Menoreh Pesimistis cin(T)a

Cin(T)a

Cin(T)a

“Tuhan mencintai Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa tidak dapat saling mencintai karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda”

Hari ini adalah yang kesekian kalianya aku nonton film itu lagi. Cin(T)a sebuah film indi garapan Sammaria Simanjuntak, bagiku film ini bikin ketagihan. Secara dangkal dalam film ini menceritakan tentang pasangan beda keyakinan, yang akhirnya mereka tidak dapat bersatu. Film ini diproduksi sekitar awal tahun 2009 an, tapi aku baru denger nama film ini sekitar November 2009. Saat itu aku membaca tabloid karya kawan-kawan Suara USU, Medan. Yeahh..aku emang gak terlalu gaul sihh, ya maklum apalagi ini film Indi. (hihihi..ngeles mode:on).

Tapiiii..aku baru nonton filmnya sekitar awal tahun 2011 kemarin, Lol. Entah darimana temanku ini mendapatkan film itu, tapi yang jelas kawanku ini memang memiliki selera yang bagus terhadap film-film bermutu. Tengkyu kawan :). Pasca nonton yang pertama kali itu, akhirnya merasa sedikit ketagihan (Lebay). Lebih tepatnya aku kurang dapet menangkap makna suatu film jika baru menonton sekali-dua kali.

Ini film lawas, sudah banyak yang mengupas film ini, jadi sebenarnya aku hanya pengen merefleksikan film ini dalam kehidupanku sendiri. Hehe. Secara mendalam film ini mengandung pesan berkaitan dengan Perempuan, Tuhan, Suku, Agama, dan Cinta. Jadi film ini menceritakan tentang Cina yang diperankan oleh Sunny Soon, lelaki peranakan cina dan seorang kristiani yang taat. Pemeran perempuannya Saira Jihan yang berperan sebagai Annisa, seorang keturunan jawa yang kental dengan unsur islam. Motion dalam film ini agak lambat dan terkesan tidak mengalir sehingga kelihatan menggemaskan.

Walaupun menceritakan tentang pasangan beda keyakinan, tetapi Konflik asmara dalam film ini tidak terlalu ditonjolkan. Padahal penonton seperti saya khususnya mengharapkan sebuah konflik dan solusi dan film ini misalnya masalah klasik seperti adanya pertentangan antar keluarga, orang tua yang tidak merestui, pandangan masyarakat, dan lain sebagainya.Dan di akhir cerita malah kedua pasangan ini tidak dapat bersatu, si Annisa dijodohan oleh orang tuanya. Ini yang akhirnya menimbulkan pesimistis dalam diri saya. “Pasangan beda keyakinan memang sulit bersatu”. Sangat klise permasalahanya. Dalam film ini digambarkan sama sekali tidak ada pertentangan dalam hubungan mereka. Tetapi memang kenyataanya filosofi keyakinan telah mengakar dan menjadi pedoman hidup mereka masing-masing.

Salah satu kutipan yang paling kusuka yaitu “Andai aku tuhan, pasti kau kumasukkan surga”. Hahaha, bagiku itu kata-kata keren dan so sweet banget. Bagiku Tuhan ada didalam hati kita masing-masing, jadi sebenarnya simple saja memasukkan (Dia) dalam surga. Terlepas dari pemahaman Tuhan dalam filosofi agama masing-masing. Toh sebenarnya tuhan tidak perlu agama.

Jadi ngalor-ngidul begini, intinya terkadang memang susah ketika menjadi kelompok yang dianggap minoritas. Ketika berada di tengah orang-orang yang kurang dapat menerima apa yang kita yakini. Ketika berada di tengah-tengah orang yang berpikir sempit. Dan lebih parah lagi ketika sistem memberlakukan satu pasangan-satu keyakinan. Mana yang disebut kebebasan memeluk agama dan keyakinan di negeri ini?

Tapi terserah lah, bagiku pesan paling penting dalam film ini cin(T)a ini, sebenarnya semua bisa kok berdampingan. Keberagaman bisa saling diselaraskan. Hanya saja terkadang orang-orang berpikir sempit menganggap itu sebagai sebuah kesalahan. Sekian.

Advertisements

3 thoughts on “Menoreh Pesimistis cin(T)a

  1. kalau diberi jarak antar paragraf pasti lebih nyaman mbacanya deh.

    anyway, gw juga suka banget film ini lho. baguuus. coba tonton juga film yg judulnya Tanda Tanya (gw sempat review juga di blog).

    ohiyah! apakabar? 😀

  2. huwaa…aku nonton film ini berulang kalo kalo lagi galau Pi…

    aku paling suka adegan muter2 yang ngomong cepet itu…hehehe.
    😀
    pilem ini TOP dah..gak bikin bosen, gemesin banget motionnya yang lambat.

  3. Leo : waaa..mass leooo long time not see..saya baiiikk, sangat baik hee..apa kabar jakarta? wii..iyaa yaahh. kaga nyadar kea gitu tampilanya, nanti deh diperbaikii. waa ngiler banget itu sama “?”. Pasti saya akan nonton. 🙂

    Ria : samaaa…apalagi kisahnya nyerempet2, Lol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s