Darah Juang, Belum Mampu Menyentuh Mahasiswa Baru

“Disini Negeri kami, tempat padi terhampar Samuderanya.. kaya raya, Negeri kami subur Tuhan. Di negeri permai ini. Berjuta rakyat bersimbah luka Anak buruh tak sekolah, Pemuda desa tak kerja…”

Cuplikan lirik darah Juang ini mampu membuat aku merinding kemarin (23 Agustus 2011). Konon kata Kak Dedy, kawan saya dari Makassar, lagu ini selalu mampu membakar semangat para demonstran era Reformasi. “Pengarangnya sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan bersama anak dan istrinya, hanya istrinya yang masih hidup” tambah kak Dedy. Jujur aku suka banget lagu ini. Lirik-liriknya mengena banget. Aku baru mengenal lagu ini ketika bertemu dengan kawan-kawan pers mahasiswa dari luar Bali dalam suatu pelatihan. Saat itu November 2009 di Makassar. Saat itu aku merasa malu dan kecil banget rasanya. Seolah-olah mahasiswa di Bali memang tidak ada apa-apanya dibanding lainnya. Mungkin bagi kawan-kawan ini sebuah hal sepele, tapi bagiku ini kemunduran 🙂

Hari Selasa kemarin itu ceritanya, kami penghuni rumah merah sedang melakukan demo UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dalam kegiatan student day untuk mahasiswa baru. Hari itu aku datang ke TKP sedikit lebih siang. UKM kami mendapat no urut demo 19, jadi jika demo dimulai dari pukul 08.00 Wita, kami mendapat giliran kira-kira pukul 11.00 Wita. Eehh, ternyata bener, jam 11 lebih dikit lah giliran kami tiba. Kami diundang ke Podium, tidak banyak memang yang datang, tapi yahh lebih banyak daripada saat rapat redaksi, heuheu. Sebenarnya aku tidak terlalu minat ikut tampil di depan, karena jujur ga ngerti demo yang mau kawan-kawan ku tampilkan seperti apa.

Demo tersebut diawali pembukaan oleh Budi, seorang kawan junior. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Ketua Umum. Baru setelah itu tibalah saatnya pemutaran video kegiatan-kegiatan kami. Lagu darah Juang mengiringi awal video perkenalan itu. Huuuhh sumpah langsung merindingg…tapi sayang durasinya cuma sebentar banget. Kuranggg merindingnyaa. 🙂

Aku emang ga ngerti isi video yang akan ditampilkan itu sebelumnya. Saat persiapan pembuatan video itu aku memang tidak turut membantu, aku lebih sibuk galau melihat kawan-kawan yang lain sibuk. Eehh, malam sebelum video itu jadi malah si pembuat video sedang sensitif gitu. Tapi so proud buatmu lah brother.

Tapi tampaknya lirik-lirik dalam darah juang itu belum mampu menyentuh mahasiswa baru. Ini terlihat ketika mereka akan mendaftar dalam UKM yang sudah didemokan, mereka masih ragu-ragu. Mereka takut tidak dapat membagi waktu dengan kuliah mereka. Mereka masih bertanya dan menimbang dengan berat untuk mendaftar. Kalopun ada yang bersemangat mendaftar itupun karena hobby mereka. Tidak ada kulihat mereka mendaftar karena punya sejuta tanda tanya. Tak terlihat gairah mahasiswa nya.

Mengelus dada, sambil menanyakan pada diri sendiri, memang sejak kapan aku sadar pentingnya gerakan mahasiswa? memang seperti apa gerakan mahasiswa di kampus kita?. Apapun itu, bagaimanapun itu ini memang kungkungan untuk mahasiswa kan. Hanya bisa berharap setelah melalui proses-proses kemarin, semoga para mahasiswa baru sedikit banyaknya tahu tentang gerakan mahasiswa. Semoga pikiran mereka selanjutnya tidak kerdil. Semoga mereka tidak hanya mengunggulkan narsisme Fakultas. Selamat datang angkatan Muda. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s