Penasaran

“Sumpah mati jadi sungguh penasaran…”

Membayangkan memiliki topi rajut warna-warni, beragam pilihan shawl, sarung tangan rupa-rupa, kaos kaki rajut, dan beberapa model sweater dan cardigan. Beberapa tas rajut. Pokoknya segala dari ujung kepala hingga kaki bisa kau penuhi sendiri.

Sebenarnya saya bukan tipe orang kreatif yang ketika melihat sesuatu yang tidak terpakai muncul ide bermacam-macam. Lalu terciptalah sesuatu, bukan, itu bukan saya banget. Tapi jiwa perempuan saya kadang-kadang memang muncul saat hari-hari terasa membosankan. Pernah suatu ketika ingin les menjahit, tapi akhirnya hanya sebatas “keinginan”. Ketika itu saya membayangkan betapa senangnya jika bisa mendesain baju dan menjahitnya sendiri.

Benang Rajut

Saat liburan semester juga beberapa kali membeli buku cara membuat kerajinan, mulai dari keterampilan dari kertas, kain flanel, tali-talian dan botol bekas. Tapi itu semua gara-gara Vinda teman saya. Dia memang suka membuat kerajinan tangan dan paling suka membeli buku-buku macam itu ketika ke toko buku. Mungkin saya hanya ikut-ikutan, dan walaupun gak sukses mencoba semua yang ada di buku minimal sudah dicoba satu-satu 😛 . ehh, tapi saya termasuk rajin memanfaatkan kertas bekas menjadi notebook lho 

Sebenarnya tiada yang lebih menyenangkan dari kegiatan-kegiatan seperti itu. Menciptakan beberapa hal yang memang menjadi kebutuhan kita dengan tangan kita sendiri. Tapi sayangnya saya termasuk angin-anginan melakukannya. Terbiasa menjadi penikmat memang membuat orang kadang sering meremehkan sesuatu “ahh, beli saja juga ada.” Akhirnya kita menjadi tumpul, dan menganggap diri tak bisa mengerjakan hal remeh-remeh begitu, padahal ya males.

Mengerjakan keterampilan memang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Biasanya orang yang memiliki imajinasi dan kreatifitas yang tinggi mampu mengerjakannya dengan baik. Bagi yang tidak memiliki kualifikasi seperti itu tak perlu rendah diri, hanya perlu sering-sering berlatih untuk menghasilkan keterampilan yang keren.

Ceritanya jadi kesana-kemari, padahal Cuma mau bilang, saya sering sekali tergoda membeli bahan dan buku tentang kerajinan, apalagi kalau berbelanja di toko alat tulis dan kantor yang menjual perlengkapan keterampilan tersebut. seperti hari ini. Niatnya memang membeli beberapa bahan kerajinan untuk di kelas Beranda. Semalam mbok Anik bilang mau mengajak anak-anak kelas Beranda bermain-main agar tidak bosan belajar, dan akhirnya saya menyarankan membuat boneka jari disamping beberapa perlengkapan kerajinan yang mbok anik persiapkan.

Dan benang warna-warni ungu, pink dan merah marun begitu menggoda, betapa manisnya. Saya pun tak lupa membeli benang-benang rajut tersebut beserta jarumnya. Saya tidak tahu itu jenis benang apa, tapi tampaknya jika dibuat rajutan akan terlihat sedikit murahan *soktahuceritanya. Saya pernah belajar merajut ketika SD tetapi karena tidak telaten saya pun tidak mengikuti kelas itu dengan baik, dan sekarang lupa. Jadi sejak pulang dari kelas Beranda tadi saya membuka tutorial merajut yang pernah saya download beberapa hari yang lalu. Daritadi mencoba memahami istilah-istilah yang sangat asing, ditambah menggunakan bahasa inggris dan akhirnya gagal. Sepertinya saya memang membutuhkan orang yang bisa mengajari merajut. Karena sampai detik ini saya masih penasaran dengan rajut-merajut ini.

*Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan minimal membuat dua tulisan dalam satu minggu dan ditulis di tengah-tengah rasa malas, meskipun tak bisa dinikmati tapi akhirnya menulis (curhat) juga 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s