Biah, Jangan Rapuh

Hari Kartini sudah lewat sih, pengen juga berbagi tentang Kartini versi saya sebenarnya. Pengen menulis tentang dosen pembimbing saya tapi nanti dikira “ngathok,” alias cari muka. Mau nulis tentang Bu bos, takut ada yang salah penulisan, kurang deket sih, salah-salah bisa dimusuhin tujuh turunan. Mau nulis tentang ibu dan mbah putri, ahh gak perlu dituliskan pun mereka tetap Kartini di hati saya.

Ngomong-ngomong tentang Kartini jadi ingat waktu Liputan dengan mbak Cicha Widhyaningsih untuk Emvee Mag edisi April tahun lalu. Kebetulan mbak Cicha ini aktif dalam suatu organisasi Woman Association For Global Peace. Sebenarnya waktu itu beda pemahaman antara aku dan mbak Cicha, ketika berbincang-bincang juga banyak yang gak nyambung, tapi beruntung kami disatukan oleh buku Princess yang pernah sama-sama kami baca. Ketika masih aktif di LPM Jurusan pas Kartini begini juga dapet tugas liputan dan mewawancarai Elfira Nacia, perempuan Hiperaktif *ehh (Sori kak Elf) di kampusku, juga dr. Ayu ketua jurusan. Selama ini ketika 21 April tiba yang hadir di media itu selalu tentang tokoh wanita yang kemudian sukses atau kebetulan aktif di suatu organisasi. Bertanya tentang karir atau kiprah mereka dalam bidang tersebut. Kemudian pertanyaan yang lain biasanya dibumbui dengan tanggapan mereka mengenai emansipasi wanita, dan sebagai conclusion seolah-olah mereka adalah kartini masa kini.

Menginspirasi sih memang, tapi menurutku perlu ada perspektif baru tentang kartini. Apalagi ada yang hanya memaknai hari Kartini dengan sanggul dan kebaya. Sempat ngakak kemarin lihat foto berkebaya yang menarsisikan diri sebagai Kartini masa kini. Jadi ingat jaman-jaman SD, setiap hari kartini disuruh pakai kebaya. Masih terpengaruh orba juga ya. Setiap 21 April Kartini dibajak dimana-mana, sedih dong Kartini aslinya. Terlepas dari peran Kartini untuk kita, saya punya pemahaman sendiri tentang Kartini. Kartini bagiku sebuah konsep, bermakna pembebasan, bukan sekadar memiliki persamaan hak, tapi juga memiliki jiwa yang merdeka. Bagi mereka yang memiliki jiwa merdeka bolehlah menyebut diri Kartini masa kini.

Jadi Moderator Dadakan

Ahh sudahlah, pengen sih menuliskan kisah-kisah inspiratif Kartini seperti itu lagi, tapi ini kan blog pribadi saya ngapain ikut-ikutan media mainstream, meskipun yang tidak mainstream itu sekarang terlalu mainstream.

Lebih baik saya bercerita tentang perempuan berambut ikal bernama Erwanti Siti Rabiah, di facebook dia menamakan diri Erwanti Zha, biasa disapa akarab dengan cukup “Biah”. Perempuan kelahiran Maret 1992 ini sekarang semester empat di Fakultas kedokteran hewan. Penyuka merah marun ini adalah calon istri pengusaha batik asal Kalimantan. Mohon maaf tulisan ini bukan bermaksud merendahkan Kartini, tapi saya punya alasan tersendiri menuliskannya. Erwanti adalah perempuan matang yang gigih dan mau belajar, dia juga bukan tipe orang yang mudah tertekan dan mudah menyerah dengan keadaan. Dia adalah orang yang memiliki jiwa merdeka, paling tidak untuk urusan jodoh diizinkan memilih sendiri oleh orang tua nya.

Prestasi Erwanti ini sungguh luarbiasa, selain sebagai personel tiga Diva ia juga termasuk dalam grup Trio Ronggeng. Gadis penyuka corak zebra ini di kampusnya aktif dalam kelompok pecinta binatang yang selalu membagi-bagikan vaksin rabies secara gratis. Biah juga biasa menjadi moderator dan MC dadakan di acara-acara kondangan. Biah ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengelola keuangan organisasi, dia juga sangat gigih dalam menge-dealkan proposal. Dalam wawancara ini saya akan ngobrol banyak dengan erwanti tentang kiprahnya di Dunia Organisasi, ia memang perempuan yang menginspirasi. Semoga wawancara ini dapat menjadi panduan dalam mengelola keuangan organisasi dengan baik. Baiklah mari kita simak percakapan bermutu berikut ini.

Bukan Trio Ronggeng atau Tiga Diva

Hai Biah, apa Kabar, apakah anda sudah update status di twitter pagi ini?
Baik, eh, maaf saya lupa nama akun twitter dan passwordnya

Berapa sih jumlah follower anda?
Sebenarnya sudah banyak mbak, Cuma ya itu saya lupa nama akun nya, pokoknya jumlah follower pak SBY dan menteri-menteri itu kalah deh.

Sejak kapan sih anda mulai suka menyanyi?
Sudah sejak kecil sebenarnya, sejak mbah uti mengajari lagu burung kakak tua

Trus soal trio Ronggeng itu gimana?
Ohh itu, Bibik sekarang sibuk dengan kuliahnya mbak, maklum anak biologi, sedangkan Ari Pasrah sekarang udah jadi gadis sampul yang bercahaya dan karir cemerlang, jadi kita jarang manggung bareng lagi.

Kabarnya anda juga sering menjadi MC dadakan di Kondangan ya?
Ahh, gosip itu, saya biasanya nge-MC bareng Coky sitohang lagi….

Bagaimana perasaan anda saat ngemseh di acara kondangan-kondangan itu?
Sudah saya bilang itu Cuma gosip, ya kadang-kadang sih, seneng lah mbak, gak semua orang dapat kesempatan seperti ini.

Hmm, kabarnya anda sekarang menjadi dewan pengelola keuangan di organisasi anda ya?
Iya, sejak November lalu

Kalo boleh tahu organisasi apa sih, dan gimana ceritanya anda bisa masuk organisasi itu?
Organisasi rumah merah namanya, kami sih lebih banyak “Ngorta,” yah ngerumpi hal-hal yang tidak sering menjadi perbincangan orang gitu deh mbak. Dulu sih karena penasaran aja, ehh sekarang terjerumus di jalur nista ini.

Apakah anda terinspirasi untuk menjadi menteri keuangan seperti Sri Mulyani sehingga mau jadi ketua dewan pengelola keuangan?
Hmm, gak tau yaa, mungkin kalo bapak saya sih harapannya seperti itu, tapi saya cukup sebagai menteri keuangan keluarga sajalah repot, apalagi harus terlibat urusan BLBI dan semacamnya, gak ngerti saya mbak.

Kalo tentang Nazzarudin menurut Biah seperti apa?
Duh mbak, saya gak paham urusan politik-politikan, mereka dulu hanya salah jalan saja, mungkin seharusnya mereka masuk grup teater, tapi rupanya jiwa seni mereka kurang jadilah menjadi aktor-aktor politik yang kadang hanya menjadi dagelan. Kalo apes pas dapet peran figuran sih baru melintas saja harus enyah dari kamera.

Anda juga katanya sangat ahli urusan menge-dealkan proposal?
Ini dapat gosip darimana lagi sih mbak, saya hanya menjalankan tugas saya. Mem-follow up proposal itu bagi saya hanya perlu kegigihan dan urusan pandai merangkai kata-kata

Oh ya mbak satu lagi, anda setuju tidak dengan pencabutan subsidi pulsa dan peningkatan tarif dasar salon?
Gimana ya mbak, kalo soal pulsa sih saya gak masalah, toh akhir-akhir ini XL agak bermasalah di Denpasar, dan meskipun saya calon istri pengusaha batik Kalimantan, itu kan baru calon, sekarang sih saya single, jadi gak masalah gak ada yang perlu saya khawatirkan. Tapi kalo soal peningkatan tarif dasar salon, saya dan kawan-kawan akan memperjuangkan kalo sampe jadi dinaikkan.

Ini yang terakhir, ada tidak pesan-pesan yang ingin Biah sampaikan berkaitan dengan pengelolaan keuangan organisasi ini?
Sebagai ketua dewan pengelola keuangan organisasi itu harus bijak, harus bisa memilih mana hal-hal yang perlu dibeli atau tidak, bila perlu membuat daftar belanja bulanan, dan menempelnya di setiap sudut ruangan, niscaya ruangan akan indah dengan angka-angka. Jangan lupa juga meminta struk dan kembalian saat berbelanja, jangan mau diberi kembalian permen karena nanti bisa saja dikira korupsi. Tidak perlu membawa uang kemana-mana, bawa ketika diperlukan saja, agar lebih aman disimpan di Bank saja. Tapi ingat jangan bank yang Cuma menguntungkan orang asing saja. Jangan lupa meminta cap basah pada nota untuk belanja ATK, Kostum dan Makanan. Bila perlu juga dengan NPWP pemilik toko dan warungnya untuk memudahkan mengurus LPJ ke Rektorat. dan Ingat Jangan Rapuh

*untuk Biah ahh, rasanya baru setahun yang lalu kamu bersama kami, masuk pintu aka dengan malu-malu, satu-satunya orang tersisa dari Fakultasmu, tapi cepat sekali menjadi liar dan beradaptasi, jangan lelah berjalan bersama kami yaa. Jangan sedih atas kejadiaan kemarin, semoga akan mendapat berkah 10x lipat lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s