Adegan Tom And Jerry Pedagang Asongan vs Tramtib: Guna Memperindah Perumahan Gubernuaran

“ jualan disini kalau jantungnya gak kuat bisa mati mendadak”. kata indah sambil menawarkankan daganganya.

Matahari belum akan mulai beranjak ketika Indah sedang menawarkan air dan dagangan lainya. Dibawah rindangnya pepohonan di lapangan puputan itu ia biasa mangkal. “ ya ada lah satu tahun”, katanya ketika ditanya berapa lama ia menjadi pedagang disana.
Wanita ini mula-mula tidak mau menanggapi pertanyaan-pertanyaan, malah balik bertanya “ wartawan ya mbak, trus yang tadi tu mas nya?”. Ia tampak was-was, ekspresinya menggambarkan trauma yang mendalam terhadap wartawan. “waktu ini ada wartawan kesini nanya-nanya, eh gak taunya masuk Koran”. Indah mulai menceritakan ketika itu suaminya sedang tidur-tiduran di trotoar, lalu ada wartawan mampir. “ yang bilang petugas tramtib (ketentraman dan ketertiban ) gak becus lah ngurusin pedangang asongan”. Dan berita-berita itu membuat tramtib berubah menjadi lebih garang menurutnya.
“ kita ini hanya orang kecil yang mau nyari duit mbak, daripada mencuri kan dosa, tapi terus aja dikejar-kejar”. Tapi lama-kelamaan ibu yang berasal dari jember itu bercerita dengan mengalir. Tramtib itu setiap hari kesini, abis kontrol ke pasar Badung trus mampir kesini.
“Dulu saya jualan disebelah sana”. Indah menunjuk trotoar Puputan yang letaknya tepat di depan Perumahan Gubernur. “tapi sekarang gak berani sama sekali”. Ia mengaku daganganya pernah diambil dua kali. Tetapi dibiarkan saja, tidak diambil. Karena birokrasinya susah, indah menambahkan.
Wanita tiga puluh tahun ini mengaku sebenarnya sangat merasa tidak nyaman jualan di lapangan Puputan. “ lha kadang kita lagi enak-enak makan, tiba-tiba ada tramtib, ya harus lari”. Tapi sekali lagi ia menegaskan karena butuh makan, jadi ia harus tetap jualan disana. Sekarang ia lebih memilih berjualan agak dipojok trotoar sebelah utara.yang tidak terlalu berhadapan langsung dengan rumah gubernur. “gak apa-apa lah sekarang saya jualan di pojok, klau rezeki toh tak lari kemana”, kata indah.
Bukan hanya Indah yang menjadi korban pemandangan tak sedap rumah dinas gubernuran. Made Ariasa, memilih menjual daganganya jauh dibelakang lapangan puputan. Ia bersama ibu dan anaknya menggelar daganganya di dekat kran air yang baru dibangun. Sebelah selatan lapangan puputan. “ di daerah utara dilarang, karena berhadapan dengan rumh dinas gubernur” tambahnya.
Ariasa mengatakan bahwa sebenarnya boleh jualan disekitar puputan. Tapi harus rapi dan menjaga kebersihan. Biasanya kalau ada pedagang yang melanggar diperingatkan dulu. Tetapi jika tidak menggubris dagangan diangkut. Ia jg mengatakan bahwa sebenarnya yang menjadi masalah pedagang di puputan sekarang adalah pedagang sate yang tidak mau merapikan tusuk-tusuk satenya.
Lain dengan Indah, laki-laki tiga puluh delapan tahun ini lebih terbuka dan banyak bercerita. Bahkan tentang awal mula permusuhan tramtib dengan pedagang balon. “ dulu pernah ada pedagang balon yang ngempesin ban mobilnya tramtib, jadi teman-temanya juga diburu”.
Laki-laki ini berpindah profesi sebagai pedagang, karena pekerjaan awalnya menjadi guide wisatawan dari jepang sepi. Tapi bukan karena tidak ada wisatawan, tapi karena perusahaan jasa wisata sekarang telah menggunakan jasa internet. “ tapi berdagang penghasilanya juga lumayan”. Ia tidak menyesal memilih tempat dibelakang, karena menurutnya kalau udah rejeki tidak akan lari kemana.
Indah dan Ariasa hanya sebagian kecil pedagang asongan yang sewaktu-waktu harus beradegan seperti Tom dan Jerry dengan petugas tramtib. karena  dirasa mengotori pemandangan rumah dinas gubernur.

Advertisements

One thought on “Adegan Tom And Jerry Pedagang Asongan vs Tramtib: Guna Memperindah Perumahan Gubernuaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s