itu terjadi saat mereka makan siang bersama. Mulanya mereka saling mengucapkan terima kasih atas pertemuan pada musim panas itu.

Diawali dengan Jesse yang memberikan ucapan terima kasih atas undangan Patrick, kemudian disusul cucu Patrick yang berterima kasih karena Anna kekasihnya turut diundang dalam liburan itu. Anna dan cucu Patrick adalah pasangan yang melakukan hubungan jarak jauh. Untuk mengatasi jarak mereka menggunakan skype untuk berkomunikasi. Sebelum tidur mereka meletakan laptop di bantal masing-masing dan tidur bersama. Kawannya yang lain, Sthepanos, menimpali dengan sebuah analogi sebagai seorang antropolog yang tertarik dengan dunia maya pada level teoritis. “untuk mengetahui kebiasaan seks dalam waktu dekat bukan lagi seperti memasukkan sesuatu di alat kelaminmu, tetapi kau akan berhubungan seksual dengan siapapun yang kau pilih sesuai program pilihanmu. Dengan mengetik apa yang kau inginkan, misalnya Marily Monroe akan berbisik di telingamu.”

Cucu Patrick setuju dengan pernyataan itu, tetapi Anna menyangkal. ia menyatakan hal seperti itu hanya terjadi pada hal-hal tertentu, “dan kau penulis. Bagaimana perasaanmu ketika komputer dapat menulis sebuah buku yang lebih baik ketimbang ‘war and peace’.” Patrick lebih tidak setuju lagi, “itu tidak akan terjadi,” lebih tepatnya ia ingin menyatakan jika mungkin, kapan hal itu akan terjadi. Jesse menimpali bahwa manusia tidak akan dikalahkan oleh mesin. Celline dengan rasa kemanusiaanya tidak setuju dengan apa yang dikatakan Sthepanos. Ia mengungkapkan tentang teknologi seringkali memang tidak manusiawi.

Percakapan mereka berlanjut tentang bagaimana pertemuan Jesse dan Celline. Mereka yang pertama kali bertemu di sebuah stasiun di Wina dan akan bertemu lagi di sana akhirnya bertemu lagi di Paris. Saat launching buku Jesse di Paris. Jesse sudah beristri dan mempunyai anak. Setelah 18 tahun terpisah akhirnya mereka bersatu kembali dan memiliki putri kembar yang lucu-lucu. Tetapi tak pelak Celline mengungkit apa yang terjadi saat perjalanan menuju tempat itu. Ia mengatakan kurang lebih, setelah mereka bertemu dan Celline akan mendapatkan job yang selama ini ia sangat ingin terlibat tiba-tiba Jesse akan mengajaknya ke Chicago. Percakapan mereka berlanjut tentang Gender hingga tentang Cinta yang abadi. Bagaimana yang menjadi prioritas antara seorang perempuan dan laki-laki, dan warna cinta.

Selesai makan siang itu Celline dan Jesse mendapatkan kesempatan istimewa menginap di hotel. Putri kembar mereka Nina dan Ela akan dijaga oleh Stephanos dan Andriana. Celline mengungkapkan akhirnya mereka bisa bersama, berjalan dan melakukan percakapan tentang hal-hal diluar jadwal bekerja dan menyiapkan makanan tanpa suara kaki kecil di belakang mereka. Adegan kembali seperti ciri utama trilogi film ini, hanya percakapan antara dua pasangan ini. Selama menuju hotel mereka mampir ke sebuah kapel dan menikmati senja bersama di pantai.

Malam harinya mereka menuju tiba di hotel. Mereka akan menikmati hal yang tak biasa itu, dan Jesse menganggap terlalu istimewa. Mereka akan menghabiskan sepanjang malam hanya berdua. Saat akan mulai bercinta tiba-tiba telepon genggam Celline berbunyi. Telepon itu dari Henry, yang mengabarkan ia sudah tiba di London. Ia tidak menyerahkan telepon itu kepada Jesse dan menutup telepon sambil mengatakan “good luck with your mom.” Jesse tidak suka dengan kalimat itu meskipun Celline hanya bermaksud bercanda. Dan pertengakaran mereka semakin panas, Jesse merasa bersalah terhadap putranya sementara Celline merasa dipojokkan karena mengucapkan hal yang menurut Jesse akan membuat Henry bertambah tertekan .

Pertengkaran mereka meluas hingga ke arah peran gender. Jesse hanya menimpali apa yang dirasakan Celline adalah seperti feminis yang menderita terlahir dalam kelas menengah Paris dalam perkubuan Sorbonne di era post-feminisme. Keduanya sepakat Henry akan tumbuh dengan baik jika bersama mereka, tetapi sayangnya mereka tidak punya pilihan. Mereka tidak dapat membawa Henry ke Paris, sementara Celline juga tidak mau pindah ke Chicago. Pertengakaran mereka juga membahas pekerjaan Jesse sebagai penulis yang bisa dilakukan sewaktu-waktu, bahkan saat liburan seperti itu. Sementara Celline merasa ia harus bekerja (formal), mengurus anak dan kegiatan rumah tangga lainnya. Ia bahkan melakukan tugas domestik semacam itu bahkan saat Jesse tidak ada di rumah karena ada acara yang berhubungan dengan Univeritas atau tur buku nya. Jesse selalu berusaha mengerti kondisi Celline yang sedikit tertekan memiliki peran domestik sekaligus harus berkarir. Dan ia tetap (berusaha) romantis dalam suasana pertengkaran mereka. Tetapi setiap mereka akan membuat solusi permasalahan mereka, Celline seperti perempuan-perempuan pada umumnya, mengungkit hal-hal yang telah lalu dan merasa paling berkorban dalam suatu hubungan.

Celline akhirnya meninggalkan Jesse di kamar. Ia marah dan menyendiri tapi Jesse menyusul dan merayunya. Seperti adegan paling keren di Before Sunrise saat mereka berdua mencoba saling merayu dengan pura-pura menelepon kawan mereka masing-masing. Jesse berpura-pura membacakan surat, ketika membacakan surat itu mereka berumur 80 tahun. Jesse memuji Celline dengan kata-kata puitis, tetapi Celline semakin marah. Tetapi akhirnya Celline melunak dengan penjelasan Jesse.

Bagaimanapun setelah mereka bersatu bukan berarti mereka bahagia selamanya. Jesse yang sudah pernah menikah sebelumnya menjadi permasalahan tersendiri karena kehadiran Henry. Akhirnya dalam Before Midnight ini terjawab ketakutan-ketakutan mereka tentang pernikahan seperti di Before Sunrise. Celline seorang yang idealis mencoba menjalani hidup dengan sempurna. Menyeimbangkan kehidupan sebagai aktivis dan tetap mengutamakan keluarga. Tetapi keadaan itu membuatnya tertekan dan melampiaskannya pada permasalahan-permasalahan rumah tangganya. Namun Jesse tetap menjadi seorang realistis dan romantis, dan seringkali humoris. Ia menjadi idealis dengan caranya sendiri.
Film ini tetap keren dan romantis, meskipun tidak banyak percakapan mereka tentang hal-hal serius lagi. Berkeluarga mungkin memang rumit, waktu mereka banyak tersita untuk memikirkan hal-hal lain untuk kelanggengan sebuah hubungan.

PS: saya kalimat-kalimat yang saya kutip terjemahannya agak kacau, jadi mungkin saja maksudnya lain dan tidak sesuai. sekian

Advertisements

2 thoughts on “Before Midnight, Tetap Romantis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s