Malam ini Menyembuhkan

“Kau Tak Bisa Bergantung pada matamu ketika imajinasimu tidak bekerja”
–Mark Twain-

Contoh Fiksi Mini

Seingetku udah tiga kali bahkan lebih kak Dedy menyebut kutipan itu, Dan entah kenapa ia tak bosan-bosan. Btw, lagi-lagi kak Dedy mewarnai postingan ini, boleh yaaa, saya belajar banyak tentang menulis dari dia, sebut saja guru.
Kembali ke topik tentang malam ini, sedikit catatan dari acara semalam, Creative Writhink. Pembicaranya Fahd Djibran, kalo pengen kenal lebih dekat langsung saja . Seorang creative writer. Tapi aku sebenernya tidak terlalu tertarik mengenai penulisan galau, eh fiksi maksudku. Fiksi biasanya disandingkan dengan gaya-gaya puitis, aku selalu gagal sebelum paragraf pertama. Kalau kata kak Ditha mungkin kurang jatuh cinta atau patah hati. Masuk akal juga. 😀

Mas Fahd (@Fahdisme) juga sepakat dengan Mark Twain bahwa ketika orang akan menulis yang terpenting adalah pikiran dan imajinasi. Oleh karena itu acara sharing ini tidak disebut sebagai creative writing tetapi creative writhink. Creatif writhink disini maksudnya tidak hanya itu, lebih dalam lagi bahwa menulis adalah bagian dari komunikasi. Kalimat-kalimat yang biasa saja tentu tidak memikat, “Change your words” itu kuncinya. Gantilah kalimat-kalimat yang biasa dipakai, kalimat mengiba, atau dengan lumrahnya dengan kalimat yang memikat tapi tidak mengurangi makna.

Creative writing kali ini Fahd berbicara tentang fiksi mini. Suatu tulisan yang terbatas hanya beberapa karakter saja, misal 140 karakter seperti menulis di twitter. Tapi Fahd mengatakan “Fiksi mini tidak hanya terbatas beberapa karakter saja sebenarnya.” Fiksi mini berbicara lebih dalam tentang perubahan.

Fiksimini lebih apik disandingkan dengan berbagai media, tidak sebatas tulisan biasa. Ia bisa bertengger sendiri, dan ketika bersanding dengan audio atau visual akan memberikan kesan lebih dahsyat. *halaah. Kemudian berkembang fiksi musikal dan fiksi lintas media. Fiksi musikal itu berisi lagu dalam essay, blum pernah baca sih semacam essay tentang music di majalah RollingStone, katanya. Fiksi lintas media berisi tentang kalimat-kalimat fiksi yang disajikan bersama audio visual, dipadukan dengan lirik dari musik yang mengiringi. Agak susah dibayangkan kalo belum tahu, .

Catatan penting dari creative writhink adalah content-context-coherence-color. Fiksimini yang kemudian berkembang ini hadir mengiringi perkembangan teknologi. Bagian penting yang saya katakan berbicara tentang perubahan mengenai budaya membaca. Fiksimini hadir menjawab bahwa membaca tidak harus dilakukan secara konvensional lagi. “Orang dapat membaca menggunakan beragam media,” kata Fahd. Tentu saja ini terlepas penting tidaknya buku dalam hidup anda.  Dan Fahd mengatakan “Lupakan definisi.” Yang penting bagaimana kita memunculkan suatu cara yang baru.

“Lalu creative nya Fahd dimana?” seorang kawan bertanya pada saya. Memang di awal Fahd tidak berani mengatakan bahwa dia yang menemukan fiksi lintas media. Fahd mengutip kalimat James Michener “I’m not a very good writer, but I’m an excellent rewriter.” Baginya semua yang pernah orang katakan atau tulis sudah pernah diucapkan atau ditulis orang lain sebelumnya, tapi lelaki tambun ini berani menuliskan dengan cara yang lain, cara yang berbeda, imajinasi yang berbeda. Bagi Fahd berkarya adalah melihat dirinya sendiri. Mungkin kreatifnya disitu.

Jadi dibela-belain datang (tumben) sebelum acara mulai, ternyata tidak sia-sia. Menyembuhkan kegalauan-kegalauan akademis maupun non-akademis dengan fiksi mini lintas media yang disajikan Fahd. menyembuhkan lelah penat, tapi sayang gagal kenalan dengan mas-mas Arsitek. Oh yah, ini bagian dari acara Akademi Berbagi Bali. Kelas perdana, yang rencananya akan diadakan tiap bulan. Akademi berbagi ini dibentuk pertama kali di Jakarta. Sekarang hadir di Bali. Akber ini dibentuk oleh orang-orang yang rindu berbagi. Setelah seharian diselubungi kepenatan, ternyata berbagi bikin mereka Happy (begitu slogannya sodara-sodara). Jadi jangan lupa hadir di acara Akber Bali berikutnya, dengan perbincangan-perbincangan yang lebih menarik tak hanya seputar menulis fiksi. Yeaahh, berbagi tidak pernah rugi. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s