Balada Tugas Akhir

Akhirnya tiba juga saat-saat yang disebut sebagai mahasiswa tingkat akhir. Jadi, ya tanggal 24 Desember kemarin adalah perkuliahan terakhir. Entahlah ketika tiba saat ini harus bangga atau seperti apa. Tapi kok kesannya tua ya. 😀 Yang jelas empat tahun itu terasa begitu singkat, banyak hal yang masih ingin kau lakukan seperti biasanya, atau banyak hal yang belum kau lakukan. Begitulah, sebagai mahasiswa tingkat akhir akan kehilangan kesempatan berorganisasi, diskusi bersama, atau sekadar bercengkrama dengan teman-teman seperti biasanya, terlebih bagi mereka yang tidak memiliki manajemen waktu yang baik.

Aku bagian dari orang-orang itu. Sebagai mahasiswa tingkat akhir tidak punya pilihan lain, harus menyelesaikan tugas akhir. Kebetulan jadwal perkuliahan memang sudah paket sejak semester satu, sehingga kami sekelas menyelesaikan kuliah dalam waktu yang sama. Nah, mau tidak mau tugas akhir ini juga harus diambil semester ini. Alhasil selama dua bulan ini hidup jadi terasa tak normal. Agak berlebihan sih kalimat itu. Tapi memang ada saat-saat tertentu akan merasa kehilangan sesuatu yang biasa kita lakukan.

Sebenarnya aku dan teman-teman satu peminatan sudah memikirkan tema untuk tugas akhir ini sejak selesai magang, bahkan temanku sudah mengerjakan penelitiannya pertengahan semester kemarin. Cuma, entahlah karena “ketakutan” akan kehilangan suatu masa kadang memaksa untuk melakukan hal yang akhirnya membuat menunda-nunda banyak hal yang berkaitan dengan tugas akhir. kata Nosstres “tunda-tunda-tunda, sampai kau menua.” Ya, benar juga akhirnya proposal untuk tugas akhir inipun tertunda hingga sekian lama.

Kalau dipikir-pikir ini memang keterlaluan, outline proposal itu sudah diselesaikan sejak pertengahan Desember lalu, mestinya awal Januari kemarin sudah bisa mengikuti seminar proposal. Tapi tiba-tiba ada sosialisasi bahwa semua proposal harus dikumpul 5 Februari. Senang, tentu saja, ini kabar gembira untuk mahasiswa malas.

Sebenarnya pada masa-masa penundaan itu kami semua, ehh saya maksudnya juga bukan sok sibuk urusan diluar tugas akhir. jujur kemarin itu belum punya kerangka konsep yang pas untuk tugas akhir ini. Soal pemilihan tema ini juga entahlah tiba-tiba kemarin pengen sok-sok an mengambil tema yang berhubungan dengan kepuasan masyarakat dalam program yang berkaitan dengan community development, padahal jarang orang melakukan penelitian ini.*susah nyari jurnalnya boo. Dan yang lebih buruk lagi kenapa juga mesthi memilih pakai metode kuantitatif. Hmm, jadi kemarin itu rencananya juga pakai kualitatif, tapi ketika dijelaskan ternyata bisa saja kalau misalnya memakai kuantitatif. Tergoda juga ternyata, karena menurut asumsiku kepuasan barang dan jasa bisa dikuantitatifkan, soal kepuasan program menurutku pasti juga bisa. Biasanya memang evaluasi program-program seperti itu dilakukan oleh LSM dengan FGD atau indepth interview.

Sampai suatu ketika ketemu lagi dengan si SEM (Struktural Equation Modelling) seminggu sebelum proposal dikumpul. SEM ini adalah suatu software pengolah data yang dapat digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel dalam suatu penelitian. Jadi kalau pakai SEM ini mengolah data dan menilai tema kepuasan akan lebih mudah. Selama ini pengukuran kepuasan dengan skoring saja, bagiku ini kurang relevan. Catatan lagi bagi SEM, dia ini memang dikembangkan untuk model penelitian sosial. Tetapi pemakaian SEM ini ada beberapa syarat, salah satunya harus sudah ada konsep bakunya dan hubungan antarvariabelnya diketahui pasti.

Setelah kenal SEM, mati-matian aku nyari konsep baku mengenai penelitian ini. Temanku ada yang menggunakan SEM, tapi dia meneliti soal sistem informasi kesehatan di rumah sakit. Aku mencoba mencari turunan dari konsep yang dipakai temanku itu, dan dapet, makhluk itu bernama teori of reason action. Adeemm rasanya, jadi dua hari memperbaiki bab 3 dan 4. Selesai. Tapi ternyata masalahnya tidak berhenti sampai disitu, karena rupanya itu teori cocok untuk penelitian dalam individu sedangkan program yang ingin kuteliti ini program berbasis masyarakat. Yihaaa, galau lagi deh 

Tinggal beberapa hari lagi saja proposal harus dikumpul, sebenarnya bagiku ini pemaksaan. Kenapa juga lulus harus bareng-bareng sekelas, iya kalau bisa selesai bareng semua, kalau begini kan yang belum selesai cuma ngumpul seadanya. Walaupun “Tugas akhir itu hanya persoalan niat dan usaha.” Tapi sumpah deh bikin galau minta ampun.

Advertisements

3 thoughts on “Balada Tugas Akhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s