Belanda dan Cara Menjaga Peradaban

Menjaga pustaka-pustaka budaya dan mengarsipnya dengan rapi itu seperti hendak menjaga suatu bangsa itu sendiri. Menjaga budaya berarti menjaga peradaban, dan kesadaran mengarsipnya dengan rapi menggambarkan kuatnya tradisi membaca, mencatat, dan menulis yang telah maju. Inilah yang menjadi ciri penting sebuah bangsa yang maju.

Seperti kata sebuah pepatah verba valent, scripta manent, yang artinya kurang lebih adalah bahwa ucapan mudah sirna, namun tulisan akan tetap utuh terjaga. Karena utuh terjaga maka kesadaran menulis dan melakukan pencatatan ini akan meninggalkan jejak-jejak yang menentukan kemajuan peradaban bangsa itu sendiri.

Perpustakaan

Tradisi pengarsipan di Indonesia telah dimulai sejak 1000 tahun yang lalu. Sejak zaman kerajaan Kediri diperintah oleh Darmawangsa. Masa itu raja memerintah untuk menerjemahkan buku-buku epos Ramayana dan Mahabarata dari bahasa Sansekerta ke bahasa jawa kuno. Pada masa itu juga mulai berkembang karya sastra utama nusantara.

Tapi jangan tanya seperti apa tradisi pengarsipan kita saat ini, yang jelas kita harus banyak belajar dari Belanda dalam menjaga pustaka budaya dan jendela dunia. Karena bagaimanapun menyimpan catatan baik berupa buku atau karya agung yang lain penting apalagi jika didalamnya mengandung sejarah dan menyimpan memori kolektif bersama.

Sebuah kota di Belanda bernama Leiden, kota ini kecil hanya berpenduduk sekitar 100.000 jiwa. Kota ini menjadi salah satu tempat penyimpanan buku-buku dan arsip mengenai Indonesia. Leiden memiliki kekayaan kepustakaan dari dua perpustakaan di kota itu yang penuh dengan berbagai buku, naskah, brosur, pamflet, majalah dan koran tua, sketsa, peta, surat-surat, foto, rekaman audio-visual dan lain sebagainya yang terkait dengan masa lalu dan masa kini Indonesia. Kota ini kini menjadi poros untuk studi humaniora, terutama untuk Indonesia. Kedua perpustakaan itu adalah Universiteitsbiliootheek Leiden, universitas tertua di Belanda yang didirikan tahun 1575, dan di Koninklijk Instituut voor Taal,- Land- en Volkenkunde yang sering disingkat dengan KITLV Leiden [1].
Terlepas mengenai bagaimana arsip-arsip tua mengenai Indonesia tersebut dikumpulkan, pemerintah Belanda memang memberi perhatian lebih terhadap budaya membaca. Negeri Tulip ini sangat memperhatikan sarana penunjang untuk memenuhi kebutuhan membaca masyarakatnya dengan menyediakan Bibliotheek atau Perpustakaan. Disetiap sudut kota, baik dikota besar maupun kecil selalu ada perpustakaan kota yang disediakan oleh pemerintah setempat.

Selain itu Belanda juga memberi perhatian terhadap kebudayaan dan pengetahuan dari masa lampau hingga sekarang. Melalui perpustakaan nasionalnya Belanda memiliki misi utama memberikan layanan berkualitas tinggi untuk penelitian, studi, dan pengalaman kebudayaan. Belanda juga mengutamakan koleksi perpustakaan Nasionalnya dengan ilmu humaniora dengan penekanan terhadap sejarah, bahasa, dan budaya Belanda [2]. Jadi jika ingin menjaga peradaban, tidak salah jika kita belajar menjaga pustaka budaya dan jendela dunia dari negeri Oranje ini.

Sumber :
[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Koninklijke_Bibliotheek_%28Belanda%29
[2] http://news.detik.com/read/2011/07/17/213703/1683045/10/indonesia-harus-belajar-banyak-mengelola-arsip-pada-belanda.

Advertisements

2 thoughts on “Belanda dan Cara Menjaga Peradaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s