<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>catatan kecil</title>
	<atom:link href="http://myhappy2day.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://myhappy2day.wordpress.com</link>
	<description>Setiap Kata adalah Kemenangan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 07:45:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='myhappy2day.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2e6c64259119e866469b6520fcd9fc1d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>catatan kecil</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://myhappy2day.wordpress.com/osd.xml" title="catatan kecil" />
	<atom:link rel='hub' href='http://myhappy2day.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Januari, dan Desember Masih Terdengar Indah</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2012/01/26/januari-dan-desember-masih-terdengar-indah/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2012/01/26/januari-dan-desember-masih-terdengar-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 07:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akademika]]></category>
		<category><![CDATA[Buku, Film, dan Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Efek Rumah Kaca]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[“Seperti pelangi, setia menunggu hujan, reda” Sisa-sisa pesona Efek Rumah Kaca semalam masih menimbulkan gairah pagi ini (22 Januari 2012). Efek Rumah Kaca memang selalu bisa menularkan energi positif melalui lirik-liriknya. Aku paling suka cuplikan lirik Desember diatas. Bagiku Desember bermakna sebuah penantian, bukan penantian yang menye-menye, tetapi penantian untuk melahirkan sesuatu yang baru. Untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=220&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Seperti pelangi, setia menunggu hujan, reda”</p>
<p>Sisa-sisa pesona Efek Rumah Kaca semalam masih menimbulkan gairah pagi ini (22 Januari 2012). Efek Rumah Kaca memang selalu bisa menularkan energi positif melalui lirik-liriknya. Aku paling suka cuplikan lirik Desember diatas. Bagiku Desember bermakna sebuah penantian, bukan penantian yang menye-menye, tetapi penantian untuk melahirkan sesuatu yang baru. Untuk memulihkan luka apa saja.</p>
<p>Puitis, cerdas, dan cadas, itulah Efek Rumah Kaca. Belakangan ERK memang selalu hadir, dan selalu mampu mengalahkan galau, seriusan. Lirik-lirik yang sederhana namun bermakna dalam itu dapat segera mengubah perasaan anda. *halaahh.<br />
Konon Astarini Ditha yang mengenalkan efek rumah kaca padaku, ia adalah penggemar fanatik grup band indie asal Bandung ini. Kala itu saya masih masih menjadi anggota magang Persma “Akademika.” Tahun 2008, lagu-lagu efek rumah kaca selalu mengiringi kami ketika bersama-sama di rumah merah itu. Tapi jujur saja saya bukan penggemar fanatik efek rumah kaca sebenarnya. Yang paling sering kudengar dan membekas saat itu yaitu Cinta Melulu. Bagiku yang mahasiswa baru saat itu, nama Efek Rumah Kaca masih terdengar asing. Maklum biasa dengerin lagu patah hati yang mendayu-dayu. Kalau tidak salah aku pernah bertanya pada kak Ditha mengapa nama band kok Efek Rumah Kaca, tapi dia menjawab “Udah dengerin aja, keren pokoknya lagu-lagunya, isinya tentang kritik-kritik sosial.”<span id="more-220"></span></p>
<p>Sabtu malam itu baru pertama kali bisa menyaksikan penampilan ERK langsung. Keren, diawali dengan lagu Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa, kemudian Sebelah Mata, lalu Balerina dengan tanpa diawali basa-basi. Setelah itu dilanjutkan dengan Mosi Tidak Percaya, hee, aku tak begitu hafal lirik yang ini. Tentang Jangan Bakar Buku “karena setiap lembarnya mengalir berjuta cahaya” lumayan ingat liriknya. Kemudian Cinta Melulu, lagu yang paling membekas, awalnya hanya mengikuti lirih sambil kaki bergerak kecil, ehh di belakang Veroze kawan seangkatan saya di Akademika mulai menarik suara jadilah kami ikut bernyanyi sambil bernostalgia. Haha, sambil mengingat-ingat dulu ketika masih menjadi wajah baru di Akademika. Yang paling merinding saat mendengar lagu Hilang, sambil dibacakan aktivis-aktivis yang hingga kini Hilang dan Tak Pernah ditemukan jejaknya. Dua lagu terakhir ada Di Udara dan Desember, lagu yang membuat penonton terbawa suasana dan ikut berjingkrak serta bersuara tentunya. </p>
<p>Efek Rumah Kaca kali ini hadir dalam rangka ulang tahun Kompas Muda, bertempat di Kampus Sastra Udayana, jl. P. Nias. Cukup banyak yang hadir, memenuhi pelataran timur kampus Sastra. Acara ini terbuka untuk umum, jadi bukan hanya mahasiswa saja yang hadir, malah lebih banyak selain mahasiswanya. Dari penglihatanku sih, semoga gak salah melihat, yang kukira-kira (baru kira-kira) mahasiswa agaknya kurang terbawa suasana. Kebanyakan penggemar militan dari beberapa yang kukenal hadir bukan mahasiwa. Kebanyakan mereka memang orang-orang yang aktif dalam kegiatan sosial, maksudku mereka yang biasa vokal gitu.</p>
<p>Dari band yang beraliran pop-rock ini tersimpan banyak kenangan, mulai dari lagu penyambutan di Akademika, kemudian menyertai kami hingga akhir tahun 2009 an. Bahkan suatu ketika kami akan menyelenggarakan HUT yang ke-26 “Akademika,” pas puncak HUT kami berencana mengundang beberapa band indie. Saat itu berencana mengundang efek rumah kaca juga, tapi karena keterbatasan dana kami hanya bisa mengundang band indie yang ada Bali saja. </p>
<p>Setelah kak Ditha turun jabatan efek rumah kaca tidak sering diputar lagi, hanya sesekali saja terdengar dari playlist komputer di ruangan 4 x 4 itu, itupun karena lagu-lagu diputar acak. Ketika kak Lenyot masih suka menumpang menulis di komputer Aka terkadang juga masih sering menyetel Efek Rumah Kaca. Meskipun begitu ERK masih tersimpan rapi di satu folder komputer Aka. Selera dirumah merah kemudian berubah Endah and Resha kemudian disusul dialog dini hari. Dan sekarang ditambah Nosstress. Soal selera warna musik Akademika ini ternyata juga mempengaruhi seleraku. Apa yang sering didengar disana otomatis berpengaruh pada playlist di telepon genggam atau laptopku. Lirik-liriknya sederhana memang mengena, sambil sesekali pamer ke teman-teman di kelas yang tidak banyak yang mengenal mereka.*ehh <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bukan masalah sebenarnya mau ngefans dengan yang mana saja dari keempat kelompok musisi itu, mereka sama-sama membawa warna musik yang berbeda. Dan lirik-liriknya memang tidak biasa. Yang berbeda isi liriknya secara mendalam, ERK tentu saja dengan isu sosial dan politiknya, walaupun ada juga yang bertema cinta dan penghayatan hidup. Dan tentu saja ERK lahir lebih awal.</p>
<p>Walaupun punya cerita yang membekas tentang ERK, tapi baru-baru ini sih benar-benar mendengarkannya dengan seksama sambil menggapai-gapai maknanya. Sampai suatu ketika bertemu dengan pecinta hujan, yang ternyata seorang penggemar fanatik efek rumah kaca. Catatannya memikat, tentang konser efek rumah kaca akhir Desember lalu. Dari catatan itu aku baru tahu begitu dahsyatnya lirik-lirik itu mempengaruhi seseorang. Biasanya hanya terdengar lalu *ehh. Tapi belakangan efek rumah kaca telah ampuh mengurangi galau. Soal lagunya yang Jatuh Cinta Itu Biasa Saja, lagu cinta dengan segala kesederhanaanya “Kita hanya bercerita, tak perlu saling memuji” dan Darahmu Membiru Tragis bagiku ini sebuah pesan pada keputusasaan “Hidup tak Selamanya Linear…” keren sekali, sayang kemarin tidak dinyanyikan. Dan doaku pada lagu-lagu efek rumah kaca semoga membuat saya dan anda semua semakin bergairah dan bersemangat yang menggantikan kegalauan. </p>
<p>Salam #Pelangi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=220&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2012/01/26/januari-dan-desember-masih-terdengar-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyalakan Mimpi di Kelas Beranda</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2012/01/16/menyalakan-mimpi-di-kelas-beranda/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2012/01/16/menyalakan-mimpi-di-kelas-beranda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 16:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Community Development]]></category>
		<category><![CDATA[Kelas Beranda]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[“Kita tidak akan kuasa menolak tiga hal dalam hidup ini, Lahir, Mati, dan Jodoh.” Yang lain boleh saja nego, tapi ketiga hal itu harga mati. Tuhan tidak akan menanyakan “wani piro” lagi tentang tiga hal ini. Lahir ditengah keterbatasan itu nasib namanya, tapi namanya juga nasib orang Optimis bilang tentu saja bisa diubah, tergantung sejauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=217&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Kita tidak akan kuasa menolak tiga hal dalam hidup ini, Lahir, Mati, dan Jodoh.” Yang lain boleh saja nego, tapi ketiga hal itu harga mati. Tuhan tidak akan menanyakan “wani piro” lagi tentang tiga hal ini.</p>
<p>Lahir ditengah keterbatasan itu nasib namanya, tapi namanya juga nasib orang Optimis bilang tentu saja bisa diubah, tergantung sejauh mana kita mau berusaha. Efek Rumah Kaca saja bilang “Hidup tak selamanya Linear.” Yaa, mereka, dan kami pasti bisa.</p>
<p>Kali ini ingin bercerita tentang mimpi, tapi tidak tahu akan memulai darimana. Bagiku mimpi itu hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang memiliki akses. Bagi yang tak punya akses mimpi tinggalah mimpi. Seperti terkesan pesimis, tapi bukan itu realistis. Kita semua yang punya akses mudah saja meraihnya, sedikit usaha dan sentuhan kalimat-kalimat dari para motivator seperti Mario teguh atau siapalah, yaa kita bisa menyentuh langit, Bintang, Pelangi atau apa saja yang ada di benak anda. Atau jika anda sudah merasa sukses anda lah yang akan menjadi motivator. Ya itu keren memang, tapi saya lebih setuju jika ada yang bilang bahwa hidup tak semudah apa yang dibilang Mario Teguh. </p>
<p>Hidup akan terasa sulit bila berada ditengah keterbatasan, keterbatasan dana, kemudian merembet ke keterbatasan pendidikan dan kesehatan. Ya, mereka hidup di tengah keterbatasan itu. Anak-anak di pinggiran Kota, mereka tinggal di Desa Perangalas, Lukluk. Anak-anak ini adalah pedagang buah keliling yang rata-rata berasal dari daerah Muntigunung Karangasem. Lagi-lagi Muntigunung, daerah kering yang berbatasan dengan Kabupaten Bangli. Ditengah keterbatasan akses di daerahnya, mereka mencoba peruntungan ke Kota. Berdiam di Kabupaten paling kaya di Bali, Badung. </p>
<p>Akhir Desember lalu Kelas Beranda membuka kesempatan untuk menjadi volunter mengajar anak-anak ini, saya termasuk salah satu yang mendaftar. Lalu pada hari sabtu, 7 Januari 2012 saya bertemu Mbok Luh De (@lodegen) dengan kawan-kawan calon volunter lain untuk mendengar cerita lebih banyak tentang mereka. Kelas Beranda adalah kelompok belajar yang dibentuk beberapa relawan pengajar Mbok Luh De, Kak Intan, Kak Ditha, Mbok Anik, Bli Jaya Ratha. Kelima orang keren ini bolak-balik Denpasar-Kapal dan Lukluk seminggu dua kali sejak tahun 2010. Tetapi sejak sekitar enam bulan yang lalu para pengajar ini jarang kesana lagi karena masing-masing volunter memiliki kesibukan yang berbeda dan ada yang kuliah di luar Bali, sehingga saat ini mereka membutuhkan volunter lebih banyak lagi.</p>
<p>Sabtu pagi itu mbok Luh De memberikan gambaran pada kami volunter baru “Tidak ada kurikulum baku dalam mengajar ini,” kata mbok Luh De. Tetapi para pengajar berusaha menciptakan pembelajaran semenarik mungkin untuk mereka. Mereka biasanya diajari berhitung, menulis, dan bahasa inggris. Anak-anak itu paling suka diajari bahasa Inggris katanya, karena kalau bisa bahasa Inggris menurut mereka bisa jadi gigolo di Pantai Kuta. Ya, cita-cita tertinggi anak-anak itu ingin menjadi gigolo, dalam bayangan mereka menjadi gigolo itu keren. Tapi lebih tepatnya mereka memang tak ada pilihan.</p>
<p>Anak-anak itu rata-rata buta huruf, mereka dibagi menjadi tiga kelompok, anak-anak sebaya dengan anak TK dan SD yang buta huruf, anak-anak sebaya SD-SMP yang pernah putus sekolah, dan remaja buta huruf. Khusus para remaja biasanya diselingi pendidikan kespro (kesehatan reproduksi), karena pengetahuan mereka tentang kespro sangat rendah. Mereka sudah mulai mengenal seks bebas dan rata-rata umur 15 tahun sudah menikah.</p>
<p>Oh ya, hampir lupa mbok Luh De juga bilang, pedagang buah yang laris biasanya hanya anak-anak. Mungkin karena pembeli trenyuh. Tetapi ketika anak-anak dan remaja ini akan tumbuh dewasa tidak ada yang tahu akan seperti apa nasib mereka. Jadi melalui kelas beranda ini diharapkan membantu mereka memiliki masa depan lebih baik, paling tidak mereka bisa membaca, menulis dan berhitung.</p>
<p>***</p>
<p>Sore itu (13 Januari 2012)mendung menggantung di Cakrawala kota Denpasar, kami janjian via twitter di Taman Kota Denpasar. Aku terlambat hampir 10 menit, kak Intan sudah menunggu disana ketika aku datang. Kami hendak pergi ke tempat anak-anak itu, sebelum seminggu sebelumnya tertunda karena cuaca labil. Lalu tetes hujan pun turun, kami berteduh di warung dekat taman kota. Siang sebelumnya Mbak Arum calon volunter juga, konfirm via twitter mau ikut ke Perang, temanku Henny tidak bisa datang karena rapat redaksi di Akademika, tapi aku berhasil kabur <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Hujan semakin lebat, tidak ada tanda-tanda ada yang mau datang, tapi kemudian Anggara (@anggaramahendra) menghubungi kak Intan via telepon, dia volunter juga tapi bukan pengajar. Anggara bertugas mengurus blog.</p>
<p>Anggara bilang ada yang mau datang lagi, Upik (@sitampanjaya). Cukup lama kami menunggu, Anggara dan kak Intan terlibat percakapan serius tentang mau diapain kelas beranda ini. Aku menjadi pendengar yang baik dan sesekali menimpali. Yang jelas penangkapanku dalam percakapan itu, kelas ini akan dibuat menjadi lebih hidup, mencari metode-metode mengajar yang menarik, belajar dari komunitas-komunitas serupa, banyak memberikan keterampilan, fotografi, teater, pengajaran via dongeng-dongeng, pokoknya semua hal yang akan meningkatkan performa mereka, termasuk publikasi, dan menggalang dana. </p>
<p>Serius, sebenarnya aku belum punya bayangan mau dibawa kemana anak-anak itu sebelumnya. Tentang mengajar pun aku tidak punya pengalaman. Motivasiku jadi volunter sih karena memang aku pernah berada di tengah-tengah orang dengan bebagai keterbatasan seperti itu di desa ku sana, jadi ya terasa sekali bagaimana rasanya. Mumpung ada kesempatan berbagi ya mengapa tidak. Hanya perlu belajar teknik mengajar yang menarik meskipun sulit (katanya). Tapi aku bilang ke kak Intan hendak mengajarkan mereka cara mengolah sampah yang baik, karena mbok Luh De bilang di dekat tempat tinggal mereka sampah menumpuk dan baunya mengganggu, ternyata terbukti.</p>
<p>Akhirnya, kak Upik datang, dan sekitar pukul 20.00 WITA kami berangkat ke Perang. Hujan masih mengiringi, kami menyusuri jalanan A. Yani yang gelap tanpa lampu jalanan. Hujan tinggal rintik-rintik ketika kami sampai di tempat kos anak-anak ini. Sepi, hanya beberapa bapak-bapak yang sedang bercakap-cakap. Lalu kak Intan menyapa seorang remaja umur 15 tahunan. Namanya Widya, tampaknya kak Intan sudah sangat akrab dengan gadis itu. </p>
<p>Jam segitu ternyata mereka sudah pergi tidur, maklum mereka berjualan sejak jam 5 pagi hingga jam 5 sore. Kami banyak bercakap-cakap tentang anak-anak yang masih ada disitu sekarang. Beberapa pindah ke kapal, kata Widya. Ada yang sudah menikah juga, jadi sudah tidak tinggal disitu. Ada yang pulang kampung. Kak Intan dan Anggara minta tolong Widya mendata anak-anak yang masih ada. Tidak sampai setengah jam kami disana, hanya bertemu dengan Wayan, siswa mbok Anik di kapal bersama adiknya, Widya, Agus yang sudah masuk sekolah formal, dan satu lagi lupa. Widya dan Agus yang bersemangat meladeni kami, sedangkan Wayan sesekali mencuri melihat televisi di kamarnya ketika kami mengajaknya berbincang.</p>
<p>Kami hendak pamit, hujan sudah mulai reda. Kami berjanji akan datang lagi hari sabtu minggu berikutnya. Aku berjanji meminta pertemanan dari facebook Widya, keesokan harinya ketika di konfirm, aku melihat mimpi dalam dindingnya yang ditulis selepas kami berpamitan. Ya kami akan menyalakan mimpi mereka di Kelas Beranda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=217&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2012/01/16/menyalakan-mimpi-di-kelas-beranda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Hal-hal Sederhana</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2012/01/06/belajar-dari-hal-hal-sederhana/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2012/01/06/belajar-dari-hal-hal-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 10:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Community Development]]></category>
		<category><![CDATA[Muntigunung]]></category>
		<category><![CDATA[STBM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sampe hal-hal begitu juga diajarin ya?&#8221; kata Kak Fitria, ketika kujawab agenda ke Cangkeng pagi itu (selasa, 3 Januari 2012) Kak Fitria adalah volunter di Dian Desa, Lsm yang mendampingi masyarakat Munti, khususnya dusun Tianyar. Dia baru dua minggu live in Munti. Aku baru berkenalan dengannya pagi itu, dan rupanya dia bergelar Princess Munti specialis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=209&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sampe hal-hal begitu juga diajarin ya?&#8221; kata Kak Fitria, ketika kujawab agenda ke Cangkeng pagi itu (selasa, 3 Januari 2012)</p>
<p>Kak Fitria adalah volunter di Dian Desa, Lsm yang mendampingi masyarakat Munti, khususnya dusun Tianyar. Dia baru dua minggu live in Munti. Aku baru berkenalan dengannya pagi itu, dan rupanya dia bergelar Princess Munti specialis designer tas yang masih mencari formula yang tepat untuk menghasilkan tas yang khas, unik, dan antik. wanita jangkung ini mengajari pemudi munti membuat kerajinan tas. Kak Fitria ini kekuasaanya berada di bawah Queen of Munti, Mbak Endang. *halah ini ga penting sebenarnya.<span id="more-209"></span></p>
<p>Pagi itu aku ke Munti lagi, seperti biasa dosenku sedang ada agenda untuk project pengabdian masyarakat nya disana. Aku sih cuma ikut, sembari berkenalan dengan masayarakat disana sebelum memulai penelitian skripsi.</p>
<p>Tumben gak telat, kami janjian di banjar Pande, Peliatan, Gianyar. Dan tepat pukul 05.00 WITA, aku udah sampe depan banjar. Dan 10 menit kemudian baru dosenku datang karena harus balik mengambil beberapa persiapan yang ketinggalan.</p>
<p>Kali ini tidak salah kostum lagi, sehari sebelumnya aku dan parter *halahh Diah maksudnya, udah membeli sandal gunung dan jaket tebal. Uwoo.</p>
<p>Yang Remeh itu Penting<br />
Yaapp, agenda hari itu mau ngajari orang cuci tangan yang benar. Jadi program di dusun itu adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Bagi yang belum tahu boleh search yah. Ini program nasional, cuma Kabupaten di Bali dan banyak Kabupaten di Indonesia belum melaksanakan program ini. </p>
<p>Ini program pemberdayaan di bidang kesehatan lingkungan. Program ini sendiri terdiri dari lima pilar, yaitu bebas buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, penanganan sampah, penanganan limbah, dan memastikan air minum yang aman dikonsumsi. Dari kelima pilar ini tidak bisa berjalan serentak karena program ini benar-benar tanpa subsidi. Masyarakat dipicu untuk merasakan bahwa kelima hal tersebut memang merupakan kebutuhan mereka. Lalu masayarakat akan membuat keputusan-keputusan sendiri. Masyarakat dilibatkan penuh pada setiap proses pengambilan keputusan. sehingga masyarakat merasa dihargai dalam setiap aspek program ini. Dan lebih bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang dibuat secara kolektif. Tapi inti dari program ini adalah perubahan perilaku.</p>
<p>Selama tiga bulan (sejak September lalu) di daerah Cangkeng ini baru dipicu untuk pilar bebas BABS (Bebas Buang Air Besar). Dan hasilnya lumayan, rata-rata sudah memiliki jamban, baik jamban cemplung atau leher angsa. Dan mereka membangun jamban dengan sistem arisan. Bukan jamban-jamban mewah, dan sebagian besar memanfaatkan bahan-bahan lokal. Rata-rata dari mereka juga sudah membiasakan memakai jamban yang sudah dibangun tersebut.</p>
<p>Jadi saatnya berlanjut ke pilar kedua, cuci tangan pakai sabun. Setelah beristirahat kurang lebih satu jam di Center LSM, kami melanjutkan perjalanan ke Cangkeng. Rupanya pagi itu matahari sedikit malu-malu, tetapi itu yang membuat perjalanan cukup menyenangkan. Walau harus naik-turun bukit, tapi gak sampe hampir pingsan lagi sampai wilayah teratas  itu. Kami langsung disambut para motivator, pak Jro Kadek, pak Kadek suli, pak komang alit, bu suriawan, bu sudi, pak Sri Tabanan, dan lain-lain nya belum terlalu kenal.Pagi itu semua motivator dalam kelompok yang ada di munti dikumpulkan di Bale tempat Cubang daerah Cangkeng. Aku cuma kenal beberapa.</p>
<p>Pertemuan itu di fasilitatori oleh tiga orang, Pak Joni dari mitrasamya, Bu yanti dosen saya, dan ibu Desi sanitarian puskesmas Kubu. Ada juga kak Oky dan kak Reka yang menjadi pendamping harian program. Awalnya para motivator tersebut diajak mengingat tentang pilar PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), kemudian dibuat kesepakatan bahwa hari itu mereka akan membahas tentang cuci tangan pakai sabun.</p>
<p>Para motivator kemudian diajak brainstorming tentang kegiatan apa saja yang diwajibkan mencuci tangan setelah melakukannya. Mereka diminta menulis dan menempelkannya pada papan flipchart. Jawabanya lucu-lucu, ada yang bilang setelah bangun tidur, ada yang bilang setelah ngarit (mencari rumput). Intinya bukan pada jawabannya tetapi pada proses pengambilan keputusannya. Matahari tetap tak tampak meninggi ketika diskusi itu berlangsung. Tiba-tiba hal yang paling indah muncul, kabut tipis turun perlahan. Lanjut ke sesi berikutnya, motivator diminta menjawab satu-satu cara mencuci tangan sehari-hari. Kemudian tentang manfaat cuci tangan. Dan sebenarnya rata-rata sudah tahu hanya saja tidak biasa mereka lakukan. </p>
<p>Proses diskusi partisipatoris ini seru sekali, proses tersebut juga disertai demo. Demo cuci tangan, bayangkan. Hal yang sebenarnya sederhana, tapi kita semua jarang melakukannya dengan benar. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Peserta FGD masih tampak antusias meski udara terasa menyesakkan. Gerimis, kabut yang mengepung, dan lantai bale Cubang yang berdebu mengisi atmosfer siang itu . Apa yang sudah di demokan kemudian di share kepada masyarakat yang lain. Dua volunter dari motivator tersebut mengajarkan cara mencuci tangan yang benar kepada warga lainnya. Di akhir sesi, sekitar dua belas orang motivator tersebut diajak membuat suatu rencana tindak lanjut. Mereka saling bersaing untuk menyampaikan ide tempat cuci tangan dengan air mengalir dirumah masing-masing. Tidak ada ekspresi terpaksa di wajah mereka.</p>
<p>Belajar Tiga SKS<br />
Bagiku setiap hari adalah belajar, dan hari itu saya berasa belajar tiga SKS. Seharian penuh bersentuhan dengan masyarakat. Walaupun tidak terlibat langsung, tapi kami saling berinteraksi. Banyak hal yang bisa dipelajari bersama dengan mereka. Tentang ketulusan. Tentang perasaan melalui ekspresi mereka ketika diajak (lebih tepatnya dipaksa) berpartisipasi. Semua terasa mungkin ketika dipikirkan bersama. Tentang mengubah kebiasaan. Tentang rasa berharganya seseorang ketika dilibatkan, seperti ekspresi Pak Kadek Suli. &#8220;Ni lagi rapat, kayak anggota DPR ini rapat&#8221; kata pak Kadek Suli sembari tertawa renyah ketika menerima telepon di sela-sela diskusi itu. Tentang belajar teknik fasilitasi masyarakat. Setelah sebelumnya pernah belajar memimpin FGD dan terasa gagal. Tentang diskusi dengan para fasilitator keren. Huaa, dan banyak lagi. Bayangkan jika setiap keputusan di negeri ini melibatkan masyarakat, ya memang tidak mungkin semua memiliki kesempatan yang sama dalam keterlibatan. Tetapi paling tidak setiap keputusan, setiap pembangunan, seharusnya disesuaikan berdasarkan kebutuhan mereka. </p>
<p>*Curhatan yang terpaksa diselesaikan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=209&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2012/01/06/belajar-dari-hal-hal-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berpindah, Siapa Takut?</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/30/berpindah-siapa-takut/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/30/berpindah-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 04:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku, Film, dan Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Random]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia Setengah Salmon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Banyak jalan menuju roma, gak punya pulsa modem, nge blog via opera mini pun jadi. Berhubung lagi sering galau gak jelas, ceritanya mau ngobatin galau. Dan ternyata yang bisa mengobati ya memang harus diri sendiri. Berawal dari sepotong fatamorgana yang mengakibatkan kebodohan-kebodohan kecil. Beberapa waktu kemarin kayaknya keterlaluan banget. Berharap apa coba? Bukan menyesal juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=206&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak jalan menuju roma, gak punya pulsa modem, nge blog via opera mini pun jadi.</p>
<p>Berhubung lagi sering galau gak jelas, ceritanya mau ngobatin galau. Dan ternyata yang bisa mengobati ya memang harus diri sendiri. Berawal dari sepotong fatamorgana yang mengakibatkan kebodohan-kebodohan kecil. Beberapa waktu kemarin kayaknya keterlaluan banget. Berharap apa coba? Bukan menyesal juga sih, tapi kok ya ngerasa bodoh banget ya, bodoh dan polos itu emang kayaknya cuma beda tipis.</p>
<p>Kalau Candra Dewi bilang &#8220;Orang tidak akan pernah menjadi dewasa sebelum pernah patah hati.&#8221; jadi sebaiknya mencoba mengambil hikmah saja dari kepolosan eh kebodohan tersebut.</p>
<p>Berhubung orang yang kalem dan introvert, gak bisa nangis, gak bisa marah, dan gak bisa teriak-teriak nggak jelas. Dan tentu saja gak mungkin mencoba bunuh diri juga kali. jadi keputusannya mau baca buku. Tapi buku apa? Buku desain penelitian? Ga mungkin juga, walaupun memang lagi galau proposal. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akhirnya inget kalo tanggal 24 lalu twitter heboh tentang Radityadika yang baru launching buku bertajuk Manusia Setengah Salmon. Pas tanggal 26 nya baru ngubek-ubek twitter dan nemu review nya di beberapa blog yang di link di twitter bang Raditya dika. Cukup menarik, berangkatlah ke gramedia dua hari berikutnya.</p>
<p>Seperti biasa isinya ga cuma menghibur dan bikin senyum-senyum sendiri sampe ketawa jungkir balik juga. Tapi banyak pesan mendalam dibalik cerita-cerita konyol tersebut. Beda dengan buku nya yang marmut merah jambu kemarin lebih banyak menghadirkan cinta, kalo manusia setengah salmon ini lebih banyak berisi tentang patah hati.</p>
<p>Ada beberapa bab yang menarik dan berjasa menjadi obat bagiku salah satunya &#8216;Sepotong hati di dalam kardus coklat.&#8217; Bercerita mengenai Dika yang baru diputusin pacar, tapi saat yang bersamaan  keluarganya harus pindah rumah. Ya, mungkin saya juga terlalu sempit buat dia, oleh karena itu wajar jika dia merasa harus pindah ke tempat yang lebih luas dan cocok untuk nya. Pesan moral dari sepiring makanan salah satunya bahwa setiap orang mempunyai kebiasaan sendiri, cara sendiri, dan tentunya sifat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, wajar dong jika saya berbeda dengan mantannya. Tentang tarian musim kawin, bercerita tentang pedekate masa kini dan masa dulu. Masa PDKT itu diibaratkan sebagai tarian musim kawin, dan tarian saya mungkin saja kurang menarik karena skill tiap orang beda. Tapi bagaimanapun caranya sebenarnya yang paling penting ya fungsi pedekatenya. Yaitu agar bisa membedakan antara orang-orang yang kita mau dan orang yang kita butuhkan. Noted.</p>
<p>Tentang &#8216;the pains of growing up,&#8217; tumbuh dewasa memang harus melalui rasa-rasa sakit seperti itu. &#8216;pindah&#8217; menjadi dewasa dan siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan. Kemudian tentang pindah &#8216;rumah&#8217; dan mencari rumah yang sempurna. lagi-lagi saya menemukan hati diibaratkan sebagai rumah seseorang. Saat awal kepindahan mungkin saja kita membanding-badingkan rumah baru dengan rumah lama kita. Begitu juga kami kemarin.</p>
<p> Bagi beberapa orang rumah adalah ruangan berukuran 4&#215;4, bagi yang lain rumah besar dan minimalis mungkin di daerah perumahan mewah. Tapi balik lagi rumah yang &#8216;sempurna adalah bisa melindungi kita dari gelap, hujan, dan menawarkan kenyamanan.&#8217;</p>
<p>Dan pada akhirnya kita semua harus belajar dari ikan salmon. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik kata radityadika ga perlu jadi manusia super. Hanya perlu jadi manusia setengah salmon. &#8221;tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapan. Bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkan (baca: butuhkan).&#8221; perpindahan adalah hal yang sangat mungkin, dan ini hanya soal u. Hanya perlu mencari kebahagiaan-kebahagiaan kecil diantara semua perpindahan ini.</p>
<p>Gak cuma pesan-pesan itu saja isi buku ini, banyak yang lucu dan konyol seperti di ledakan paling merdu, bakar saja keteknya, kasih ibu sepanjang belanda, dan terlentang melihat bintang.<br />
Jadi menjadi single struktural, cyclical, ataupun friksional sekalipun adalah pilihan. </p>
<p>Salam sejuta kasih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=206&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/30/berpindah-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serpihan Kata</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/29/serpihan-kata/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/29/serpihan-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 17:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random]]></category>
		<category><![CDATA[Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Kamu Adalah Jawaban bagi semua pertanyaan Alasan di semua hal terbaik dalam hidup Harapan bagi mimpi-mimpiku Kekuatan saat aku sendiri meragukan kemampuanku Jadi salahkah jika aku tak ingin siapapun memilikimu? Atau, haruskah aku mencintaimu untuk membuktikan keegoisanku -Clara Canceriana- Random banget, tba-tiba tadi siang menemukan catatan ini waktu jalan-jalan ke Gramedia, haha.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=200&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamu Adalah Jawaban bagi semua pertanyaan</p>
<p>Alasan di semua hal terbaik dalam hidup</p>
<p>Harapan bagi mimpi-mimpiku</p>
<p>Kekuatan saat aku sendiri meragukan kemampuanku</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><a href="http://www.google.co.id/imgres?q=random&amp;um=1&amp;hl=id&amp;sa=N&amp;biw=1366&amp;bih=510&amp;tbm=isch&amp;tbnid=6m5Q_H6n1fQQwM:&amp;imgrefurl=http://www.dezeen.com/2008/10/28/audience-by-random-international/&amp;docid=lU0DCuT_Ulch7M&amp;imgurl=http://static.dezeen.com/uploads/2008/10/random-international-main.jpg&amp;w=450&amp;h=450&amp;ei=nlL7Tsj2H4bZrQewhYXNDw&amp;zoom=1&amp;iact=rc&amp;dur=265&amp;sig=102295249544238568983&amp;page=1&amp;tbnh=144&amp;tbnw=144&amp;start=0&amp;ndsp=12&amp;ved=1t:429,r:6,s:0&amp;tx=46&amp;ty=64"><img alt="" src="http://static.dezeen.com/uploads/2008/10/random-international-main.jpg" title="Randomly" width="250" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Random pic</p></div>
<p>Jadi salahkah jika aku tak ingin siapapun memilikimu?</p>
<p>Atau, haruskah aku mencintaimu untuk membuktikan keegoisanku</p>
<p>-Clara Canceriana-</p>
<p>Random banget, tba-tiba tadi siang menemukan catatan ini waktu jalan-jalan ke Gramedia, haha.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=200&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/29/serpihan-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.dezeen.com/uploads/2008/10/random-international-main.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Randomly</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spirit itu Darimana Saja</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/22/195/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/22/195/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 12:59:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Kongres Wanita Indonesia III pada 22 Desember 1938 itu melahirkan hari ibu, &#8220;Para pejuang perempuan tersebut berkumpul untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Para feminis ini menggarap berbagai isu tentang persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=195&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kongres Wanita Indonesia III pada 22 Desember 1938 itu melahirkan hari ibu, </p>
<p><em>&#8220;Para pejuang perempuan tersebut berkumpul untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Para feminis ini menggarap berbagai isu tentang persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan. Tak hanya itu, masalah perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan masih banyak lagi, juga dibahas dalam kongres itu. Bedanya dengan jaman sekarang, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis untuk perkembangan perempuan, tanpa mengusung kesetaraan jender. &#8220;</em> <a href="http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Psikologi/Keluarga/asal.mula.hari.ibu.di.indonesia/001/007/528/12/3" title="Dari Sini" target="_blank"></a></p>
<div id="attachment_196" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/me-mom.jpg"><img src="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/me-mom.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="me-mom" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-196" /></a><p class="wp-caption-text">Mom and me</p></div>
<p>Maka saya punya alasan menulis status ini &#8220;halo, hari ibu, bagaimana ttg kesehatan ibu di negeri kita, di provinsi ujung timur sana? Pendidikan kespro untuk remaja,putri khususnya? Selamat hari ibu.&#8221; Tapi kawan saya komentar saat yang lain statusnya unyu-unyu kamu menuliskan status begitu? Dan ketika saya jawab pencitraan, eeh dia kira beneran tujuanku itu. Hahaha, Yaelahh pencitraan untuk siapa juga coba. ckckckck. Saya yakin ibuku atau ibu-ibu lain dan para calon ibu  masih memiliki permasalahan seputar hal tersebut.</p>
<p>Saya tidak memiliki banyak cerita tentang kebersamaan dengan ibu ketika kecil. Sejak kecil saya lebih sering bersama embah.Tapi ketika saya tumbuh dewasa ibu menjelma sebagai seorang kawan. Kawan yang paling bisa diajak gila-gilaan. Berbelanja bareng, wisata kuliner bareng, cobain resep masakan di dapur, bergosip bareng, ngomongin jodoh, pacar, dan akhir-akhir juga sering ngomongin masa depan kami bareng-bareng. Ibu sering kalap belanja, dan ia menjadi terlihat cantik ketika menawari saya membeli baju. Ibu terlihat seksi ketika marah dan mengomel. Dan ibu benar-benar bersikap hangat ketika memeluk saya.</p>
<p>Ibu melahirkan saya pada usia yang masih sangat muda. Dan saya tidak bisa membayangkan ketika seumuran dengan saya ibu sudah memiliki dua anak. Susah dibayangkan, kalau orang tua di jawa bilang &#8220;Anak nggendong bocah.&#8221; Ibu hanya melahirkanku hanya dengan bantuan dukun. Masa muda ibu itu hanya sebagian kecil potret kehidupan desa, menikah muda lalu memiliki (banyak) anak, tetapi untungnya ibu sudah kenal KB pada masa itu. Saya yakin ibu mewakili kebanyakan remaja di desa yang tidak pernah mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi. Apalagi di daerah timur seperti Nusa Tenggara dan Provinsi ter-timur Papua tentu lebih parah lagi dari sisi kesehatan ibu dan kesehatan reproduksi remaja.</p>
<p>Pagi ini seperti biasa ibu masuk ke kamar saya dan mencium kening saya. Segera saya taruh ponsel yang sejak membuka mata, saya lebih memilih membuka jejaring sosial twitter daripada menemui ibu terlebih dahulu. &#8220;Selamat hari ibu, terima kasih buat semuanya mam.&#8221; bisik saya sambil memeluk ibu. Ibu bukan orang yang mengerti twitter dan facebook, tapi ibu mengenal email dan yahoo messenger tapi itu karena kebetulan ibu bekerja di agen perjalanan wisata. Ibu adalah wanita yang mandiri secara finansial, dan dua tahun terakhir juga dituntut menjadi ayah bagi kami. Pokoknya ibu adalah pahlawan saya. Ibu juga tidak pernah marah ketika saya seharian hanya main di kampus dan kesana-kemari, dan kadang pulang agak larut.</p>
<p>Ibu selalu terlihat bahagia ketika pulang kerja ada aku atau adik yang menyambut. Ibu akan berubah sumringah ketika kami membukakan pintu. Ibu selalu merasa muda lagi ketika berbelanja atau pergi bersama saya, apalagi dengan gaya berpakaian ala anak muda yang tentu saja lebih berani memakai gaya aneh-aneh daripada saya. Dan ini kadang menyebalkan. Tapi sayangnya aku dan adik lebih suka sibuk sendiri, apalagi dua tahun terakhir kami jarang bisa bersama-sama. Dan ibu hanya sering ditemani media yang disebut TV. Beberapa minggu yang lalu ibu memutuskan menggunakan saluran TV berlangganan, dan kini serial drama Jepang dan China menjadi kawan barunya. </p>
<p>Malam ini saya sengaja tidak pergi, hanya untuk menyambut ibu saya pulang. Dan ibu membelikan buah-buahan kesukaan kami, Manggis dan Mangga. Ibu mengupas beberapa mangga lalu kami makan bersama-sama. Beberapa waktu kemudian kami seperti berjarak lagi. Meskipun begitu ibu adalah spirit dalam hidup saya.<br />
Selamat Hari Ibu.<br />
Terima kasih ibu, Sayang ibu selalu :*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=195&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/22/195/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/me-mom.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">me-mom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebagian Darimu Masih Ada Padaku</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/19/185/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/19/185/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 03:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Birthday]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[‎&#8221;Sebagian dirimu pergi bersamanya, sebagian dirinya tinggal dalam dirimu.&#8221; Entahlah itu kutipan pertama kali siapa yang mengucapkannya, yang jelas itu saya dapatkan dari seorang kawan di comment jejaring sosial semalam. Hari ini ayah saya seharusnya merayakan ulang tahunnya yang ke-41. Beliau telah berpulang sebelum usianya genap 40 tahun, ya 2 tahun yang lalu. Beberapa tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=185&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>‎&#8221;Sebagian dirimu pergi bersamanya, sebagian dirinya tinggal dalam dirimu.&#8221;</p>
<p>Entahlah itu kutipan pertama kali siapa yang mengucapkannya, yang jelas itu saya dapatkan dari seorang kawan di comment jejaring sosial semalam. Hari ini ayah saya seharusnya merayakan ulang tahunnya yang ke-41. Beliau telah berpulang sebelum usianya genap 40 tahun, ya 2 tahun yang lalu. Beberapa tahun terakhir kami biasa merayakan ulang tahun bersamaan pada bulan Desember. Kebetulan ulang tahun saya November, adik saya 4 Desember,  dan ayah saya 19 Desember. Dan saya sangat merindukannya pagi ini.<span id="more-185"></span></p>
<p>Sering saya dengar, dibalik kesuksesan seorang pria ada wanita tangguh dibelakangnya entah itu mama, kawan-kawan, teman dekat, kekasih, anak atau istri. Saya sempat berpikir yang sama, bahwa sesungguhnya dibalik ketangguhan wanita juga ada para pria yang selalu setia memberikan support dibelakangnya. Tapi setelah kepergian ayah saya, apa yang saya punya? koko juga tiba-tiba pergi begitu saja. Arghh.. saya sempet down beberapa bulan setelah kepergian ayah saya itu. Benar-benar saat-saat terberat dalam hidup saya.</p>
<div id="attachment_186" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/dscn1839.jpg"><img src="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/dscn1839.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="mom n dad" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-186" /></a><p class="wp-caption-text">ini di Losari, mesra yaa</p></div>
<p>Beberapa bulan saya benar-benar merasa terpuruk. Hari-hari terasa lewat begitu saja. Mulai saat itu saya harus membuat semua keputusan sendiri. Menentukan masa depan sendiri. Tidak ada orang yang memberikan pertimbangan-pertimbangan untuk setiap pilihan lagi. Masih harus berpikir masa depan adik saya. Dan saya benar-benar merasa sendiri. Ibu memang selalu hadir, memberikan support, selalu siap menjadi sandaran ketika saya benar-benar down. Tetapi ibu gak bisa memberikan pertimbangan-pertimbangan dengan segala konskuensinya. Ibu hanya akan memastikan saya dan adik sehat dan baik-baik saja.Saya harus siap dengan segala konsekuensi, ya saya sudah harus berpikir dewasa.</p>
<p>Sampai suatu ketika setahun hampir berlalu, saya sudah mulai bisa beradaptasi dengan keadaan. Saya kembali menata hidup, merumuskan masa depan *halaahh. Maksudnya, merumuskan segala hal penting untuk masa depan, dan ia hadir. Kehadiran yang tidak diharapkan sesungguhnya. Tetapi sejenak telah mampu membasuh jiwa. Bagiku ia lebih seperti seorang dengan beribu pengalamannya. Kami bercerita banyak hal, bertukar pikiran, berdiskusi banyak hal walaupun pada akhirnya saya lebih banyak bertanya. Dan sedikit banyaknya dia ternyata telah mampu mempengaruhi dan mengubah pemikiran-pemikiran saya. Saya mulai bisa bermimpi lagi, tentang gambaran hidup saya kedepan. Tapi sekali lagi saya harus hancur, status memaksa seseorang menjadi berjarak. Entah bagaimana ceritanya pokoknya saat itu saya benar-benar kehilangan orang yang dapat diajak berbicara lagi, tentang hidup dan apapun. Teman-teman memang ada, tapi ada hal-hal tertentu yang entah kenapa tidak bisa diucapkan. Tapi dari sini saya mengambil kesimpulan, dibelakang wanita tangguh tidak selalu ada pria-pria tangguh di belakangnya. Wanita tangguh ada karena ia punya mimpi, kekuatan mimpi mereka yang membuat terlihat tangguh, orang-orang dibelakang hanya menjadi pemanis dan kadangkala memang akan bisa menjadi tumpuan ketika harus terjatuh.</p>
<div id="attachment_187" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picturetnh.jpg"><img src="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picturetnh.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Waktu di Tanah Lot" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-187" /></a><p class="wp-caption-text">tanah Lot, Saya Gak Ikut</p></div>
<p>Jadi ngelantur, balik lagi ke ayah saya.<br />
Dia lelaki hebat di mata saya. Ayah lahir dari pasangan petani. Ayah hanya lulusan SMA ketika saya lahir, namun akhirnya setelah adik saya lahir tahun 1994 ia memutuskan mengikuti kuliah jarak jauh, mengambil jurusan ilmu agama. Ga tau gimana ceritanya, padahal saat itu umur ayah sekitar 24. Sebelum kuliah ayah menghidupi kami dari bertani dan membuat gula merah, inget sekali ketika kecil saya sering ikut ayah mengambil nira. Setelah kuliah ia tidak lagi membuat gula merah, tetapi nyeku di dua SMP swasta. Belum ada motor saat itu, di desa kami hanya beberapa orang saja yang memiliki motor. Beliau mengajar dengan sepeda gayung bututnya, tetapi saya tetap bangga karena sering diajak pergi ke sekolahnya kenal dengan kakak-kakak SMP dan profesi yang disebut guru. Paling tidak saat itu saya mulai bisa bermimpi untuk sekolah dan jadi guru <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cukup lama ayah saya kuliah, sempat gagal skripsinya. Tetapi akhirnya ayah lulus enam tahun kemudian. Berbekal gelar sarjana, beliau hijrah ke Bali. Sekitar tahun 2000 di Bali hanya ada satu guru agama Buddha, sedangkan umat Buddha di Bali cukup banyak oleh karena itu dari sekolah tinggi tempat ayah kuliah menempatkan sarjana-sarjana mereka agar merata. Tetapi saat itu saya masih harus menyelesaikan sekolah dan tinggal bersama embah hingga SMP. Bukan masalah, setidaknya saya masih bisa bermimpi pergi ke Bali tiap liburan semester atau bermimpi bisa sekolah SMA di Bali. Tempat yang sebelumnya tidak pernah saya yakini bisa saya kunjungi. ya, saya hanya pernah mendengar Bali dari teman-teman.</p>
<div id="attachment_188" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picturedad.jpg"><img src="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picturedad.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Picturedad" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-188" /></a><p class="wp-caption-text">Bareng Lintang dan Dana, ternyata saya tidak ada lagi</p></div>
<p>Lalu kami tinggal bersma di Bali, saya mengenyam tingkat sekolah menengah atas disini. Ternyata cukup sulit beradaptasi, hihihi, beda sekali kehidupan di desa dan kota, saya sempat terpuruk lagi. Ketika kelas satu SMA saya berhasil melewati dengan sempurna, karena mmemiliki beberapa teman yang sama-sama pendatang juga. tetapi ketika kelas dua harus pisah kelas dengan mereka karena beda jurusan, teman-teman saya terbatas, inget banget dulu ketika kelas dua jarang sekali mendapat teman kerja kelompok. Tapi toh kelas tiga akhirnya saya bisa berbaur dengan mereka walaupun tidak bisa mengikuti gaya hidup mereka. Dan akhirnya masa SMA saya lewati dengan sempurna meski tidak diwarnai dengan prestasi gemilang bahkan tidak ada prestasi apapun. Bagian hidup yang akhirnya harus hilang karena peristiwa adaptasi.</p>
<p>Akhirnya saya diterima di Universitas Udayana melalui jalur PMDK, jurusan ilmu kesehatan masyarakat. Entah kenapa saya hanya puas dengan jalur PMDK dan Universitas Udayana. Dan belakangan baru tahu ada universitas Gajahmada, UI, Unibra, atau UNAIR dan ternyata di Banyuwangi juga ada UNEJ. Helloooo, kemana aja guehh?? tetapi saya tidak menyesal dan berjanji akan menjalani segala konskuensi di jurusan ini. Tapi ini merupakan keputusan jangka panjang pertama dalam hidup, tanpa campur tangan ayah saya. Saya senang karena akhirnya saya dapat memilih pertama kali dalam hidup saya. Saya pikir dulu ayah akan memaksa saya masuk ilmu keguruan ternyata tidak, yeaayy.</p>
<p>Ayah bukan tipe orang keras dalam membentuk karakter anak-anaknya, meskipun untuk mencapai jenjang-jenjang dalam hidup ia lalui dengan keras. Beliau membiarkan kami mengalir menjadi diri kami, ia tidak pernah memaksa kami berprestasi. Ia mengajarkan bagaimana proses lebih penting dari sekadar pencapaian. Tapi kadang ini juga yang saya pikir membuat saya melempem dan terlena. Banyak bagian dalam hidup saya yang  akhirnya saya lewatkan. Yap, saya memang tipe orang yang tingkat kepo terhadap suatu hal dalam kategori rendah. Dan motivasi eksis dan berprestasinya rendah. Bukan-bukan mungkin kembali lagi ke teori maslow, tingkat kebutuhan saya belum sampai pada tingkat aktualisasi diri saat-saat itu. Dan mungkin ini juga yang membuat saya maupun adik harus berlari kalah start daripada teman-teman</p>
<p>Ayah hanya orang dengan pemikiran-pemikiran sederhana, pemikiran yang realistis. Pernah suatu ketika ia mengingatkanku berhenti untuk menjadi idealis. Ayah juga pernah meragukanku untuk kuliah di perguruan tinggi negeri. Bahkan pernah tercengang ketika saya bilang suatu ketika saya pasti bisa S2 di luar negeri. Sebenarnya ayah adalah pemikir yang hebat, dulu ketika masih di desa ayah pernah akan mencoba membuat saluran air bersih untuk desa kami walaupun hanya berhenti di tataran ide. Ayah juga yang pertama  kali mengenalkan jamban saniter, walaupun tidak banyak yang mengikuti. Ia juga pernah mencoba mengalihkan pertanian padi menjadi pertanian semangka ketika pertanian padi benar-benar tidak menjanjikan. Ayah adalah orang yang cerdas di mata saya.</p>
<p>Ayah saya orang yang unik, jarang marah dan sangat asyik diajak tukar pendapat. Seingatku ayah pernah marah ketika saya coba-coba manja meminta ini-itu dan akhirnya mengguyur saya dengan bekas cucian piring ketika kelas 1 SD. Semenjak kuliah saya menjadi lebih terbuka dengan beliau. Kami sering pergi ke toko buku bersama, kami sering membeli banyak buku dan kemudian diakhiri dengan ibu yang ngambul. Kadang-kadang saya membaca buku-buku ayah tentang post-modernitas, budaya Pop, beberapa essay yang cukup menarik dan lain-lain, kebetulan saat itu ayah masuk di jurusan kajian Budaya di Udayana juga. Buku-buku itu memang susah saya cerna, tapi saya baca-baca aja sekilas, karena pengen tahu aja. Tetapi ada satu buku yang tidak boleh saya baca, tentang teori Karl Marx. Beliau cuma bilang &#8220;Belum saatnya kamu membaca ini.&#8221;</p>
<div id="attachment_189" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picture1pmn-dad.jpg"><img src="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picture1pmn-dad.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Sama Paman" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-189" /></a><p class="wp-caption-text">Foto sama Paman, ternyata setelah dicari2 foto bareng saya nya ga ada <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Kami lebih suka membicarakan buku dan menulis dibandingkan membicarakan bola. Ya, ayah saya suka menulis fiksi dan geguritan jawa. Walaupun beliau bukan penulis berprestasi dan jarang sekali mengikutsertakan karya-karya nya dalam lomba tapi beliau mengahabiskan hari-hari senggangnya untuk menulis. Dulu waktu kecil sering sih ayah mengirim tulisan-tulisannya ke majalah Jayabaya, tapi gak tahu pernah dimuat apa nggak. Entah kenapa dirumah memang hampir tidak pernah membicarakan olahraga, politik dan seni. Dan belakangan saya agak menyesal terutama tidak pernah belajar seni. Satu-satunya anggota keluarga yang bisa bermain musik adalah adik saya, itupun juga karena saya paksa masuk marching band ketika SMP. Soal politik, saya yakin ayah tahu banyak hal tentang politik, tapi beliau seperti menjauhkan saya dari kehidupan politik. Bahkan berpolitik (politik= cara mendapatkan sesuatu) pun saya tidak pernah diajari, yap selama ini saya hanya mengalir dan meraba-raba. Intinya saya suka menulis karena ayah, tapi sampai saat ini saya belum pernah membuat satu paragraf pun tulisan fiksi. Genre lain lebih menarik bagi saya. Catatan-Bukan genre curhat juga sih.</p>
<p>Satu-satunya percakapan paling menarik bersama ayah saya yang saya ingat yaitu tentang sistem. Waktu itu saya bertanya tentang sistem keuangan negara. Sore itu kami pergi ke rumah saudara, sepanjang perjalanan kami membicarakan itu, sampai pulangnya pun belum habis, itu percakapan yang hingga kini tidak terlupakan. Soal kebersamaan, yang paling teringat adalah ketika dijemput di kampus, dua minggu sebelum ayah pergi. Saat itu saya pulang dari kemah di Bangli.Dan kemudian laptop baru. Lalu semuanya hilang. Tidak pernah kembali.</p>
<p>Selama 20 tahun kemarin ayah memang satu-satunya orang yang paling dekat dengan saya. Dengan ibu sebenarnya dekat juga, cuma kami jarang berdiskusi tentang hal-hal yang bersifat serius. Haah, sebenarnya pagi ini hanya rindu. Rindu ada yang bertanya, &#8220;Nduk, proposalmu tentang apa?&#8221; &#8220;Udah sampai mana progressnya?&#8221; &#8220;Kalau lulus kamu tidak akan jadi PNS kan?&#8221; hahahha.</p>
<p>Wish you be happy there Dad, in another life.  Happy birthday. I Love u so much.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=185&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/19/185/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/dscn1839.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mom n dad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picturetnh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Waktu di Tanah Lot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picturedad.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Picturedad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picture1pmn-dad.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sama Paman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memorable : Pelangi Desember</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/16/pelangi-desember/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/16/pelangi-desember/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 23:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random]]></category>
		<category><![CDATA[Desember]]></category>
		<category><![CDATA[Pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sanur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Hei pelangi, terima kasih telah mewarnai Desember. Walau sekejap tapi akan ada lagi, pelangi di pagi-pagi dan hujan yang akan datang. setelah purnama-purnama berikutnya. Ternyata bukan Dialog Dini Hari saja yang mewarnai bulan Desember ini dengan pelangi, tapi kamu juga . Oyah, Dialog Dini Hari itu Trio Folks asal Bali, mengawali Desember ini mereka meluncurkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=153&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hei pelangi, terima kasih telah mewarnai Desember. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Walau sekejap tapi akan ada lagi, pelangi di pagi-pagi dan hujan yang akan datang. setelah purnama-purnama berikutnya.</p>
<p>Ternyata bukan Dialog Dini Hari saja yang mewarnai bulan Desember ini dengan pelangi, tapi kamu juga . Oyah, Dialog Dini Hari itu Trio Folks asal Bali, mengawali Desember ini mereka meluncurkan single terbaru untuk album ketiganya. “Hei pelangi, warna-warni..hei pelangi gairah suka di hati…” itu salah satu cuplikan liriknya. keren lhoo.</p>
<div id="attachment_158" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://zhendhalchavhitdapatis.webs.com/rainbow1.jpg"><img src="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picture1.jpg?w=300&#038;h=252" alt="" title="pelangi-pelangii" width="300" height="252" class="size-medium wp-image-158" /></a><p class="wp-caption-text">The December Rainbow</p></div>
<p>Cerita (kurang lebih) dua puluh purnama, setiap episode demi episode sudah berlalu. Sebenarnya bukan hanya tentang cerita indah. tapi cerita apapun akan selalu berkesan. Rindu kedua yang tiada berbatas itu sudah terjawab. Rindunya orang-orang yang sama sekali belum mengukir cerita, katanya. Bukan rindu biasa, sekadar rindu mendengar celotehmu tentang negara. Mungkin orang sudah bosan mendengarnya, tapi aku tak bosan-bosan. Tentang keyakinan, harapan-harapan dan nilai. Dan rindu melihat semangatmu. Selalu ada energi positif setiap kali berbincang, yaa. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sanur di pagi hari, hendak melihat matahari terbit. Sayang, pukul 06.00 WITA matahari sudah terlampau tinggi. Rupanya langit sudah terang benderang. Para penikmat pagi sudah beranjak dari pantai. Dan sepeda yang berjejer di pinggir trotoar ternyata lebih menggoda. yeayy, cukup menyewa sepuluh ribu rupiah per sepeda. Kami menyusuri trotoar pinggiran pantai, melewati beberapa artshop dan cafe-cafe kecil disana. Berhenti di pantai Sindu, lalu menuju pinggiran pantai yang di paving. Matahari yang mulai meninggi, kilau cahaya yang memantul, air laut yang menyurut, beberapa aktivitas pemilik boat dan para penikmat pagi mewarnai hari itu.</p>
<div id="attachment_154" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/surut.jpg"><img src="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/surut.jpg?w=300&#038;h=221" alt="" title="surut" width="300" height="221" class="size-medium wp-image-154" /></a><p class="wp-caption-text">Pagi yang tak Surut</p></div>
<p>Waktu sudah beranjak, saatnya melanjutkan aktivitas di hari sibuk itu. Hanya percakapan yang biasa. Percakapan tentang pertemuan dirumah merah dua puluh purnama lalu. Tentang kesibukan kita masing-masing. Hanya sepotong-sepotong cerita. Tetapi kali ini tidak menyesakkan. Perjumpaan selalu terbatas waktu. lalu, kita berpisah di ujung Traffic light. Ini pelangi Desember, pelangi memang hanya selalu hadir sesaat. Tapi akan selalu hadir diantara hujan dan biasan sinar matahari. Dan akan selalu ada rindu-rindu yang baru.</p>
<div id="attachment_155" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/rajawali-pagi.jpg"><img src="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/rajawali-pagi.jpg?w=300&#038;h=222" alt="" title="rajawali pagi" width="300" height="222" class="size-medium wp-image-155" /></a><p class="wp-caption-text">Rajawali Pagi Ini</p></div>
<p>Soal foto rajawali ini, ahh kamu sebenarnya hanya mengada-ada. Tapi kamu memang Rajawali dengan karakteristiknya. Soal Denpasar-Jakarta hanya soal jarak dan waktu, dekat di hati bukan? I Wish <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Desember 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=153&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/16/pelangi-desember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/picture1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pelangi-pelangii</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/surut.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">surut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myhappy2day.files.wordpress.com/2011/12/rajawali-pagi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rajawali pagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Biasa, Dan Penuh Makna</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/12/tak-biasa-dan-penuh-makna/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/12/tak-biasa-dan-penuh-makna/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 05:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku, Film, dan Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur yang lain]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[“Kita tak lagi mendambakan sesuatu karena kita membutuhknnya, melainkan karena keinginan-keinginan yang terus-menerus didefinisi oleh imaji-imaji yang dikomersialkan, yang pada akhirnya membuat kita berjarak dengan diri kita sendiri.” Tentang Arsitektur yang lain. Sebuah buku berisi essay tentang sebuah kritik arsitektur. Buku setebal 243 halaman ini merupakan karya Avianti Armand, seorang dosen arsitek di UI sekaligus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=147&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Kita tak lagi mendambakan sesuatu karena kita membutuhknnya, melainkan karena keinginan-keinginan yang terus-menerus didefinisi oleh imaji-imaji yang dikomersialkan, yang pada akhirnya membuat kita berjarak dengan diri kita sendiri.”</p>
<p>Tentang Arsitektur yang lain. Sebuah buku berisi essay tentang sebuah kritik arsitektur. Buku setebal 243 halaman ini merupakan karya Avianti Armand, seorang dosen arsitek di UI sekaligus penulis. Dilihat dari cover, buku ini kurang menarik. Hijau hampir abu-abu, bergambar balok-balok.</p>
<p>Buku ini kupinjam dari seorang kawan, belakangan saya emang agak sok rajin baca buku non-fiksi. Ternyata setelah dibaca buku ini menggoda sejak bab pertama. Bertutur mengenai rumah, mengenai asal-muasal arsitektur. Mengenai Homo Faber dan homo Ludens. Homo Faber adalah manusia yang mengolah tanah dan menjinakkan alam secara fisik menciptakan sebuah bangunan dunia artifisial baru. Homo Ludens adalah manusia petualang manusia petualang, penggembala ternak yang mengembara. Dari tipe hidup yang menetap dan nomaden ini dipercayai lahir arsitektur. Tapi penulis berpendapat bahwa sesungguhnya kita tidak benar-benar tinggal dirumah. “Kita telah lama menjadi penghuni waktu, sementara rumah telah menjelma menjadi sekadar ruang transit.” </p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://www.kutukutubuku.com/2008/open/22946/arsitektur_yang_lain"><img alt="" src="http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture/18884-arsitektur_yang_lain.jpg" title="Cover" width="400" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Ini Cover Bukunyaaa</p></div>
<p>“Apa makna rumah bagimu?” : Kamu. Dalam buku ini dituliskan demikian. Saya jadi ingat percakapan dengan Kak Intan, seorang senior di rumah merah. Waktu itu purnama kapat, bulan Oktober 2011 dalam tahun masehi. Dia bilang jika ingin menyamakan visi dengan seseorang coba saja tanyakan rumah impiannya. Beberapa orang yang saya tanyakan rumah impiannya memang lebih banyak memiliki pemikiran-pemikiran yang sama dengan saya. Ternyata rumah sesungguhnya memang bermakna lebih dalam, menggambarkan sesuatu yang intim, memberikan kenyamanan, memberikan makna dan juga cinta.<br />
Tentang Kitsch, suatu bentuk yang “Norak” atau “Murahan.” Ini merupakan sebutan untuk mengidentifikasikan imitasi yang buruk dari sebuah karya artistik dalam seni murni dan seni terapan, misalnya arsitektur, literatur, fashion, fotografi, tetaer, sinema atau musik. Kitsch terbentuk karena adanya penegasan posisi kelas pemiliknya. Kitsch lahir dari uang dan keinginan-keinginan untuk merambah lebih luas dan lebih cepat dengan mengesampingkan selera dan pengetahuan. Fungsi dari karya yang termasuk dalam Kitsch ini hanyalah sekadar untuk menghibur dan meyakinkan penikmat dan pemakainya.</p>
<p>Dalam buku ini juga mengemukakan tentang air yang biasanya menjadi pelengkap dalam arsitektur. Tentang jendela yang menjadi pembatas antara dunia dalam dan luar rumah. Dapur, yang maknanya bergeser menjadi dapur kotor, hanya sebagai tempat sarapan dan tempat beraktivitas pembantu serta bergosip. Ruang untuk anak yang sebenarnya tiada bermakna sebagai imitasi dari alam, tempat terbaik untuk belajar. Sembarang kota karena tiada keberaturan arsitektur. Tentang pagar yang telah menjadi pembatas kelas sosial. Dan banyak lagi fakta dan kritik tentang arsitektur.<br />
Lalu apa yang disebut arsitektur yang lain dalam buku ini? “Bukan arsitektur yang mengkilap seperti arsitektur rumah berlantai marmer atau kayu yang dipoles halus, dengan jendela kaca lebar-lebar dan sebuah kolam renang, dengan dua buah dapur yang masing-masing luasnya setara dengan RSS (rumah sangat sederhana), dengan garasi minimal dua mobil dan interior, juga life style yang sangat banyak beredar belakangan ini. Bukan juga arsitektur yang mencantol pada nama-nama besar starchitects, internasional dan lokal, yang kepopulerannya menyaingi bintang-bintang film dan sinetron.” Jika ingin melihat perwujudan arsitektur yang lain ini dapat melihat ruang huni masyarakat pinggiran kali code, Yogyakarta kini. Romo mangun membantu memperbaiki ruang tinggal menjadi layak huni dan membebaskan dari upaya penggusuran. Intinya “Arsitektur yang lain berbicara tentang keinginan dan aspirasi masyarakat, bukan semata-mata pengolahan estetika tampilan semata.”</p>
<p>Buku ini sangat menarik, tidak hanya menampilkan filosofi dari sebuah karya arsitektur. Tidak hanya berbicara tentang keindahan, kenyamanan. Tetapi ternyata suatu karya arsitektur  bermakna sosial strata dan dapat berbicara aspirasi. Dalam buku ini saya juga seolah pembaca diajak untuk berhenti menjadi masyarakat konsumerisme. Berhenti menjadi penikmat yang sesungguhnya hal tersebut tidak kita butuhkan. Mengajak kita peduli bahwa banyak ruang yang sesungguhnya kita hanya merasakan imitasi didalamnya. Kita membutukan ruang yang sesungguhnya. Dan yang paling penting buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh orang yang buta arsitektur sekalipun.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=147&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/12/tak-biasa-dan-penuh-makna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture/18884-arsitektur_yang_lain.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cover</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam ini Menyembuhkan</title>
		<link>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/09/malam-ini-menyembuhkan/</link>
		<comments>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/09/malam-ini-menyembuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 04:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myhappy2day</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basa-basi]]></category>
		<category><![CDATA[Saya]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi mini]]></category>
		<category><![CDATA[fahdisme]]></category>
		<category><![CDATA[creative writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myhappy2day.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[“Kau Tak Bisa Bergantung pada matamu ketika imajinasimu tidak bekerja” –Mark Twain- Seingetku udah tiga kali bahkan lebih kak Dedy menyebut kutipan itu, Dan entah kenapa ia tak bosan-bosan. Btw, lagi-lagi kak Dedy mewarnai postingan ini, boleh yaaa, saya belajar banyak tentang menulis dari dia, sebut saja guru. Kembali ke topik tentang malam ini, sedikit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=140&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Kau Tak Bisa Bergantung pada matamu ketika imajinasimu tidak bekerja”<br />
–Mark Twain-</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 650px"><img title="Fiksi Mini" src="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2011/06/fiksi-mini.jpg?w=640&#038;h=480" alt="" width="640" height="480" /><p class="wp-caption-text">Contoh Fiksi Mini</p></div>
<p>Seingetku udah tiga kali bahkan lebih kak Dedy menyebut kutipan itu, Dan entah kenapa ia tak bosan-bosan. Btw, lagi-lagi kak Dedy mewarnai postingan ini, boleh yaaa, saya belajar banyak tentang menulis dari dia, sebut saja guru.<br />
Kembali ke topik tentang malam ini, sedikit catatan dari acara semalam, Creative Writhink. Pembicaranya Fahd Djibran, kalo pengen kenal lebih dekat langsung saja <a href="http://fahd-isme.blogspot.com/" title="cek disini sajalah" target="_blank"></a> . Seorang creative writer. Tapi aku sebenernya tidak terlalu tertarik mengenai penulisan galau, eh fiksi maksudku. Fiksi biasanya disandingkan dengan gaya-gaya puitis, aku selalu gagal sebelum paragraf pertama. Kalau kata kak Ditha mungkin kurang jatuh cinta atau patah hati. Masuk akal juga. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-140"></span></p>
<p style="text-align:center;">Mas Fahd (@Fahdisme) juga sepakat dengan Mark Twain bahwa ketika orang akan menulis yang terpenting adalah pikiran dan imajinasi. Oleh karena itu acara sharing ini tidak disebut sebagai creative writing tetapi creative writhink. Creatif writhink disini maksudnya tidak hanya itu, lebih dalam lagi bahwa menulis adalah bagian dari komunikasi. Kalimat-kalimat yang biasa saja tentu tidak memikat, “Change your words” itu kuncinya. Gantilah kalimat-kalimat yang biasa dipakai, kalimat mengiba, atau dengan lumrahnya dengan kalimat yang memikat tapi tidak mengurangi makna.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Creative writing kali ini Fahd berbicara tentang fiksi mini. Suatu tulisan yang terbatas hanya beberapa karakter saja, misal 140 karakter seperti menulis di twitter. Tapi Fahd mengatakan “Fiksi mini tidak hanya terbatas beberapa karakter saja sebenarnya.” Fiksi mini berbicara lebih dalam tentang perubahan.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Fiksimini lebih apik disandingkan dengan berbagai media, tidak sebatas tulisan biasa. Ia bisa bertengger sendiri, dan ketika bersanding dengan audio atau visual akan memberikan kesan lebih dahsyat. *halaah. Kemudian berkembang fiksi musikal dan fiksi lintas media. Fiksi musikal itu berisi lagu dalam essay, blum pernah baca sih semacam essay tentang music di majalah RollingStone, katanya. Fiksi lintas media berisi tentang kalimat-kalimat fiksi yang disajikan bersama audio visual, dipadukan dengan lirik dari musik yang mengiringi. Agak susah dibayangkan kalo belum tahu, <a href="http://www.indiaeveryday.in/video/p/perpisahan-termanis-sebuah-fiksi-musikal/C-ri9o3qRW8.htm" title="lihat disini" target="_blank"></a>.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Catatan penting dari creative writhink adalah content-context-coherence-color. Fiksimini yang kemudian berkembang ini hadir mengiringi perkembangan teknologi. Bagian penting yang saya katakan berbicara tentang perubahan mengenai budaya membaca. Fiksimini hadir menjawab bahwa membaca tidak harus dilakukan secara konvensional lagi. “Orang dapat membaca menggunakan beragam media,” kata Fahd. Tentu saja ini terlepas penting tidaknya buku dalam hidup anda.  Dan Fahd mengatakan “Lupakan definisi.” Yang penting bagaimana kita memunculkan suatu cara yang baru.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">“Lalu creative nya Fahd dimana?” seorang kawan bertanya pada saya. Memang di awal Fahd tidak berani mengatakan bahwa dia yang menemukan fiksi lintas media. Fahd mengutip kalimat James Michener “I’m not a very good writer, but I’m an excellent rewriter.” Baginya semua yang pernah orang katakan atau tulis sudah pernah diucapkan atau ditulis orang lain sebelumnya, tapi lelaki tambun ini berani menuliskan dengan cara yang lain, cara yang berbeda, imajinasi yang berbeda. Bagi Fahd berkarya adalah melihat dirinya sendiri. Mungkin kreatifnya disitu.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Jadi dibela-belain datang (tumben) sebelum acara mulai, ternyata tidak sia-sia. Menyembuhkan kegalauan-kegalauan akademis maupun non-akademis dengan fiksi mini lintas media yang disajikan Fahd. menyembuhkan lelah penat, tapi sayang gagal kenalan dengan mas-mas Arsitek. Oh yah, ini bagian dari acara Akademi Berbagi Bali. Kelas perdana, yang rencananya akan diadakan tiap bulan. Akademi berbagi ini dibentuk pertama kali di Jakarta. Sekarang hadir di Bali. Akber ini dibentuk oleh orang-orang yang rindu berbagi. Setelah seharian diselubungi kepenatan, ternyata berbagi bikin mereka Happy (begitu slogannya sodara-sodara). Jadi jangan lupa hadir di acara Akber Bali berikutnya, dengan perbincangan-perbincangan yang lebih menarik tak hanya seputar menulis fiksi. Yeaahh, berbagi tidak pernah rugi. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myhappy2day.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myhappy2day.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myhappy2day.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myhappy2day.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/myhappy2day.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/myhappy2day.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/myhappy2day.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/myhappy2day.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myhappy2day.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myhappy2day.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myhappy2day.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myhappy2day.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myhappy2day.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myhappy2day.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myhappy2day.wordpress.com&amp;blog=8044281&amp;post=140&amp;subd=myhappy2day&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myhappy2day.wordpress.com/2011/12/09/malam-ini-menyembuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8491e46ec6de5436ea8d860326908789?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myhappy2day</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2011/06/fiksi-mini.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fiksi Mini</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
