Bukan Sekadar Morning Glory

“Orang-orang sudah lama mendebatkan Berita dan Hiburan…”

Jangan berpikir negatif dulu membaca judul diatas, ini memang bukan sekadar morning Glory. Ini tentang kemuliaan pagi orang-orang di balik layar sebuah acara televisi pagi. Sebuah drama berlatar kota New York, tidak jauh-jauh dengan tema drama bersetting Amerika umumnya terkait karir sebagai permasalahan masyarakat urban.

Becky Fuller diperankan oleh Rachel Mc. Adams adalah seorang Eksekutif Produser di sebuah acara televisi pagi “Today.” Becky yang sudah bekerja selama delapan tahun itu harus menjadi korban penciutan karyawan, karena stasiun televisi tempatnya bekerja membutuhkan seorang eksekutif produser senior berlatar pendidikan S1 dan jurnalis.
Becky merasa dunia broadcast sudah menjadi bagian dirinya, itu cita-citanya sejak dia dan ayahnya menjadi pengagum berat Mike Pameroy, seorang jurnalis kawakan. Bahkan sepanjang menjalani aktivitas tersebut Becky mempertaruhkan segala kepentingan pribadi termasuk kencan, karena dia harus siap siaga dan tidak boleh ketinggalan berita apapun dari “smart” phonenya. Becky juga harus bangun pukul 02.00 dini hari untuk mempersiapkan siaran pukul 05.00 pagi setiap hari. Ibunya yang merasa prihatin pada suatu adegan mengatakan menyesal telah membiarkan harapan yang diberikan ayah Becky, “kau punya cita-cita itu bagus, saat usiamu 8 tahun itu terdengar manis sekali, saat usiamu 18 tahun itu memberikan inspirasi, saat usiamu 28 tahun itu memalukan, aku ingin kau berhenti sebelum kita kecewa.”

Becky yang kehilangan pekerjaan tidak putus asa dan bisa meyakinkan produser untuk memegang salah satu acara televisi pagi “Day break,” di sebuah stasiun televisi yang lain. Day break adalah salah satu acara pagi yang telah dipandang sebelah mata oleh masayarakat kota New York, ratingnya sedang menurun, dan jika selama beberapa bulan ratingnya tidak naik akan diganti dengan acara komedi atau permainan. Di sanalah puncak konflik dalam karir Becky, sebagai aktor balik layar sebuah siaran Becky dituntut menaikkan citra Day Break. Seperti biasa citra tertentu harus mengusung sebuah nama yang lain, dalam hal ini Becky memerlukan seorang news anchor yang terkenal. Becky membutuhkan Mike Pameroy orang yang menginspirasi hidupnya. Mike juga bekerja pada stasiun televisi yang sama, sebagai news anchor non aktif yang tetap di bayar. Pameroy adalah orang yang sangat menjunjung tinggi idealismenya sebagai jurnalis, meskipun namanya tak lagi berkibar. Dengan bersusah payah Becky membujuk Mike Pameroy, seorang jurnalis senior yang pernah memenangkan 8 penghargaan peabody, satu penghargaan Pulitzer, enam belas Emmy, lengannya pernah tertembak di Bosnia, dan pernah menyelamatkan Colin Powell dari Jeep yang terbakar. Bisa dibayangkan bagaimana sikap Pameroy yang tentu saja bisa dengan mudah menolak acara semacam Day Break, sebuah acara yang hanya menayangkan berita-berita ringan. Tetapi pada akirnya Pameroy menerima tawaran itu untuk uang. Sementara Becky harus mengorbankan kencannya dengan Adam Bennet yang diperankan oleh Patrick Wilson sebelum siaran perdana Pameroy, karena kebiasaan buruk Mike Pameroy minum hingga mabuk sebelum siaran yang tidak disukainya.

Meskipun telah menerima tawaran itu Mike Pameroy tetap kukuh mempertahankan idealisme, ia tidak mau kalah dengan keadaan, baginya Day break bukan sebuah acara “News” seperti anggapan orang-orang melainkan sebuah acara hiburan. Mike melakukan pemberontakan kecil-kecilan dengan menyelipkan berita di luar skenario saat pengambilan gambar sedang berlangsung. Dan itu membuat rating acara semakin menurun. Pada suatu adegan Mike yang diperankan oleh Harrison Ford ini berkata kepada Becky “Berita itu bagian diri kuil suci dan kau bagian yang merusak dengan omong kosong.”
Becky yang merasa telah bekerja mati-matian untuk Day Break merasa marah dan putus asa karena tidak berhasil membujuk Mike Pameroy lebih lanjut untuk mengikuti skenario acara. Ia bahkan mempertaruhkan Day Break dengan menayangkan berita-berita ringan yang konyol, tetapi justru trafik menunjukkan peningkatan rating acara. Sementara produsernya terus menuntut bahkan memperingatkan Becky dengan sedikit tenggang waktu untuk meningkatkan rating, jika tidak berhasil ia akan kehilangan posisinya. Dalam suatu adegan Mike memperingatkan Becky bahwa sebelum kehilangan karirnya Pameroy tidak pernah di rumah, jika di rumah hanya menjawab telepon dan menonton televisi dari segala sudut, “akhirnya aku tak punya apa-apa,” bahkan Pameroy kehilangan keluarga dan hidup kesepian.

Sama persis seperti yang dilakukan Becky, ditengah mengejar karir puncaknya ia harus mengorbankan setiap kencan. Drama ini hanya sedikit diberi bumbu-bumbu percintaan, tetapi ada adegan konflik percintaan antara Becky dengan Adam Bennet, lelaki yang bekerja di stasiun televisi yang sama untuk acara lain. Becky merasa tersinggung ketika kekasihnya itu memberikan pandangan yang aneh ketika Becky sibuk dengan ponsel, internet dan berita televisi setiap detik kencan mereka. Tapi toh kekasihnya tetap mendukung segala perjuangan Becky.

Morning Glory

Becky yang putus asa hendak menerima tawaran kembali bekerja untuk acara “Today,” tetapi urung karena rupanya Pameroy adalah orang yang benar-benar total dalam pekerjaanya. Pameroy menghadirkan berita live (lagi-lagi di luar skenario) untuk membuka skandal seorang Gubernur. Dan berita itu meningkatkan rating secara drastis untuk Day Break. Dalam siaran itu Pameroy benar-benar bertaruh banyak, harus bersanding dengan seorang mantan Miss Arizona, Colleen. Pameroy merasa tidak pantas jurnalis seperti dirinya hanya disandingkan oleh seseorang yang melambungkan reputasi dari acara pemilihan ratu kecantikan (ehh, ini hanya pendapat saya sih :p). dan di akhir film Mike Pameroy harus total menjadi koki untuk menunjukkan citra seorang jurnalis senior seperti Mike Pameroy peduli dengan urusan domestik.

Drama ini cukup keren menunjukkan bagaimana citra media, orang-orang di balik layar berani bertaruh untuk karir mereka di industri media. Mereka berusaha menggaet hati pemirsa dengan menampilkan citra media sebagai industri kreatif yang mampu memberikan banyak pilihan menarik untuk pemirsa, padahal sesungguhnya merusak definisi “berita” sebenarnya. Orang-orang menjadi lupa cara memilah berita penting dan tidak penting lagi. dan di balik layar itu mungkin saja mereka hanya peduli terhadap karir masing-masing. Jadi kemuliaan pagi punya siapa?

NB: Film sisa tahun baru kemarin 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s