Hidup Memang Pilihan Kawan

“Sebuah pilihan itu akan menentukan masa depanmu titik ga pake koma.” Bagaimanapun juga hidup memang pilihan.

Sangat sulit bila seseorang dihadapkan pada dua atau lebih pilihan, tapi bagaimanapun kita harus memilih salah satunya.Jangan sampai memilih banyak hal tetapi tidak ada satupun yang fokus dikerjakan dengan baik. Dan hari ini saya merasa pilihan saya tepat. Peminatan kesehatan lingkungan, suatu peminatan yang kurang diminati di jurusan saya. Dua tahun yang lalu hanya satu kakak tingkatku yang memilih peminatan ini. Setahun yang lalu meningkat menjadi lima peminat. Konon yang masuk peminatan ini adalah orang-orang yang paling menonjol di kelas. Sempat gak pede juga ketika akan memutuskan memilih peminatan ini. Otak pas-pasan, IPK segitu-segitu aja, malesnya ga ketulungan, eh, kepengen masuk peminatan yang dosennya ga mau liat mahasiswa datang ke kelas tanpa persiapan. Berani ga yaa…Tapi sang dosen meyakinkan, “Lha kamu mau belajar to disini, kalo uda pinter mah ga usah belajar lagi.” Hmmm, agak adem setelah mendengar kalimat itu. Dan akhirnya setelah promosi peminatan, mantap masuk peminatan ini.

Jujur sihh, gak mantap-mantap banget saat itu, apalagi tiba-tiba kartu hasil study keluar dan ada nilai C dalam mata kuliah peminatan tersebut. Kemudian temen-temen pada nanya, “Memang kamu entar mau kerja dimana setelah lulus, kalo ngambil peminatan itu?” Pengen nyebur ember rasanya, tapi itu ga bikin berubah pikiran deh :). Tetapi akhirnya mendapat juga kesempatan diskusi mengenai ruang lingkup peminatan ini. Dan ternyata banyak lahan (maksudnya permasalahan lingkungan) belum terjamah kok, tenang saja. Pada awalnya sih cuma jatuh cinta doang pada cara ngajar dosennya yang santai tapi mantap. Kemudian dapat alasan lain lagi ketika ditanya adik kelas. “Kak ngapain sih ngambil peminatan itu, emang kerja dimana nanti?” Jawabanya sedikit sok bijak, “Lingkungan itu kan luas ruang lingkupnya, sementara kedepan perlu solusi-solusi menyelesaikan permasalahanya, so ga perlu takut nganggur deh, nanti masuk Kesling juga yaa (*promosi dikit).”

Ternyata pertanyaan-pertanyaanya ga berhenti sampai disitu, perlu kreatif memikirkan alasan-alasan yang lebih logis, hmm. Seperti kuliah perdana tadi, tiba-tiba dosen koordinator peminatan nanya “kamu mau kerja dimana nanti?” walaahh, kalo boleh jujur sih gak tau sebenarnya mau kerja dimana, belum paham celahnya kalii pak. Tapi kebetulan dari hasil magang kemarin lumayan dapat pencerahan, “mau kerja yang berhubungan dengan community development pak.” Jawabannya ga ngasal sih, memang cukup tertarik dibidang itu, cuma belum tahu kerja yang berhubungan dengan itu biasanya lembaga independen, dan mungkin susah masuknya. But no problem lah. “Itu berhubungan dengan kuliah kita hari ini,” dosenku menimpali jawabanku. Jawabanku itu ga nyontek loh serius, karena kebetulan aku ga punya jadwal kuliah perdana hari ini, maunya masih males-malesan dirumah. 🙂

Bingung Ngga Milih?

Lanjut pertanyaan berikutnya ” truss kamu nanti mau ambil skripsi tentang apa?” Buseeett, belum juga paham apa aja ruang lingkup lingkungan terutama berhubungan dengan kesehatan masyarakat uda ditanya skripsi aja. Untung dapat ilham dari permasalahan magang kemarin. “tentang Marketing sanitasi, kebetulan kemarin permasalahan yang saya dapat mengenai hal ini.” Ehh, ternyata jawaban dosen tidak mengecewakan, “Bagus itu, saya setuju kalo kamu mau ngambil itu, itu artinya kita disini bukan hanya berpikir preventif saja, tetapi lebih luas termasuk belajar manajemen.” Tapi jadi mikir ulang, ehh serius menentukan pilihan yang itu, kyaa..serius selama liburan otak kosong blong, huuhhh.

Tapi yang lebih meyakinkan bahwa pilihan ini tepat adalah kalimat ” Kita bukan bagian dari exsclusive class, tetapi Luxurious class” Kata koordinator peminatanku waktu diskusi tentang peminatan tadi. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kami tidak hanya secara terpisah belajar tentang lingkungan atau kesehatan masyarakat saja. Tidak juga hanya belajar bagaimana mencegah, bukan hanya berkaitan dengan ilmu praktis atau manajemen lingkungan saja tetapi memandang lebih luas segala sesuatu yang berkaitan dengan lingkungan dan memadukan semua cara dan disiplin yang ada. Agak lebay dan normatif ahh, tapi keren.

Semoga memang pilihan yang tepat.

Advertisements

4 thoughts on “Hidup Memang Pilihan Kawan

  1. #off-topic #mesum

    temenku, dulu, bilang begini “hidup itu keras, leo. tapi cewe suka yang keras-keras.”

    haha.

    anyway. di awal gw lulus kuliah, gw dapet tawaran kerja dimana gw harus kontrak setahun dengan perusahaan tersebut dengan gaji (yang menurut banyak orang) agak kecil. tapi ya waktu itu gw tetap sign. dipikiran gw cuma ada “make a choice, live with it”.

    setahun kerja waktu itu suntuk banget. bolak balik pengen resign, ga bisa, karena ada kontrak. tapi pas kontrak selesai, tersadar deh bahwa prosesnya yang paling penting. dan untungnya ada kontrak yg bikin gw mau-ga-mau bertahan di proses itu.

    semoga ga nyambung. -__-

  2. ehh, yang paling atas itu ga nyambung kali mas leo…kok jelek ya rasanya dipanggil mas, “mas..mas..beli bakso mas *loh.”

    Sepakat dengan pernyataan mas leo, prosesnya yang paling penting, hmm semoga saya juga bisa mendapat pelajaran berharga dari proses-proses berikutnya..

  3. semoga sukses dg peminatannya hep, wah udah diburu outline aja dah. pilihan juga apakah mengerjakannya tepat waktu atau terulur terus,hehe
    wah, kalo godaan emang ga surut-surut mah buat kita milih mau yg kayak gimana (telat/on time) apalagi aku, -___-” kuliah jangan sampe mengganguu hobi 🙂 hehehehe *dijewerdosenseIKM

  4. tengkyu doi..wahh aku malah belum bikin outline, hehe. jadi pilihan tinggalah pilihan deh. abis keasyikan main-main ehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s