Pesan untuk Para Pemimpin

“Apa agendamu hari ini?” sebuah pertanyaan yang selalu susah untuk kujawab.

Aku harus berpikir dan mempertimbangkannya berulang kali setiap kali kau menanyakan itu. Begitulah orang yang kurang kerjaan, lebih tepatnya ga kreatif. Aku memang gak terbiasa membuat agenda untuk tiap hari-hari ku. Tapi awal pekan aku selalu merencanakan apa-apa saja yang akan kulakukan seminggu itu, walaupun tidak rapi terjadwal.

Sebenarnya walaupun tanpa agenda yang kurencanakan pun aku akan tetap melakukan aktivitas seharian itu, meskipun terkadang aktivitas-aktivitas gak penting. Tapiiii..yang jelas hari ini aku telah menyelesaikan membaca novel itu. Purna sudah membaca Sutasoma, karya Cok Sawitri budayawan sekaligus penulis dari Bali. Buku ini disarankan oleh kawanku, beberapa bulan silam. Tapi baru membelinya sekitar awal Agustus lalu. Buku yang tumben kuselesaikan membacanya, maklum minat baca sudah mengalami kemunduran.

The Young Leader

Buku ini berkisah tentang raja muda, Jayantaka yang hendak mengembalikan sebuah kedaulatan negara dengan “Dharma Negara” dan “Dharma Agama.” Dharma negara, dharma agama apakah itu? dari penangkapanku sih, menerapkan keseimbangan antara aturan kenegaraan dan ajaran agama. Buku ini merupakan sebuah novel yang terinspirasi dari kitab Mpu Tantular yang populer dengan judul Sutasoma. Banyak pesan yang dapat saya tangkap dari novel setebal 467 halaman ini. Salah satunya yaitu mengenai kepemimpinan. Pemimpin itu bukan hanya sekadar seseorang yang pandai mengendalikan negara, bukan hanya orang yang memiliki jiwa ksatria. Tetapi harus bijak dan memiliki banyak keahlian tata negara. Pemimpin hendaknya bukan hanya beragama tetapi mampu mendamaikan semua umat beragama. Pemimpin juga harus mampu bersikap adil, terutama adil bagi rakyatnya. Dalam novel ini diceritakan bagaimana Sudasa, ayahanda Jayantaka mulai memeperhatikan kembali rakyat dan para abdi bawahan yang selama ini terlupakan oleh para orang-orang yang mengaku abdi negara. Dan yang paling penting pemimpin memang harus tegas dan memiliki sikap, bagaimana mereka harus menindak para pejabat negara yang hampir semua anggota keluarga kerajaan yang telah melakukan kejahatan atas nama kekuasaan. Lebih penting lagi seorang pemimpin juga harus memiliki visi. Hmm..

Anda Pemimpin?

Selain bercerita mengenai kepemimpinan dalam novel ini banyak menyinggung mengenai keberagaman beragama. Lebih banyak menyinggung mengenai agama buddha dan siwa siihhh. Tapi dari buku ini saya sedikit lebih paham hubungan agama Hindu dan Buddha. Bagi kawan-kawan yang kurang mengerti mengenai hindu dan Buddha memang cukup sulit memahami novel ini. Karena dalam novel ini menggunakan banyak bahasa sanskerta yang kurang dijelaskan maknanya. Dalam novel ini juga disebutkan bahwa tujuan umat beragama itu sebenarnya satu. “yang bhinneka itu, hendaknya tetap bhinneka, walau sesungguhnya satu, namun sungguhlah sulit untuk bersatu” ini salah satu kutipan dari Sutasoma, dan menurutku itu suatu kebenaran.

Satu hal yang paling penting dari buku ini adalah ketika saya mendapatkan beberapa quote yang dapat mengobati hati saya. Kata orang buku itu sesungguhnya obat, dan ini benar adanya. salah satunya mengenai kecemasan “Bila kecemasan tiba, itu karena yang dilakukan adalah membanding-bandingkan kekalahan dan kemenangan, dua perasaan yang sama sisinya.” Bagiku kecemasan ini yang meliputi hatiku beberapa bulan terakhir. Kecemasan ini akhirnya berkembang menjadi iri dan dengki serta kecemburuan. Yeahh pada akhirnya kita semua memang bukan pemenang atau bukan yang kalah, “Aku bukan pemenang, bukan pula yang merasakan kekalahan. Aku hanya memadamkan diriku yang kasih.”

Catat-ini bukan sebuah resensi yaa… karena selain kurang pandai meresensi aku juga kurang bisa menilai kelemahan buku ini. Yang jelas bagiku buku ini pasti kurang menarik bagi orang yang bukan pecinta sastra. Apalagi ditambah bahasa-bahasa sanskrit yang tidak semua orang mengerti. Sekian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s