Sedikit : TENTANG GRAND MEETING HARI INI

Kapan lagi sih bisa ketemu actor pemeran utama di Udayana tercinta, rector tercinta, prof.Made Bakta, PR III yang tak asing lagi, Prof.Wirawan dan tentunya actor yang sering menjadi buah bibir di kalangan unit organisasi mahasiswa, kepala BAK Indra Kecapa
Yeahhh…hari ini, Jumat, 13 Agustus 2010 di Udayana diselengarakan sebuah pertemuan besar alias grand meeting. Kegiatan yang dijembatani oleh BEM PM (Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa) ini mengundang para pimpinan di seluruh Udayana. Mulai dari dekan dan jajaranya, BEM fakultas, himpunan dan juga gak ketinggalan UKM. Tak lupa embel-embelnya SKP alias system kredit partisipasi.
Pihak rektorat dengan mahasiswa bila diibaratkan sebagai bapak dan anak memang sangat perlu mengadakan pertemuan-pertemuan model gini. Yaa..biar bapak dan anak sama-sama saling terbuka, jadi bapak gak terlalu membebani anak, dan anak juga gak jadi anak nakal yang membebani bapak. Hmm..katanya sih pertemuan model gini akan berlanjut, “ ya minimal satu tahun sekali lah” kata pak rector.
Yang diomongin sih masih seputar itu-itu aza, apalagi kalo gak masalah keuangan. Kalo udah ngomongin duit, emang sangat krusial banget. Rector sih uda ngejelasin panjang lebar tentang mekanisme keuangan termasuk pajak-pajaknya. Dan katanya akan mengatur keuangan di Udayana dengan “system yang simple dan pertanggungjawabannya tidak bertele-tele”. Tapi kayaknya masih aja deh disuruh bikin-bikin kwitansi palsu. Yaa,,mana ada sih dagang nasi kecil yang punya NPWP (nomor pokok wajib pajak). Apa ya gak diajarin bohong sejak dini tuh namanya. Emang sihh,,bukan salah rektorat ato mahasiswa yang memakai dana dari Negara. Yang salah emang system di Negara tercinta ini, semrawut. Gak penting lah bahas itu terlalu bertele-tele, yang penting kapan semua akan berjalan secara sinergis.
Hmm,,selanjutnya saya gak akan nulis panjang-panjang tentang grand meeting ini, soalnya BEM PM sendiri uda punya notulensinya. Jadi ya tinggal minta aza kalo mau tau secara keseluruhan. Uda ditandatangani rector pula lho. Yang kedua ni mau bahas tentang pak PR III yang ternyata kurang mau di kritik. Pas ada peserta menyinggung soal PIMNAS (pekan ilmiah mahasiswa nasional)yang diselenggarakan di Bali tapi kok Udayana gak menang. “sekitar tiga ratusan proposal yan dibuat oleh mahasiswa udayana hanya lolos 7 di tingkat nasional dan yang masuk PIMNAS Cuma satu, jadi kalo menang ya 100% dan kalo kalah ya 100%, jadi ya salah siapa” kata pak Wirawan sembari tertawa, tragis siih emang. Gak memotivasi sekali pernyataan yang disampaikan pak PR III. Yach…siapa sih yang mau gak terlihat berhasil di mata pimpinan. emangnya gak tau ya kalo selama ini proposal-proposal itu dibuat secara terpaksa oleh adik-adik mahasiswa baru. Jadi yaa,,salah siapa dong pak..(jadi pengen tertawa juga ne..)
Masih banyak sih hal-hal di grand meeting yang belum di tuangkan dalam catatan kecil ini. Sayang kalo hari ini terlewatkan, ya meskipun gak semua peserta bisa menyampaikan unek-unek nya paling gak kegiatan ini bisa sebagai parameter lah seberapa besar sih kepedulianmu terhadap permasalahan Udayana kita. Meskipun pertemuan ini tidak menghasilkan keputusan apa-apa tapi tidak sia-sia kok. Semoga masih ada grand-grand meeting selanjutnya.
*Sebenarnya nama pak Indra Kecapa hanya sebagai pemanis tulisan aza sih..hehe..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s