(Sebut Saja) September Ceria

“Diujung kemarau panjang, yang gersang dan menyakitkan, kau datang menghantar kesejukan, Kasih, Kau beri udara bagi nafasku, Kau beri warna bagi kelabu jiwaku…. September ceria 4x, September ceria milik kita bersama…” Tentu pernah dengar kan cuplikan lirik lagu diatas. Ya itu lirik lagu September Ceria nya si Burung Camar Vina Panduwinata.

How?


Hari ini mengawali Bulan September, sepertinya hatiku sedang berbinar-binar. Sisa girang kemarin sore masih ada. Bahagia entah karena apa, mau bertemu denganmu? sepertinya bukan. Hihihi, pokoknya hati ini sedang gembira. :). Bahkan kegembiraan ini telah menghapus rasa irihati terhadap matahari itu. Pokoknya janji terhadap diri sendiri gak akan ngintip-ngintip lagi. Catat-kita sama-sama hebat, kita menjadi hebat dengan cara kita masing-masing, karena setiap insan adalah unik. Semangat pagi ini ditambah dengan sapaan hangat kak Dee. Apalagi yang dibicarakan dalam chat yahoo mesengger dua orang wanita single. Catat-Single ya, bukan jomblo. Yaaa..kami bergosip.

Membahasmu tentu tiada habisnya oh kaum lelaki. Mula-mula hanya berbasa-basi tanya kabar, liburan, kemudian tentang rumah merah kami. Dan mulailah dengan membahas penyebab girang ini. Aku dan kak Dee memang sudah akrab sejak ia masih di rumah merah. Tapi kini ia sudah bekerja, jarang ketemu dan ngobrol langsung. Paling-paling chat ato sms. Kami sering berkeluh kesah-terutama aku. Tentang duka, lara, bahagia, tapi bahagianya jarang sihhh..hahaha..maaf ya kak 🙂

Kami tidak pernah fokus ketika ngobrol, selalu sambung-menyambung. Tiba-tiba kami membahas tentang orang yang begitu fokus terhadap bidangnya. “aku malah seneng ngeliat orang yang dedikasinya terhadap apa yang dia suka tinggi” kata kak Dee menyambung obrolan pagi ini. Dari sepotong-potong cerita itu tiba-tiba kak Dee berkelakar “kadang pengen pacaran sama ilmuwan, sayang marketnya gak ada disini.” kyaaa…keren memang sepertinya, tapi pacaran dengan aktivis aja belum kesampaian. ehmm..

Kami juga sempat menyinggung film Galileo, “pemeran utamanya dingin tapi ganteng. dan dedicated banget sama keilmuwannya,” kata kak Dee. Obrolan kami masih berlanjut, soal LIPI dan masih seputar ilmuwan. Bagaimana ilmuwan di sini-Indonesia.red tidak dihargai. Kak Dee menimpali lagi, “Di sini, otot masih lebih dipandang ketimbang otak, gak heran banyak ilmuwan canggih kita lari ke luar negeri, di sini gak dihargai sih.” Hmm, kalo dipikir-pikir benar juga, bahkan para dosen pun hanya memenuhi tanggungjawab sebagai pengajar. Bahkan ada dosen yang hanya mengisi daftar hadir. Ituu dosenku yang hanya memberikan materi di slide saja ketika mengajar. Slide download an pula. Parahhh…dan dia masih sempat liburan ke luar negeri setahun 2 kali, hebat. Dasar dosen gendeng. Memang ada dosen yang benar-benar mendedikasikan diri sebagai ilmuwan, tapi berapa persen sih? Tapi kasihan juga Indonesia kalau terus begini, generasi mudanya saja hanya kepincut sebagai PNS, mana bisa mengharapkan banyak ilmuwan disini.

Yakk, pesan terakhir dari kak Dee spesial untukku “makanya rajinin kuliah, rajin belajar, dedikasikan ilmu buat sesuatu yang berbeda, mungkn kita bukan ilmuwan, dan otak juga gak canggih-canggih amat, tapi harus punya dedikasi terhadap apa yg kita tekuni. apa pun bentuknya.” Kyaa..mengena banget ini. Tetaplah menjadi seperti itu wahai lelaki yang kami bicarakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s